Jalan berliku pengobatan HIV pada anak di Indonesia

Jalan berliku pengobatan HIV pada anak di Indonesia

Boy opening a pill bottle
Boy opening a pill bottle

Kursi roda itu kini tidak lagi ada yang memiliki. Ia tidak lagi dipakai untuk mengantar Fikri bersekolah. Keceriaan bocah laki-laki berusia sembilan tahun itu sirna sudah. Fikri menghembuskan nafas terakhirnya pada sebuah Rabu siang di bulan Januari setelah lebih dari satu minggu dirawat di RS Ciptomangunkusumo. Diagnosa gagal ginjal serta adanya infeksi lainnya memperburuk kondisi Fikri yang sejak berusia satu tahun tiga bulan itu diketahui terinfeksi HIV. Kakek dan nenek Fikri kini hanya akan tinggal berdua di rumah mereka. read more

Opinion: Lentera Anak Pelangi – Case Studies and Observations from an External Point of View

Opinion: Lentera Anak Pelangi – Case Studies and Observations from an External Point of View

anak hiv 1Having arrived in Jakarta for my internship with PPH Atma Jaya with little more than a bachelor degree and some travel as the sum of my expertise, I have been understandably overwhelmed by the scope and scale of the work done here. The logistics of navigating such an immense city, securing funding, and cultural contradictions are obstacles tackled daily and make implementation of even the most perfect policies seem almost insurmountable.

The research and capacity building side of PPH Atma Jaya is documented here quite extensively, so I will perhaps attempt to provide insight into the operational realities of Lentera Anak Pelangi – one of their partner programs. This is opinion based insight and is centred entirely on my external and limited experience in the field. This somewhat decreases the generalisability of my conclusions, but may depict a broad, overall picture nonetheless. read more

The outlook for children living with HIV in Indonesia

The outlook for children living with HIV in Indonesia

anak hiv 2All over the world HIV infection seems to go hand in hand with stigma and discrimination. Indonesia is no exception to this. Although a secular nation, 87 percent of Indonesians self-identify as Muslim and there is evidence of an increasing conservatism among Indonesians. Though considered a tolerant and relatively liberal nation, conservative cultural practices and attitudes towards high-risk behaviour make it difficult to implement HIV prevention strategies such as condom promotion and widespread accessibility to sterile needles. Perhaps more importantly though, conservative attitudes and policies mean that many of the key groups affected by HIV face daily stigma and discrimination with tangible social and economic consequences. read more

Editorial Minggu Ini

Pada edisi ini, kami menyajikan artikel dengan tema Anak dengan HIV. Pada artikel utama penulis dari Lentera Anak Pelangi, menceritakan satu babak kehidupan Fikri, seorang anak berumur sembilan tahun yang ternfeksi HIV. Fikri, salahsatu anak dampingan Lentera Anak Pelangi yang pada Januari lalu meninggal dunia.

Fikri sudah berada pada lini kedua pengobatan HIV karena virus dalam tubuhnya sudah resisten terhadap kombinasi obat-obat lini pertama. Untuk minum obat lini dua, Fikri mengalami kesulitan dalam menelan obat secara utuh, lebih sering keluar lagi karena obatnya terlalu besar untuk anak seusianya dan bila obatnya harus digerus, ketika ditelan akan sangat lengket di tenggorokan karena itulah Fikri, menjadi tidak teratur mengkonsumsi obat antiretroviral (ARV). Sangat disayangkan, obat lini kedua di Indonesia belum tersedia dalam formula khusus anak. read more

Ketika ODHA Mengharapkan Buah Hati

Ketika ODHA Mengharapkan Buah Hati

Berita odha kompas.comKOMPAS.com – Seperti setiap pasangan yang telah menikah, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) juga mendambakan kehadiran buah hati dalam rumah tangganya. Namun, kekhawatiran akan kesehatan calon buah hati dan stigma yang diterima dari lingkungan, bahkan tenaga kesehatan, membuat keinginan memiliki keturunan sering sulit diwujudkan.

Impian untuk memiliki anak lagi sebenarnya sudah lama dipendam Hartini (35). Tetapi ibu rumah tangga yang positif HIV ini masih dibayangi ketakutan jika kelak bayinya juga tertular virus darinya. read more

Pentingnya Pengecekan Virus HIV pada Masa Kehamilan

Pentingnya Pengecekan Virus HIV pada Masa Kehamilan

berita feed inJika virus HIV sejak awal telah diantisipasi, risiko penularan HIV kepada bayi bisa diperkecil.

Feed.id – Bagi Anda ibu hamil jangan sepelekan pemeriksaan HIV terhadap diri Anda sendiri. Sebab, jika Anda mengidap HIV, penularan terjadi melalui hubungan transplasenta dengan risiko lima sampai sepuluh persen.

Plasenta merupakan sumber bagi bayi untuk mendapatkan nutrisi selama berada di dalam kandungan. Jika plasenta telah terinfeksi virus HIV, darah ibu yang sudah terinfeksi tersebut akan bercampur dengan darah bayi sehingga resiko tertular HIV pada bayi sangat besar. read more

Pelibatan Bidan dalam Penanggulangan HIV  Melalui Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak

Pelibatan Bidan dalam Penanggulangan HIV Melalui Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak

IMG_0731Jakarta. Dalam penularan HIV dari ibu ke bayi selama masa kehamilan dapat terjadi melalui hubungan transplasenta dengan risiko 5 sampai 10%. Plasenta merupakan sumber bagi bayi untuk mendapatkan nutrisi selama berada di dalam kandungan. Jika plasenta telah terinfeksi virus HIV, darah ibu yang sudah terinfeksi tersebut akan bercampur dengan darah bayi sehingga resiko tertular HIV pada bayi sangat besar. Oleh karena itu, asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil trimester I, II dan III dengan status HIV + sangat diperlukan. read more

Ternyata Ini Lho Alasan Ada 5.791 Pria Gay di Depok!

Ternyata Ini Lho Alasan Ada 5.791 Pria Gay di Depok!

Kapanlagi.com – Kalau membicarakan soal komunitas LGBT di Indonesia, memang masih cukup tabu. Di negeri ini, kaum penyuka sesama jenis masih dianggap negatif dan selalu menuai cibiran. Namun faktanya, ada banyak sekali kaum penyuka sejenis di negeri ini. Bahkan baru-baru ini disebutkan bahwa para pria gay di Depok, punya jumlah yang cukup fantastis.

Tak main-main, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Depok mendata jika ada 5.791 pria gay alias Lelaki Suka Lelaki (LKL). Tentu saja siapapun menjadi terbelalak kaget, kenapa ada banyak sekali pria gay di Depok? Mencoba menjelaskannya, Sekretaris KPA Depok, Herry Kuntowo pun angkat bicara. read more

Survei: Ada 5.791 Pria Gay di Depok

Survei: Ada 5.791 Pria Gay di Depok

VIVA.co.id – Sebagai salah satu penyanggah Ibu Kota Jakarta, Depok pun kian menjadi kota yang terus mengalami perkembangan. Seperti kota metropolis pada umumnya, Depok pun menjadi sasaran empuk kaum urban.Ironisnya, di tengah perkembangan tersebut, angka perilaku seks menyimpang di kota ini pun ikut mengalami peningkatan.

Data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Depok bahkan mencatat, sekitar 5.791 lelaki terlibat cinta sejenis alias lelaki suka lelaki (LSL) atau yang biasa disebut gay.

“Angka ini cenderung meningkat dari jumlah sebelumnya sebanyak 4.932 LSL pada tahun 2014 lalu. Meningkatnya angka ini tidak terlepas dari posisi Depok sebagai penyanggah ibu kota. Untuk tahun ini sampai dengan bulan Agustus, estimasi angkanya sekitar 5.791,” kata Sekretaris KPA Kota Depok, Herry Kuntowo pada VIVA.co.id, Senin 16 November 2015. read more

Apa yang Salah dengan Judul-Judul Berita  Tentang ‘Jumlah Kaum Gay di Depok’ ?

Apa yang Salah dengan Judul-Judul Berita Tentang ‘Jumlah Kaum Gay di Depok’ ?

depokAkhir tahun lalu (November 2015) banyak media online mengangkat berita tentang meningkatnya ‘jumlah kaum gay di Depok’. Media-media yang menyebarkan berita ini adalah media-media yang cukup dikenal sebagai media yang kredibel, alias bukan media abal-abal. Penelurusan via Google menunjukkan bahwa media online seperti Tempo, Republika, Vivanews, JPNN, Detik, Indopos dan lain-lain mempublikasikan artikel-artikel dengan tema ini (peningkatan jumlah kaum gay/homoseksual di Depok) dengan pengemasan judul yang bervariasi. read more