Mengenal Ary Bumi Kartini: Project Officer Proyek “Yes, I Can!”

Mengenal Ary Bumi Kartini: Project Officer Proyek “Yes, I Can!”

Nama saya Ary Bumi Kartini, biasa dipanggil “Ary” atau “Bumi oleh keluarga dan teman-teman. Saya lahir di Jogjakarta pada tanggal 23 April, terlahir sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara.

Saya menyelesaikan S1 pada tahun 2003 di salah satu PT Swasta di Jogjakarta, namun sebelum wisuda S1 saya mencoba mencari kesibukan dengan menjadi relawan di salah satu lembaga sosial masyarakat yaitu PKBI DIY yang bergerak di isu kesehatan reproduksi. Saya memang memiliki ketertarikan dengan isu tersebut dan kebetulan teman sepermainan lebih dulu bergabung dengan lembaga ini. Melalui lembaga inilah yang kemudian  membawaku memiliki banyak teman dan pengalaman. read more

Yes, I Can!: Suatu usaha untuk membuat perubahan

Yes, I Can!: Suatu usaha untuk membuat perubahan

Gambaran Proyek “Yes, I Can!”

Voice Influence Project – “Yes, I Can!”

“Yes, I Can!” adalah suatu proyek yang didukung oleh Voice dan dilaksanakan oleh konsorsium yang melibatkan Pusat Penelitian HIV/AIDS (PPH) Universitas Katolik Atma Jaya; Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI); Asosiasi Transgender Muda (Sanggar SWARA); dan Yayasan Rumah Kita (eRKa) – organisasi berbasis masyarakat yang menangani anak-anak terpinggirkan. Proyek “Yes, I Can!” bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup kelompok marginal dengan cara meningkatkan akses mereka terhadap layanan dasar dan memperbaiki status ekonomi dan sosial kelompok sasaran proyek ini. read more

ODHA, Strategi 90:90:90, dan Peran Focal Point dalam Pemantauan ARV

ODHA, Strategi 90:90:90, dan Peran Focal Point dalam Pemantauan ARV

Strategi 90:90:90 sudah mulai dicanangkan pada tahun 2016 dalam rangka penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan strategi 90:90:90? 90 pertama artinya 90% masyarakat terutama populasi kunci mengetahui status HIV-nya. 90 kedua artinya 90% orang dengan HIV AIDS (ODHA) sudah diterapi. 90 ketiga artinya 90% yang sudah menjalani Antiretroviral Therapy (ART) sudah mengalami viral suppression atau virus sudah tidak terdeteksi lagi. Dalam mewujudkan cita-cita ini, maka pemantauan terhadap ARV menjadi hal penting yang perlu dilakukan. read more

Apa itu Harm Reduction?

Apa itu Harm Reduction?

Oleh: Yanuar Wilda

But next time I won’t be so stupid, except there won’t be any next time! I will never ever, ever, under any circumstances use drugs again. They are the root and cause of this whole rotten, stinking mess I am in, and I wish with all my heart and soul that I had never heard of them (Anymous, 2004)

Kalimat tersebut ditulis oleh seorang remaja berusia lima belas tahun (anonim) dalam buku hariannya (diary) ketika menghadapi masalah berat kecanduan Narkoba dan seks bebas. Buku harian tersebut kemudian diterbitkan oleh Simon & Schuster Inc. pada tahun 1998 dengan judul Go Ask Alice. Tulisan tersebut mengingatkan kita betapa peliknya perjuangan sesorang yang ingin keluar dari penyalahgunaan dan ketergantungan Narkoba. Di Indonesia sendiri kasus penggunaan Narkoba cukup memprihatinkan. Sebuah surat kabar menulis bahwa jumlah jumlah pengguna Narkoba atau Narkotika atau Zat adiktif (semua sebutan tersebut merujuk pada hal yang sama) di Indonesia hingga November 2015 mencapai 5,9 juta orang (Rachmawati, 2016) dan 2,8 persen dari total tersebut (sekitar 14 ribu jiwa) merupakan individu dengan rentang usia 12-21 tahun (Indriani, 2016). read more

Menengok Kembali Sejarah Penutupan Lokalisasi Kramat Tunggak

JAKARTA, KOMPAS.com– Wacana penutupan lokalisasi di Kalijodo masih hangat dibicarakan. Dari perkembangan terakhir, surat edaran yang memuat informasi soal penertiban dan penutupan Kalijodo telah diberikan kepada warga di sana.

Jika menengok kembali puluhan tahun yang lalu, pada masa kepemimpinan Gubernur Sutiyoso, lokalisasi Kramat Tunggak di Jakarta Utara juga resmi ditutup, digantikan dengan Jakarta Islamic Centre, lembaga pengkajian Islam di Jakarta.

Dari sisi luas wilayah dan jumlah pekerja, Kramat Tunggak jauh lebih besar ketimbang Kalijodo. Lokalisasi Kramat Tunggak eksis pada zamannya dan menjadi lokalisasi terbesar di Asia Tenggara tahun 1970-1999. read more

Program Positif Bagi Drug User, Sebuah Refleksi Mengenai Harm Reduction

Program Positif Bagi Drug User, Sebuah Refleksi Mengenai Harm Reduction

Oleh: Luthfi Mardhiansyah

Refleksi saya dalam mengikuti mata kuliah harm reduction adalah saya dipaparkan tentang jenis-jenis obat narkotika. Satu hal yang menarik adalah narkotika jenis terbaru yakni “NPS” New Psychoactive Substance yakni narkotika jenis terbaru seperti Flaka,metilon dan juga narkotika yang berbentuk sintetis yang bisa menyebabkan halusinogenik. Pada pelajaran lain yang telah didapat adalah epidemology, epidemology yakni ilmu yang mempelajari tentang penyebaran penyakit, bagaimana saat jarum suntik itu berganti-ganti dari satu individu ke individu lain bisa menularkan penyakit HIV. Selain itu penyebaran HIV bisa melalui free sex dan kemungkinan untuk sakit hepatitis juga besar,  saya juga berusaha untuk memahami bagaimana sulitnya dinamika kehidupan drug user dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Jika sudah terkena narkoba terlebih sampai jarum suntik, selama hidupnya hanya mencari dan menggunakan narkoba, apapun yang terjadi pada dirinya “barang” tersebut harus didapatkan. Drug user tidak bisa melakukan aktivitas yang  normal seperti pada orang umumnya, maka dari itu banyak waktu yang terbuang hanya untuk mencari zat tersebut. Saya juga diajarkan bagaimana pengaruh dunia farmasi pada drug users. Dari berbagai ilmu yang telah pembicara jelaskan bahwa ada terapi obat yang bisa digunakan seperti Metadon & Suboxone untuk menggantikan obat-obatan yang sering drug user gunakan. Akan tetapi efek dari Metadon & Subuxone tidak terlalu optimal seperti narkotika yang sehari-hari mereka gunakan. Dari kursus Harm Reduction yang telah saya dapat selama 3 hari, bagaimana treatment  psikologis CBT/BDRRC, yakni treatment untuk mengubah perilaku pada drug user.  Terapi ini lebih menekankan pada perilaku drug user untuk kembali ke aktivitas sehari-hari, memberikan jadwal yang rutin yang harus dilakukan pada pengguna untuk kembali melakukan aktivitasnya. Lalu jika drug user terlihat sudah pulih, psikolog harus menanyakan jika sudah keluar dari treatment apa yang akan dilakukan, jika ingin kerja, kerja apa? Kejar terus pertanyaan tersebut hingga jelas tujuanya agar tidak kembali ke narkotika. read more

Berbicara Tentang Program Terapi Rumatan Metadon

Berbicara Tentang Program Terapi Rumatan Metadon

Oleh: Angellia Lestari Christiani

Pusat Penelitian HIV/ AIDS Atma Jaya (PPH) telah secara rutin mengadakan Harm Reduction Workshop bagi mahasiswa magister psikologi profesi klinis dewasa. Salah satu tujuan dari adanya kursus ini adalah untuk mengenalkan konsep harm reduction kepada kami para mahasiswa. Saya sebagai mahasiswa klinis dewasa menyadari kurangnya pemahaman mengenai pemarsalahan NAPZA, ketergantungan NAPZA terutama dalam konteks psikologi. Oleh karena itu, kali ini saya hendak berbagi mengenai tiga hari yang saya lalui dalam kursus ini. read more

Tertinggi Positif HIV, Subang Bentuk Warga Peduli AIDS

Berdasarkan data terakhir yang dikeluarkan oleh badan PBB untuk HIV dan AIDS, yaitu UNAIDS di Indonesia terdapat 690 ribu penduduk yang sebenarnya telah terinfeksi HIV.

Namun, dari angka estimasi, tersebut menurut Kementerian Kesehatan pada 2016, jumlah ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) yang saat ini menerima terapi pengobatan baru sekitar delapan persen, atau sekitar 65.825 ODHA.

Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki angka penderita HIV/AIDS yang cukup tinggi adalah Subang, Jawa Barat.

Menurut data Dinas Kesehatan Subang, terdapat 1.564 positif HIV, namun baru 480-an yang mau diobati. Karena itu, penting dilakukannya penyuluhan untuk mengurangi angka penderita HIV/AIDS di daerah tersebut. read more

Sebagai Calon Psikolog Klinis Saya Harus Berkontribusi

Sebagai Calon Psikolog Klinis Saya Harus Berkontribusi

Oleh Frisca Melissa Iskandar T.

Selama tiga hari saya mengikuti kursus Harm Reduction sebagai pembekalan dan prasyarat untuk dapat masuk ke Semester-3 Magister Profesi Psikologi Klinis, yang dimana pada periode tersebut saya akan terpapar pada kasus-kasus, salah satunya yang terkait dengan Napza/ penasun/ HIV-AIDS. Walaupun waktu kursus yang diberikan relatif singkat, namun materi yang diberikan cukup intens dan padat. Oleh karena itu, setelah mengikuti kursus Harm Reduction saya mendapatkan beberapa manfaat yang dapat berguna bagi saya sebagai calon Psikolog Klinis. Manfaat-manfaat tersebut meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan personalinsight. read more

Situasi Perawatan Pemulihan Ketergantungan Napza di Indonesia

Situasi Perawatan Pemulihan Ketergantungan Napza di Indonesia

PPH Unika Atma Jaya bersama LBH Masyarakat menyelenggarakan konferensi mini mengenai Situasi Perawatan Pemulihan Ketergantungan Napza di Indonesia.  Konferensi mini ini diadakan tanggal 12 September 2017  bertempat di Hotel The Park Lane, Jakarta. Beberapa tahun belakangan, tren penggunaan heroin semakin menurun, sedangkan tren penggunaan amphetamine-type stimulants (ATS) semakin meningkat di Indonesia. Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa pengguna crystal-methamphetamine (crystal-meth) mencapai angka 760,795 orang, atau sekitar 19% dari angka total pengguna narkotika di Indonesia (BNN & UI, 2010). read more