Lydia Verina Wongso, S. Psi

Lydia Verina Wongso, S. Psi

sering dipangil BW sejak Juni 2015 bergabung dengan PPH Atma Jaya sebagai Asisten Peneliti. BW sebelum bergabung dengan PPH Atma jaya pernah bekerja sebagai Fasilitator Pelatihan untuk Forum Remaja bersama Wahana Visi Indonesia ADP Ternate 2015; Peneliti dalam Penelitian Kondisi Kesehatan Mental Anak di Kondisi Kesehatan Mental Anak yang Berhadapan dengan Hukum oleh Pusat Kajian Perlindungan Anak FISIP UI 2014; Fasilitator Outdoor Activity untuk Konsultasi Anak Nasional oleh Bappenas 2014; Tim Finalisasi Modul dan Fasilitator untuk Pelatih Pendamping Anak Yang Mengalami Kekerasan oleh Kementerian Sosial 2014; Tim Finalisasi Modul dan Fasilitator untuk Pelatih Pendamping Perempuan Yang Mengalami Kekerasan oleh Kementerian Sosial & UNFPA 2013. Serangkaian penelitian yang pernah dilakukan antara lain; Penelitian HIV Awal Testing & Treatment Indonesia (HATI) – Inject. Kerjasama Kirby Institute dengan Pusat Penelitian HIV & AIDS Unika Atma Jaya; Pemetaaan Layanan Kesehatan Anak dengan HIV di Indonesia. Kerjasama WHO dan Pusat Penelitian HIV & AIDS Unika Atma Jaya; Studi Kasus: Integrasi Respon HIV dan AIDS ke dalam Sistem Kesehatan dan Efektivitas Penanggulangan HIV & AIDS di Daerah; Penelitian Operasional: Pengembangan Program dan Uji Coba Intervensi Pengurangan Risiko HIV / AIDS bagi Anak Jalanan di DKI Jakarta; Penelitian Kondisi Kesehatan Mental Anak di Kondisi Kesehatan Mental Anak yang Berhadapan dengan Hukum oleh Pusat Kajian Perlindungan Anak FISIP UI 2014. BW yang mempunyai hobi travelling, kuliner, adrenaline junkie sangat tertarik dengan issue Pendidikan & Tumbuh Kembang Anak, Perlindungan Anak,Kelompok Marjinal, Budaya, Community Development. read more

Gracia Valeska Simanullang, S.Psi., MSc.

Gracia Valeska Simanullang, S.Psi., MSc.

Panggilan akrabnya Sisi mempunyai hobi Menari, Marching Band, Jalan-jalan. Sejak 2009 mulai bekerja sebagai Asisten Koordinator Program Lentera Anak Pelangi (LAP), kemudian LAP menjadi bagian dari PPH pada tahun 2010 dan pada Januari 2014 mulai bekerja sebagai peneliti di PPH. Sisi menamatkan Master of Science in Health Psychology di The University Of Sydney dan pernah mengerjakan berbagai penelitian, seperti; Faktor-Faktor yang memungkinkan dan menghambat akses layanan kesehatan, sosial dan psikososial bagi anak dengan HIV di Indonesia, kerja sama dengan World Health Organization (WHO) (Oktober 2015-sekarang); Kelayakan Integrasi Penemuan Kasus TB Secara Aktif pada Kelompok Populasi Kunci ke dalam Kegiatan Outreach Program HIV, kerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI (Maret-Oktober 2015); Pengaruh Inisiatif Kesehatan Global terhadap Peran Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dalam Upaya Penanggulangan HIV AIDS di Indonesia, kerja sama dengan KSI – DFAT (Januari-Oktober 2015); Penguatan Intervensi Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) di DKI Jakarta, kerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI (September 2014-Juni 2015); Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Terkait Pencegahan dan Penularan HIV AIDS, kerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa – Unit Penelitian Mahasiswa (UPM) (Oktober 2014-Juli 2015); Evaluasi Program HIV and Drugs Caritas PSE, Keuskupan Agung Medan (KAM), dengan dukungan dari Caritas Germany (Maret-Mei 2014); Analysis of Practices on HIV-Sensitive Social Protection Mechanism Contributing to Reducing HIV and TB Vulnerabilities in Indonesia, kerja sama dengan International Labour Organization (ILO) (July 2011); Rapid Assessment for MDGs (Millenium Development Goals) Indicators for HIV-AIDS Prevention Program in Jakarta, Indonesia (March 2011); Fairy Tale Test: Validity and Reliability Testing (Personality Test) (September 2007). Sebelum bekerja di PPH Atma Jaya, Sisi pernah bekerja sebagai Asesor tes psikologis di beberapa konsultan swasta dan Asisten Koordinator Program di Lentera Anak Pelangi (LAP). Issue yang diminati Anak, Remaja dan isu kebijakan yang terkait dengan anak dan remaja. read more

Asti Setiawati Widihastuti, MHC

Asti Setiawati Widihastuti, MHC

lulusan dari Master of Health Counselling, Curtin University of Technology, sejak Febuari 2015 bergabung sebagai peneliti. Sekarang di PPH Atma Jaya sedang mengerjakan penelitian Pilot 2 Protokol Notifikasi dan Rujukan Pasangan 2015 – sekarang. Pengalaman kerjanya begitu beragam sebagai Associate konsultan Angsamerah Institution; Associate konsultan Circle Indonesia; Staff Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa Bangsa UNFPA; Konsultan independen; Staff NGO Internasional Burnet Institute di Indonesia; Staff NGO nasional Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia daerah Sulawesi Utara. Asti mempunyai hobi; travelling, fotografi, memasak, dan makan sangat menyukai issue seputar Kesehatan Seksual dan Reproduksi; Pendekatan Berbasis Hak untuk Kesehatan; HIV; Konseling; Disabilitas; Monitoring dan Evaluasi; Gender dan Seksualitas. Dan pernah melakukan penelitian; Evaluasi Proyek ASK Rutgers WPF Indonesia – 2015; Evaluasi Proyek UFBR Rutgers WPF Indonesia – 2015; Evaluasi Proyek Caritas Australia di Indonesia – 2015; Evaluasi Proyek FORCLIME GIZ di Indonesia dengan teknik MSC – 2015; Mini Studi Pembubaran Lokalisasi di Indonesia – OPSI 2015; Assessment Kebutuhan Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan Dengan Disabilitas di Jakarta – HWDI, 2015; Evaluasi Program BCC di Indonesia – GWL INA, 2014; Assessment SOGIE, situasi dan respon di negara-negara kepulauan Asia Tenggara – ISEAN 2013; Assesment Keterkaitan HIV dan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi di Indonesia, UNFPA, 2013; Mini Studi Stigma dan Diskriminasi terkait HIV pada Petugas Kesehatan di RSUD Wangaya – Burnet Institute di Indonesia – 2012. read more

Evi Sukmaningrum, M.Si., PhD.

Evi Sukmaningrum, M.Si., PhD.

Sejak tahun 2015, Evi menjabat sebagai kepala PPH Atma Jaya setelah menyelesaikan kuliah S3 di University of Illinois at Chicago. Selain sebagai Kepala PPH Atma Jaya, beliau juga sebagai Staf pengajar di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya dan pernah menjabat sebagai Koordinator Psikososial Lentera Anak Pelangi; Konsultan psikolog untuk LSM Kalyanamitra. Evi sangat menyukai issue mengenai Anak, Perempuan, Psikologi Trauma, HIV-AIDS dan pernah terlibat dalam penelitian; Faktor-faktor yang menghambat akses layanan kesehatan, sosial, dan psikososial bagi anak dengan HIV di Indonesia (2015); HIV Disclosure Experiences among Women with HIV in Jakarta, Indonesia (2015); Factors Predicting Social Support and ARV Adherence among Women with HIV-AIDS in Jakarta, Indonesia (2015); Ethnographic study in analyzing the health access among Berwyn Community, Berwyn, Illinois. (2012); Proses Penerimaan Diri Pada Perempuan dengan HIV-AIDS (2011); Health and Psychosocial Challenges among Children with HIV-AIDS in Jakarta, Indonesia (2010; Gambaran Masalah Psikososial pada Anak yang Terinfeksi HIV (2010); Vicarious Trauma: Dampak Psikologis pada Pekerja Kemanusiaan (2005); Dinamika Secondary Traumatic Stress, Vicarious Trauma dan Burnout pada Pendamping yang Bekerja dengan Anak dan Perempuan Korban Kekerasan (2005); Play Therapy. Sebuah Alternatif Intervensi untuk Menangani Post Traumatic Stress Disorder pada Anak (2001). read more

Ignatius Praptoraharjo, PhD

Ignatius Praptoraharjo, PhD

sering dipanggil Gambit menyelesaikan program doktoralnya di Health Policy Administration, School of Public Health, University of Illinois at Chicago (UIC). Saat ini bekerja sebagai peneliti pada Pusat Penelitian HIV dan AIDS, Unika Atma Jaya Jakarta dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Minat penelitiannya adalah pada isu-isu kebijakan kesehatan dan sosial bagi kelompok marginal. Selain sebagai peneliti, ia juga mengajar pada Program Pasca Sarjana Magister Psikologi Kesehatan, Unika Atma Jaya, bagian Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Surakarta (UNS). Selain aktif di dunia akademik, ia terlibat dalam pengembangangan program kesehatan bagi kelompok marginal (pekerja seks, pengguna narkoba dan warga binaan lapas/rutan) melalui LSM Kembang Yogyakarta, Kios Atma Jaya Jakarta, dan RED Institute Bogor. read more

Prof. Irwanto, Ph.D.

Prof. Irwanto, Ph.D.

Lulus drs Psikologi UGM 1982; Lulus PhD Child Development and Family Studies, Purdue University USA – 1992. Pada saat ini, beliau sebagai Dosen Fak. Psikologi Unika Atma Jaya – Jakarta dan FISIP-UI. Ko-direktur Pusat Kajian Perlindungan Anak dan Disabilitas – FISIP –UI. Senior Advisor – Pusat Penelitan HIV dan AIDS, LPPM, Unika Atma Jaya, Jakarta; Guru Besar tamu di American University, USA 2013-skrg. Beliau pernah menjadi Konselor adiksi dan purnarawat Yayasan Bersama 1984-1987 dan sebagai Pendiri Kios Informasi – penjangkauan terhadap Penasun 2001 dan Pendiri dan supervisor Lentera Anak Pelangi – layanan anak dengan HIV. Beliau juga pernah mendapatkan Penghargaan Nasional BNN 2005; Penghargaan GERAM 2013; Penghargaan Kemen Kesehatan 2013 “Ksatria Bakti Husada Arutala”. read more

Meningkatkan Strategi HIV Early Testing & Treatment lewat HATI (Inject)

Meningkatkan Strategi HIV Early Testing & Treatment lewat HATI (Inject)

HATI Inject (HIV Awal (Early) Testing & Treatment Indonesia for People Who Inject Drugs) merupakan proyek penelitian dan intervensi pilot kepada Penasun (pengguna napza suntik) dengan HIV di Indonesia, khususnya Jakarta dan Bandung. Penasun sendiri merupakan populasi  dengan prevalensi HIV tertinggi, yaitu pada angka 40-55%. HATIinject merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Penelitian HIV/AIDS UNIKA Atma Jaya, Universitas Padjajaran Bandung, RS Hasan Sadikin Bandung, Kirby Institute UNSW Australia, dan World Health Organization (WHO) Indonesia. Tujuan dari proyek ini ada dua, yaitu : read more

Outcome Measurement 2015: United For Body Rights (UFBR) Program

Unite for Body Rights Program (UFBR) merupakan inisiatif kolaboratif dari lima LSM Belanda yang berfokus pada Kesehatan Seksual dan Reproduksi (SRHR) dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi seksual dan hak-hak di negara berkembang di kalangan perempuan, laki-laki, remaja, dan kelompok marginal terlepas dari budaya mereka dan latar belakang agama, usia, jenis kelamin, dan orientasi seksual.

Di Indonesia, UFBR dilaksanakan pada empat provinsi, yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Lampung, dan Jambi dari 2011 hingga 2015. Sebelum program UFBR dilaksanakan, outcome measurement awal (baseline) dilakukan pada tahun 2011 (dan pada tahun 2013 untuk kurikulum intervensi SETARA). Laporan ini akan menjelaskan hasil outcome measurement akhir (endline) yang dilakukan pada tahun 2015 untuk melacak perubahan di area target SRHR sejak dimulainya program UFBR. read more