CATATAN HARI I KONFERENSI AIDS  INTERNASIONAL KE 21, DURBAN, 18 Juli 2016

CATATAN HARI I KONFERENSI AIDS INTERNASIONAL KE 21, DURBAN, 18 Juli 2016

CATATAN HARI I KONFERENSI AIDS  INTERNASIONAL KE 21, DURBAN, 18 Juli 2016

Oleh: Ignatius Praptoraharjo

Fast Track Cities 

Pertemuan satelit ini diorganisasikan oleh IAPAC, sebuah asosiasi internasional penyedia layanan untuk perawatan HIV. Diskusi tentang isu ini berfikus tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan organisasi masyarakat sipil. Isu lain yang strategis didisuksuikan adalah tentang bagaimana konsistensi data tentang setiap tahapan bisa ditangkat dari berbagai layanan.

Demikian menjadi penting juga untuk melihat isu integrasi dengan TB termasuk integrasi data. Didiskusikan juga tentang implikasi dari pelaksanaan saat ini, termasuk semakin mengecilnya pendadaan global yang mengancam keberlanjutan dari staf dari OMS! Program untuk populasi kunci, dan masih kuatnya stigma dan diskriminasi. Pada akhir sesi diyakinkan bahwa fast track 90-90-90 merupakan target yang layak dan bisa dicapai jika ada kemitraan yang lebih kuat di masa depan antara pemerintah dengan organisasi masyarakat sipil termasuk orang yang hidup dengan HIV.

Cascade of HIV Care: Mengurangi Kesenjangan Antar Tahap

Sesi satelit yang diorganisasi oleh Program Linkages – USAID/PEPFAR. Tujuan dari sesi ini adalah untuk mengidentifikasi keberhasilan dan tantangan dari strategi yang dikembangkan untuk mendorong akses untuk pengobatan bagi populasi kunci di berbagai wilayah (Indonesia, Afrika selatan, AS, Haiti). Secara umum semua pembicara mennggambarkan capaian strategi dari masing-masing organisasinya dalam upaya untuk memperbesar akses populasi kunci terhadap layanan HIV termasuk dalam memperluas upaya pelayanan dand advokasi di negaranya masing-masing.  Tantangan yang utama adalah mempertahankan capaian ini di masa depan sehingga kesejangan-kesenjangan dalam cascade of treatment bisa semakin diperkecil.

Risk, Right and Health

Sesi satelit ini diorganisasikan oleh UNDP yang menampilkan berbagai kemajuan yang telah dicapai berbagai negara terkait dengan rekomendasi komisi global untuk HIV dwn hukum. Beberapa hambatan hukum yang menghambat populasi kunci untuk memperoleh akses terhadap pelayanan dan materi pencegahan bisa dihilangkan berkat upaya advokasi yang dilakukan oleh lenaga PBB dan organisasi masyarakat sipil.

Mengukur Kesenjangan dalam Upaya Pencegahan

Sesi satelit yang diorganisasikan oleh Bill and Melinda Gates Foundation menyajikan artikel-artikel yang diterbitkan oleh Lancet edisi khusus pencegahan. Artikel-artikel ini berfokus pada review sistematis dari review sistematis tentang pencegahan pada berbagai populasi, pengembangan kerangka konseptual untuk memahami analisis tentang kesenjangan dalam upaya pencegahan, permodelan tentang dampak  yang dihasilkan dari kombinasi berbagai metode pencegahan yang efektif pada tingkat populasi, serta kerangka kerja untuk implementasi program yang mampu memperluas dan mempercepat upaya mengurangi penularan HIV.

Selain itu juga disajikan pengalaman Kenya dalam melakukan revolusi dalam pencegahan. Secara umum para panelis menujukkan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas megara-negara baik yang mengalami epidemi terkonsentrasi pada populasi kunci maupun masyarakat umum dengan menggunakan bagai metode pencegshan yang efektif, didukung oleh komitmen politik pemerintah yang kuat, pelibatan masyarakat sipil yang lebih besar, kesesuaian dengan upaya perawatan dan pemgobatan HIV, perencanaan yang terdesentralisasi  dan komitmen pembiayaan program  sesuai dengan besaran permasalahan yang terjadi. (Gambit)