Peranan Masyarakat Sipil dalam Advokasi Revisi UU Narkotika

Peranan Masyarakat Sipil dalam Advokasi Revisi UU Narkotika

Pada 30 Agustus 2016. Pusat Penelitian HIV (PPH) Unika Atmaja mengadakan acara bulanan Lecture Series yang mengangkat topik Peranan Masyarakat Sipil dalam Advokasi Revisi UU Narkotika. Acara yang diadakan di Unika Atma Jaya dihadiri oleh 23 orag dari LSM HIV AIDS dan mahasiswa Unika Atma Jaya menghadirkan narasumber; Simplexisius Asa, Patri Handoyo, Asmin Fransiska, dan Darmawel Aswar dari BNN.

Perkembangan Revisi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

Perkembangan tentang wacana perevisian UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika mulai menguat ketika pada tahun 2013, rehabilitasi menjadi tolak ukur perlunya melakukan perevisi tersebut. Bahkan hal tersebut sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (proleknas). Ketika RUU masuk dalam proleknas, maka RUU tersebut perlu diutamakan. Pada tahun 2014, DPR Komisi 3 melakukan inisiasi untuk melakukan revisi UU tersebut. Pada proses isiasi tersebut, terjadi perubahan Kepala BNN, dari bapak Anang ke bapak Budi Waseso. Pada tahun 2015, Pak Budi Waseso, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan statement terkait niatnya untuk merevisi UU tersebut. Niat itu juga direstui oleh DPR lewat rapat yang diadakan oleh Badan Lesgislasi (Baleg) Komisi 3 DPR dengan menyetujui perevisian UU No. 35 tahun 2009. Dalam rapat selanjutnya, terdapat sepuluh RUU yang dijadikan sebagai proleknas prioritas yang seharusnya harus siap pada tahun 2016, namun tidak dapat dicapai pada tahun ini. Waktu yang dibutuhkan untuk membahas UU beserta NA adalah enam bulan. read more

Pasien HIV/AIDS Ragu Berobat

Pasien HIV/AIDS Ragu Berobat

MANADO — 2016 ini sudah 37 pasien HIV/AIDS yang melapor di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Tikala Baru. Sayangnya, dari jumlah tersebut, hanya 21 yang mengambil obat anti retro virus (ARV). Hal ini diungkapkan Olga Sondakh, petugas di bagian Infeksi Saluran Reproduksi PKM Tikala Baru. “Belum datang semua. Alasannya bisa karena mereka belum siap berkomitmen untuk pengobatan. Karena itu seumur hidup, tidak boleh berhenti. Setiap hari harus mengonsumsi obat. Jadi, harus sudah siap benar,” ujarnya. read more

Mengenal Gejala HIV/AIDS Stadium Awal, Anda Termasuk?

Mengenal Gejala HIV/AIDS Stadium Awal, Anda Termasuk?

Jakarta – Jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dihimpun dari kemenkes, Selasa (11/10) dalam 5 tahun terakhir, ternyata DKI Jakarta masih menempati urutan pertama diikuti Jawa Timur.

Dalam data tersebut diketahui penderita HIV/AIDS periode 2005-2015 dan tahun berjalan ini sebanyak 184.929 yang didapat dari laporan layanan konseling dan tes HIV. Jumlah kasus HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (38.464 kasus), diikuti Jawa Timur (24.104kasus), Papua (20.147 kasus), Jawa Barat (17.075 kasus) dan Jawa Tengah (12.267 kasus). read more