ODHA Merasa masih Didiskriminasi

ODHA Merasa masih Didiskriminasi

 Foto ANTARA/ Jefri Aries  PASANGAN suami istri itu tidak dapat menutupi kekecewaan terhadap RS Fatmawati yang memberi pelayanan berbeda dari rumah sakit sebelumnya. Di mana, para tim kesehatan dianggap belum mengetahui perkembangan terbaru dunia kesehatan terkait HIV/AIDS seusuai aturan WHO.  “Kalaupun mereka tahu, mereka tetap mengikuti standar rumah sakit walau itu merugikan pasien HIV positif. Kalaupun RS Fatmawati mengklaim sudah tidak melakukan diskriminasi atau stigma kepada ODHA, menurut saya itu masih omong kosong,” ujar sang istri. read more

Pasien B20 itu Diperlakukan Berbeda

Pasien B20 itu Diperlakukan Berbeda

Foto ANTARA Jefri Aries  KEKECEWAAN perempuan dengan HIV itu terus bertambah. Selain melarang menjalani persalinan normal, dia juga tidak bisa memberi ASI kepada sang bayi. Selain itu, papar dia, RS Fatmawati menempatkan dirinya dan sang bayi di ruangan khusus dan langsung diberikan susu formula. “Kenapa bayi saya ditaruh di ruangan yang seharusnya bukan ruangan bayi, sendirian,” ungkap dia.

Ruangan yang terletak paling ujung itu tidak berisi boks bayi. Kotak tempat bayinya adalah satu-satunya di ruangan itu dan dikelilingi berbagai peralatan yang sudah tidak terpakai seperti lampu sorot dan sebagainya. “Mungkin seharusnya itu ruangan untuk barang, tapi anak saya ditaruh di sana,” tuturnya lirih. read more

Belum Seluruh Rumah Sakit Paham Penanganan ODHA

Belum Seluruh Rumah Sakit Paham Penanganan ODHA

(dok. Media Indonesia)  Sudah satu windu Indonesia berupaya mengendalikan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV), atau sejenis virus yang menyerang sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah bentuk lanjut dari infeksi HIV, yang merupakan kumpulan gejala menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, HIV AIDS yang pertama kali ditemukan di Provinsi Bali pada 1987 sudah menyebar hampir di seluruh kabupaten/kota di setiap provinsi di Indonesia. read more

Refresher Gathering Lokakarya Komunikasi Knowledge Sector Initiative

Refresher Gathering Lokakarya Komunikasi Knowledge Sector Initiative

photo by Wisnu Firmansyah, S.IP  Setahun berlalu dengan empat lokakarya yang sudah dilaksanakan, Knowledge Sector Initiative (KSI) ingin membuat ikatan lebih kuat dengan para mitra khususnya terkait penulisan populer. Untuk itu diadakan Refresher Gathering Lokakarya Komunikasi KSI dengan tema; “Menumbuhkan Jejaring untuk Berbagi Pengetahuan” diadakan di Hotel Morissey, Jakarta, 1 April 2015. Mira Renata dari KSI pada pembukaan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan apresiasi bagi seluruh mitra khususnya bagi yang telah berhasil mewujudkannya dalam tulisan yang dipublikasikan. Namun, juga sebagai “kompor” bagi yang belum mewujudkannya. read more

Obat HIV pada orang sehat efektif membunuh virus

Obat HIV pada orang sehat efektif membunuh virus

Obat antiretroviral yang diberikan kepada orang sehat akan membunuh virus HIV.    Pemberian obat HIV pada orang sehat atau sebelum terinfeksi dipandang sebagai cara yang sangat efektif dalam mencegah penyebaran virus HIV. Obat akan menunggu kedatangan virus dan membunuhnya, jika memang sampai memasuki tubuh seseorang. Pendekatan ini bergantung pada salah satu terobosan terbesar – obat antiretroviral, lapor wartawan BBC James Gallagher.

Penelitian yang dilakukan Medical Research Council and Public Health Inggris memperlihatkan bahwa pemberian obat HIV sementara orang masih sehat menyebabkan penurunan infeksi baru sebesar 86%. read more

Kampanye WHO untuk akhiri jarum suntik bekas

Kampanye WHO untuk akhiri jarum suntik bekas

Jarum suntik yang terkontimnasi menyebabkan jutaan kasus HIV dan Hepatitis setiap tahun.   Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan kampanye besar-besaran untuk mengurangi infeksi yang disebabkan oleh jarum suntik bekas.

Jarum suntik yang kotor dan terkontaminasi menjadi penyebab jutaan kasus HIV dan Hepatitis setiap tahun.

Di satu desa di Kamboja lebih dari 270 orang diyakini terkena HIV -virus yang menyebabkan AIDS- karena seorang pekerja kesehatan tidak resmi menggunakan jarum-jarum suntik bekas, yang kemudian menyebarkan penyakit tersebut.

WHO mendesak penggunaan jarum suntik sekali pakai (single-use syringe) yang mereka harapkan menjadi praktik baku pada 2020. read more

PBB meluncurkan inisiatif ‘All In’ untuk mengakhiri AIDS pada remaja

PBB meluncurkan inisiatif ‘All In’ untuk mengakhiri AIDS pada remaja

Peer educator Arafat speaks with a group of school children and distribute HIV/AIDS awareness materials, in a community in Khartoum, Sudan. Photo: UNICEF/SUDA2014-XX166/Noorani  Dalam memerangi HIV/AIDS, kemajuan untuk remaja telah tertinggal, para pemimpin dunia telah berkumpul di suatu pertemuan PBB di Nairobi, Kenya, dan menekankan pada hari Selasa (17/2), saat mereka meluncurkan inisiatif global yang bertujuan untuk mengakhiri penyebab utama kedua kematian di antara kaum muda di seluruh dunia.

Sementara kemajuan besar telah dicapai di hampir setiap bidang respon terhadap virus penurun kekebalan tubuh manusia, hanya satu dari empat anak dan remaja di bawah usia 15 tahun memiliki akses terhadap pengobatan yang dapat menyelamatkan jiwa. Dan kematian mulai menurun pada semua kelompok umur, kecuali di antara usia 10-19 tahun, menurut PBB. read more

Perayaan 6 Tahun Lentera Anak Pelangi

Perayaan 6 Tahun Lentera Anak Pelangi

  Program pengurangan dampak terburuk dan pendampingan pada anak terinfeksi HIV harus dilakukan dengan pendekatan multidisiplin. Lentera Anak Pelangi (LAP) sejak tahun 2009 telah mengembangkan sebuah program pendampingan anak terinfeksi HIV di DKI Jakarta melalui berbagai pendekatan yaitu pendampingan dari segi kesehatan, psikososial dan advokasi. Tahun ini tepatnya bulan Februari ini, LAP telah mencapai tahun keenamnya dalam mendampingi anak terinfeksi HIV dan keluarganya.

Salah satu dampak HIV dan AIDS pada anak adalah pada masalah kesehatannya. Berkurangnya sistem kekebalan tubuh pada anak terinfeksi HIV dapat mengakibatkan anak mudah terserang penyakit. Hal ini tentu erat kaitannya dengan sanitasi baik dirinya sendiri maupun lingkungan di mana Ia tinggal. Dalam melakukan pendampingannya, LAP berusaha untuk menyampaikan pesan akan pentingnya sanitasi ini kepada anak dan orangtua/pelaku rawat. Kebanyakan dari dampingan LAP tinggak di lingkungan yang memang sudah buruk kondisi sanitasinya dan tidak layak untuk ditinggali, namun dengan mengetahui pentingnya hidup bersih dan sehat, harapannya paling tidak mereka dapat menciptakan rumah yang bersih dan layak untuk ditinggali. read more

Diseminasi Hasil Penelitian Evaluasi dan Intervensi Terapi Rumatan Metadon (PRTM) di DKI Jakarta

Diseminasi Hasil Penelitian Evaluasi dan Intervensi Terapi Rumatan Metadon (PRTM) di DKI Jakarta

  Pengguna napza suntik (penasun) adalah salah satu kelompok yang rentan terhadap infeksi HIV. Menurut hasil Survei Terpadu Biologi dan Perilaku (STBP) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2011, prevalensi HIV pada penasun sebesar 41% dan belum semua penasun mengikuti program pengurangan dampak buruk (harm reduction). Misalnya, hanya 53% yang mengakses layanan PTRM dan 50% yang mengakses Layanan Alat Suntik Steril (LASS).

Program PTRM diluncurkan secara resmi pada tahun 2006. Di propinsi DKI Jakarta terdapat 18 layanan PTRM yang tersebar di 5 wilayah dengan 1.193 penasun yang mengakses layanan tersebut secara aktif. Program PTRM diluncurkan mengingat gangguan adiksi memerlukan penanganan komprehensif, berproses, dan bersifat jangka panjang. read more

Peneliti Belgia Temukan Strain HIV Baru yang Lebih Agresif di Kuba

Peneliti Belgia Temukan Strain HIV Baru yang Lebih Agresif di Kuba

ilustrasi   Leuven, Belgia, Baru-baru ini peneliti dari Belgia mengklaim menemukan strain virus penyebab AIDS yang baru di Amerika Tengah. Masalahnya, strain ini konon lebih agresif dari strain HIV yang pernah ada.

Tim peneliti dari University of Leuven, Belgia mendapatkan fakta ini setelah mempelajari sejumlah kasus HIV (Human Imunodeficiency Virus) di Kuba. Di negara yang terletak di kawasan Amerika Tengah ini dilaporkan terjadi peningkatan jumlah pasien AIDS hanya dalam kurun tiga tahun setelah terpapar HIV untuk pertama kali. read more