Health Seeking Behaviour – IDU Bekasi [Burnet Institute]

Research Background
This research was started when a wish to answer several questions regarding the increasing number of injecting drug users in Indonesia came up and took form first and foremost where it touched health-seeking behavior related matters. For at least the recent past seven years since reported by the Indonesian Ministry of Health in 2003, West Java has belonged to the higher ranks of injecting drug users, whereas they also represent a greater proportion of those infected with HIV. Reports on HIV and AIDS cases in the Bekasi Region and City area confirmed that up to 2008, a number of 1060 cases in the Regional area and 351 cases in the City area are reported, which lead Bekasi to the second highest area on HIV and AIDS cases in West Java Province. read more

Asesmen Faktor-Faktor Psikososial pada Disclosure terhadap Anak  [DIKTI]

Asesmen Faktor-Faktor Psikososial pada Disclosure terhadap Anak [DIKTI]

Assesment | edmentum.comDalam Laporan Tahun 2010 Triwulan Keempatnya  (Oktober 2010 – Desember 2010)  Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mencatat bahwa jumlah kasus baru HIV dan AIDS dalam kurun waktu pelaporan adalah 1405 kasus, yang dilaporkan oleh 62 Kabupaten/Kota dan 15 provinsi.  Cara penularan kasus HIV dan AIDS baru dilaporkan terbanyak melalui hubungan heteroseksual (78,22%),  IDU (16,30), perinatal (2,49%) dan LS (1,78%).  Peningkatan jumlah kasus HIV dan AIDS baru ini tentu sangat memprihatinkan, karena dampak dari kasus-kasus baru tersebut akan menentukan nasib ribuan keluarga, perempuan dan anak-anak di seluruh Indonesia. read more

Analisis Pembiayaan Perlindungan Sosial untuk ODHA [DIKTI]

Latar Belakang

Berbagai data menunjukkan bahwa percepatan laju pertumbuhan HIV di Indonesia yang sangat pesat peningkatnya di Asia.[1] Saat ini dilaporkan bahwa pada tahun 2004 terdapat 16 provinsi yang melaporkan data ODHA dan kini pada tahun 2009, namun di tahun 2009 telah tersebar laporan kasus HIV di 33 propinsi,[2] yang estimasinya pada tahun 2014 ODHA akan mencapai 813.720 orang, dimana 88% diantaranya adalah usia produktif yaitu usia 25-49 tahun.[3]

Interaksi Metadon dan ARV dalam Pengaruhnya terhadap Adherence [DIKTI]

Latar Belakang

Sejak tahun 1999 di Indonesia telah terjadi peningkatan jumlah orang yang terinfeksi HIV/AIDS (ODHA) pada kelompok orang berperilaku risiko tinggi tertular HIV yaitu para penjaja seks komersial dan penyalah-guna narkoba suntik di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta, Riau, Bali, Jawa Barat dan Jawa Timur sehingga provinsi tersebut tergolong sebagai daerah dengan tingkat epidemi terkonsentrasi (concentrated level of epidemic). Tanah Papua sudah memasuki tingkat epidemi meluas (generalized epidemic). Pengguna atau adiksi Napza merupakan kelompok yang sangat berisiko terhadap infeksi HIV/AIDS, karena perilaku berbagi peralatan suntik napza bergantian menyebabkan penularan infeksi HIV/AIDS lebih tinggi dibandingkan dengan cara penularan lain. read more

Regional Research Project on Sex Work and Violence: Understanding Factors for Safety & Protection [UNFPA]

Pendahuluan

Dalam rangka untuk lebih memahami kekerasan terhadap pekerja seks laki-laki, perempuan dan transgender, dan untuk memperkuat dasar bukti yang ada sebagai landasan ke depan dalam penyusunan program dan advokasi kekerasan  berbasis gender terhadap pekerja seks serta kaitannya dengan HIV, maka Team UNDP Asia-Pasifik untuk HIV, Kesehatan dan Pengembangan, Jaringan Pekerja Seks Asia Pasifik (APNSW), Mitra untuk Pencegahan (P4P), UNFPA Asia Pacific Regional Office dan Tim Dukungan Regional UNAIDS di Asia dan Pasifik, akan bersama-sama mengimplementasikan penelitian ’Pekerja Seks dan Kekerasan: Memahami faktor-faktor perlindungan dan keamanan’ di empat negara terpilih di kawasan Asia-Pasifik. read more

Penelitian Operasional: Perawatan Pemulihan Ketergantungan Napza dan Pencegahan HIV secara Terpadu [UNODC]

Latar Belakang

Program Terapi Rumatan Metadon adalah Layanan terapi rumatan metadon disediakan untuk mengganti ketergantungan dan kebiasaan perilaku penasun terhadap penggunaan narkoba melalui alat suntik, sehingga dapat meminimalkan penularan HIV. Hingga akhir tahun 2008, telah tersedia 46 unit layanan terapi rumatan metadon yang dilaksanakan di puskesmas (27), rumah sakit (15) dan lapas (4). Jumlah pasien yang memperoleh layanan metadon sebanyak 2.711 orang atau baru 12% dari target tahun 2008 (21.790 orang).(Strategi dan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS Tahun 2010 – 2014, Lampiran Peraturan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nomor 08/PER/MENKO/KESRA/I/2010, KPAN 2010) read more

Pengembangan Model Pendidikan AIDS dan Narkoba pada Anak Jalanan [NIH-UIC]

Penelitian ini merupakan Penelitian Pilot yang ke-3 dari Program kerja sama Pusat Penelitian HIV-AIDS dengan University of Illinois at Chicago (UIC). Tujuan dari peneltiian ini adalah untuk merancang program intervensi pengurangan risiko penularan HIV pada anak jalanan di DKI Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan beberapa rumah singgah yang memiliki pengalaman dalam mendampingi anak jalanan. Pilot III ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu penelitian penjajakan, perancangan model program intervensi dan uji coba terhadap model tersebut. Hasil penjajakan yang dilakukan dapat dilihat pada: read more

Jaringan Seksual sub Populasi dengan Prevalensi HIV Tinggi di Jakarta [NIH-UIC]

Penelitian mengenai jaringan seksual pada kelompok yang diidentifikasi paling berisiko dalam penularan HIV (Laki-Laki yang berhubungan seks dengan Laki-Laki, Wanita Pekerja Seks, Waria Pekerja Seks, Pengguna napza suntik), merupakan Studi Pilot yang kedua dari program kerja sama UAJ dengan UIC. Tujuan akhir dari penelitian Pilot II adalah untuk mengembangkan sebuah protokol konseling HIV untuk pasangan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan berarti bagi protokol konseling HIV yang sudah dimiliki Kementerian Kesehatan Indonesia saat ini. read more

Program Dana Hibah Penelitian bagi Lembaga-lembaga peserta Seri Pelatihan Advokasi

Pengantar

Pada bulan Desember 2010 – Maret 2011, Pusat Penelitian HIV-AIDS (PPH) mengadakan serangkaian pelatihan advokasi bagi lembaga yang bergerak di bidang HIV/AIDS di Jakarta dan sekitarnya dengan mengambil tiga tema pokok yaitu : Transparansi dan Akuntabilitas, Metodologi Penelitian, Advokasi dan Networking. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bagi lembaga dalam mengembangkan kegiatan advokasi termasuk pemanfaatan penelitian untuk mendukung kegiatan advokasi. Sebagai tindak lanjut dari serangkaian pelatihan ini, maka PPH merencanakan untuk menawarkan pendanaan kecil (small grant) bagi lembaga-lembaga peserta pelatihan tersebut untuk melaksanakan penelitian yang difokuskan pada kebijakan penanggulangan HIV/AIDS. read more