Ignatius Praptoraharjo, PhD

Ignatius Praptoraharjo, PhD

sering dipanggil Gambit menyelesaikan program doktoralnya di Health Policy Administration, School of Public Health, University of Illinois at Chicago (UIC). Saat ini bekerja sebagai peneliti pada Pusat Penelitian HIV dan AIDS, Unika Atma Jaya Jakarta dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Minat penelitiannya adalah pada isu-isu kebijakan kesehatan dan sosial bagi kelompok marginal. Selain sebagai peneliti, ia juga mengajar pada Program Pasca Sarjana Magister Psikologi Kesehatan, Unika Atma Jaya, bagian Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Surakarta (UNS). Selain aktif di dunia akademik, ia terlibat dalam pengembangangan program kesehatan bagi kelompok marginal (pekerja seks, pengguna narkoba dan warga binaan lapas/rutan) melalui LSM Kembang Yogyakarta, Kios Atma Jaya Jakarta, dan RED Institute Bogor. read more

Prof. Irwanto, Ph.D.

Prof. Irwanto, Ph.D.

Lulus drs Psikologi UGM 1982; Lulus PhD Child Development and Family Studies, Purdue University USA – 1992. Pada saat ini, beliau sebagai Dosen Fak. Psikologi Unika Atma Jaya – Jakarta dan FISIP-UI. Ko-direktur Pusat Kajian Perlindungan Anak dan Disabilitas – FISIP –UI. Senior Advisor – Pusat Penelitan HIV dan AIDS, LPPM, Unika Atma Jaya, Jakarta; Guru Besar tamu di American University, USA 2013-skrg. Beliau pernah menjadi Konselor adiksi dan purnarawat Yayasan Bersama 1984-1987 dan sebagai Pendiri Kios Informasi – penjangkauan terhadap Penasun 2001 dan Pendiri dan supervisor Lentera Anak Pelangi – layanan anak dengan HIV. Beliau juga pernah mendapatkan Penghargaan Nasional BNN 2005; Penghargaan GERAM 2013; Penghargaan Kemen Kesehatan 2013 “Ksatria Bakti Husada Arutala”. read more

YES, I CAN!

“Yes, I Can!” adalah suatu proyek yang didukung oleh Voice dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup kelompok marginal dengan cara meningkatkan akses mereka terhadap layanan dasar dan memperbaiki status ekonomi dan sosial kelompok sasaran proyek ini.

Yuk, Kenal Lebih Dekat Dengan Konsorsium “Yes, I Can!”

Yuk, Kenal Lebih Dekat Dengan Konsorsium “Yes, I Can!”

“Yes, I Can!” adalah suatu proyek yang didukung oleh Voice dan dilaksanakan oleh konsorsium yang melibatkan 4 lembaga. Keempat lembaga tersebut adalah Pusat Penelitian HIV AIDS (PPH) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya; OPSI – Organisasi Perubahan Sosial Indonesia; Sanggar SWARA – Asosiasi Transgender Muda; dan eRKA atau Yayasan Rumah Kita – organisasi berbasis masyarakat yang menangani anak-anak terpinggirkan.

Lembaga yang menjadi koordinator dari proyek ini adalah Pusat Penelitian HIV AIDS (PPH) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya. PPH Unika Atma Jaya merupakan pusat penelitian di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Atma Jaya yang didirikan pada tahun 2010. PPH Unika Atma Jaya didirikan sebagai respon dan kontribusi Unika Atma Jaya dalam menyikapi permasalahan HIV-AIDS dan narkoba di Indonesia melalui penelitian, peningkatan kapasitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. PPH Unika Atma Jaya saat ini secara khusus berfokus pada penelitian kebijakan dan sosial-perilaku terkait masalah HIV-AIDS, kesehatan reproduksi, kesehatan seksual serta peran masyarakat sipil dalam pembangunan sektor kesehatan. PPH Unika Atma Jaya juga berperan sebagai pusat pengembangan intervensi penanggulangan HIV-AIDS yang berfokus pada pengguna narkoba, anak dan keluarga yang terdampak HIV-AIDS serta anak jalanan. Dalam perjalanannya, PPH Unika Atma Jaya telah menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga internasional dan nasional serta lembaga pemerintah untuk melaksanakan penelitian dengan berbagai topik kajian dan melakukan intervensi HIV-AIDS pada berbagai populasi. read more

Meningkatkan Strategi HIV Early Testing & Treatment lewat HATI (Inject)

Meningkatkan Strategi HIV Early Testing & Treatment lewat HATI (Inject)

HATI Inject (HIV Awal (Early) Testing & Treatment Indonesia for People Who Inject Drugs) merupakan proyek penelitian dan intervensi pilot kepada Penasun (pengguna napza suntik) dengan HIV di Indonesia, khususnya Jakarta dan Bandung. Penasun sendiri merupakan populasi  dengan prevalensi HIV tertinggi, yaitu pada angka 40-55%. HATIinject merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Penelitian HIV/AIDS UNIKA Atma Jaya, Universitas Padjajaran Bandung, RS Hasan Sadikin Bandung, Kirby Institute UNSW Australia, dan World Health Organization (WHO) Indonesia. Tujuan dari proyek ini ada dua, yaitu : read more

Outcome Measurement 2015: United For Body Rights (UFBR) Program

Unite for Body Rights Program (UFBR) merupakan inisiatif kolaboratif dari lima LSM Belanda yang berfokus pada Kesehatan Seksual dan Reproduksi (SRHR) dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi seksual dan hak-hak di negara berkembang di kalangan perempuan, laki-laki, remaja, dan kelompok marginal terlepas dari budaya mereka dan latar belakang agama, usia, jenis kelamin, dan orientasi seksual.

Di Indonesia, UFBR dilaksanakan pada empat provinsi, yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Lampung, dan Jambi dari 2011 hingga 2015. Sebelum program UFBR dilaksanakan, outcome measurement awal (baseline) dilakukan pada tahun 2011 (dan pada tahun 2013 untuk kurikulum intervensi SETARA). Laporan ini akan menjelaskan hasil outcome measurement akhir (endline) yang dilakukan pada tahun 2015 untuk melacak perubahan di area target SRHR sejak dimulainya program UFBR. read more

Laporan Penelitian: Faktor-faktor yang Memungkinkan dan Menghambat Akses Layanan Kesehatan, Sosial dan Psikososial bagi Anak dengan HIV di Indonesia

Jumlah anak terinfeksi HIV dan angka kematian terkait HIV pada anak semakin meningkat. Secara global, pada tahun 2013 diestimasikan ada 3.3 juta anak berusia kurang dari 15 tahun di dunia terinfeksi HIV (WHO, UNICEF, UNAIDS, 2013). Dari jumlah tersebut, sebanyak 240.000 anak (11%) merupakan angka baru infeksi HIV di tahun 2013.

Hampir semua kasus HIV pada anak merupakan hasil penularan virus dari ibu yang positif melalui proses selama kehamilan, melahirkan maupun menyusui. Walaupun program Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA) sudah mulai dikembangkan di berbagai negara, beberapa penelitian menemukan bahwa angka keberhasilan program tersebut masih cukup rendah (Meyers et al., 2007). Persentase ibu hamil yang melakukan tes HIV di negara miskin dan berkembang diperkirakan baru mencapai (21%) pada tahun 2011 (WHO, UNICEF, UNAIDS, 2013). Hal ini mengakibatkan jumlah anak yang terinfeksi HIV sejak lahir masih cukup tinggi. Lebih lanjut, beberapa studi menunjukkan bahwa inisiasi dini terhadap terapi ARV pada anak dapat mengurangi angka kematian pada anak dengan HIV. Namun, cakupan perawatan ART pada anak terinfeksi HIV masih rendah yaitu sebesar (34%) di tahun 2012 (UNAIDS, 2013). Hal ini menunjukkan bahwa masih minimnya keberhasilan pendidikan dan dukungan bagi ibu terinfeksi HIV serta masih lemahnya layanan diagnosis HIV pediatrik. read more

Laporan Penelitian: Surveilans Biologis dan Perilaku terhadap Penularan HIV/AIDS, Hepatitis B, Hepatitis C, dan Sifilis pada Pengguna Sabu di Enam Kota di Indonesia

Dalam rangka melengkapi pengetahuan mengenai penggunaan sabu di Indonesia, penelitian ini dilakukan dari awal Februari 2016 hingga Juni 2017. Dengan memilih enam kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta Barat, Denpasar, Batam, Makassar, Medan dan Bandung, penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 1498 partisipan pengguna aktif sabu. Sebagai surveilans terpadu biologis dan perilaku pertama yang dilakukan pada pengguna sabu dalam konteks intervensi HIV/AIDS, disimpulkan beberapa temuan mengenai karakteristik dan faktor penggunaan sabu, serta konteks jaringan sosial, seksual, dan akses ke layanan. Beberapa rekomendasi terkait program dan kebijakan, serta untuk penelitian selanjutnya juga telah disampaikan. Simak figur berikut untuk informasi lebih lanjut: read more

“Kak, Kondom Itu untuk Apa?”

Oleh: Ilona Gok Dame, Ketua Tim Peduli AIDS Atma Jaya

Ilustrasi oleh Lia Kantrowitz

Tim Peduli AIDS Atma Jaya atau dikenal dengan sebutan TPA, merupakan sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di bidang sosial, secara khusus mengenai isu HIV-AIDS. TPA melakukan banyak program dan kegiatan setiap tahunnya. Salah satu kegiatan yang dilakukan TPA adalah penyuluhan dan kampanye pada bulan Desember 2017 yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember. Kampanye dilakukan secara langsung di Kampus Atma Jaya Semanggi dan BSD serta secara digital di media sosial instagram. read more

Tes HIV? Siapa takut!

Pernahkan terlintas di kepalamu, ketakutan-ketakutan akan kemungkinan dirimu terkena HIV? Normal jika kamu khawatir tentang HIV, tapi untuk apa membiarkan diri kita takut pada hal yang tidak pasti? Kita bisa menghilangkan kekhawatiran kita dengan pengujian awal.

Melalui pengujian awal atau tes HIV, kita dapat mengetahui apakah kita terinfeksi atau tidak. Antibodi kita akan di cek untuk mengetahui keberadaan virus HIV dalam darah. Setiap antibodi dalam diri kita bersifat unik dan bertugas untuk menyerang kuman tertentu. Jadi, bila ditemukan antibodi terhadap virus HIV pada saat kita melakukan tes HIV, maka dapat dikatakan kalau kita mengidap virus HIV. read more