Manajemen Kasus  HIV Sebagai  Intervensi  Yang  Harmoni

Manajemen Kasus HIV Sebagai Intervensi Yang Harmoni

pitamerahPada awal tahun 2015, Komisi Penanggulangan AIDS Propinsi (KPAP) DKI Jakarta memiliki komitmen pendanaan untuk beberapa program operasional  HIV AIDS. Salah satu program yang diandalkan adalah pelayanan manajemen kasus untuk HIV AIDS. Pelayanan manajemen kasus, dirasakan penting oleh KPAP DKI Jakarta untuk menjawab kebutuhan orang dengan HIV agar mendapatkan dukungan layanan yang lengkap sesuai dengan kondisi dan situasi klien.

Untuk mendukung operasional pelayanan manajemen kasus HIV AIDS, KPAP Propinsi DKI Jakarta mengandeng beberapa mitra kerja. Beberapa mitra kerja ini  mendapatkan tugas pokok fungsi masing-masing. Misalnya, Pusat Penelitian HIV AIDS Atma Jaya sebagai salah mitra kerja mendapatkan tugas sebagai penyedia bimbingan teknis operasional manajemen kasus HIV. 10 LSM yang bekerja untuk HIV AIDS di seluruh DKI Jakarta mendapat tugas sebagai pelaksana operasional dari layanan manajemen kasus di puskesmas dan rumah sakit. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta melalui 15 puskemas dan 3 rumah sakit di DKI Jakarta. Peran puskesmas dan rumah sakit adalah menemukan sebanyak mungkin orang dengan HIV melalui layanan konseling dan tes HIV untuk dirujuk ke pelayanan manajemen kasus sebagai salah satu intervensi program berkelanjutan. Pusat penelitian HIV AIDS Atma Jaya dipilih karena berpengalaman dalam mengelola intervensi manajemen kasus pada program peningkatan kapasitas di PPH Atma Jaya sendiri dan program lapangan yang diselenggarakan di Kios Atma Jaya dalam intervensi pengguna napza suntik dan program di LAP dalam intervensi pada anak HIV AIDS. read more

Peranan Manajemen Kasus dalam Pelaksanaan Positive Prevention

Peranan Manajemen Kasus dalam Pelaksanaan Positive Prevention

Manajemen Kasus HIV dan AIDS merupakan salah satu metode pelayanan yang bisa digunakan untuk membantu Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA). Pelayanan Manajemen Kasus menggunakan pendekatan individual secara holistic dan terpadu, yang mengkaitkan dan mengkoordinasikan klien dengan sumber layanan baik medis, psikososial dan spiritual.

Positive Prevention salah satu strategi yang bertujuan untuk meningkatkan harga diri dan kemampuan ODHA untuk melindungi kesehatan dirinya dan mencegah/menghindari penularan infeksi kepada orang lain. Dengan intervensi dalam positive prevention ODHA dapat menjaga kondisi kesehatannya dan mampu meningkatkan kwalitas hidupnya. Intervensi positive prevention dalam pelayanan manajemen kasus HIV dan AIDS mencakup edukasi dan dukungan kesehatan, dukungan komoditas berkaitan dengan perawatan dan pengobatan, pengembangan sistem jaringan rujukan layanan, pelibatan ODHA dalam program penanggulangan HIV dan AIDS dengan memberikan pelatihan dan keterampilan. read more

Jalan berliku pengobatan HIV pada anak di Indonesia

Jalan berliku pengobatan HIV pada anak di Indonesia

Boy opening a pill bottle
Boy opening a pill bottle

Kursi roda itu kini tidak lagi ada yang memiliki. Ia tidak lagi dipakai untuk mengantar Fikri bersekolah. Keceriaan bocah laki-laki berusia sembilan tahun itu sirna sudah. Fikri menghembuskan nafas terakhirnya pada sebuah Rabu siang di bulan Januari setelah lebih dari satu minggu dirawat di RS Ciptomangunkusumo. Diagnosa gagal ginjal serta adanya infeksi lainnya memperburuk kondisi Fikri yang sejak berusia satu tahun tiga bulan itu diketahui terinfeksi HIV. Kakek dan nenek Fikri kini hanya akan tinggal berdua di rumah mereka. read more

Opinion: Lentera Anak Pelangi – Case Studies and Observations from an External Point of View

Opinion: Lentera Anak Pelangi – Case Studies and Observations from an External Point of View

anak hiv 1Having arrived in Jakarta for my internship with PPH Atma Jaya with little more than a bachelor degree and some travel as the sum of my expertise, I have been understandably overwhelmed by the scope and scale of the work done here. The logistics of navigating such an immense city, securing funding, and cultural contradictions are obstacles tackled daily and make implementation of even the most perfect policies seem almost insurmountable.

The research and capacity building side of PPH Atma Jaya is documented here quite extensively, so I will perhaps attempt to provide insight into the operational realities of Lentera Anak Pelangi – one of their partner programs. This is opinion based insight and is centred entirely on my external and limited experience in the field. This somewhat decreases the generalisability of my conclusions, but may depict a broad, overall picture nonetheless. read more

The outlook for children living with HIV in Indonesia

The outlook for children living with HIV in Indonesia

anak hiv 2All over the world HIV infection seems to go hand in hand with stigma and discrimination. Indonesia is no exception to this. Although a secular nation, 87 percent of Indonesians self-identify as Muslim and there is evidence of an increasing conservatism among Indonesians. Though considered a tolerant and relatively liberal nation, conservative cultural practices and attitudes towards high-risk behaviour make it difficult to implement HIV prevention strategies such as condom promotion and widespread accessibility to sterile needles. Perhaps more importantly though, conservative attitudes and policies mean that many of the key groups affected by HIV face daily stigma and discrimination with tangible social and economic consequences. read more

Apa yang Salah dengan Judul-Judul Berita  Tentang ‘Jumlah Kaum Gay di Depok’ ?

Apa yang Salah dengan Judul-Judul Berita Tentang ‘Jumlah Kaum Gay di Depok’ ?

depokAkhir tahun lalu (November 2015) banyak media online mengangkat berita tentang meningkatnya ‘jumlah kaum gay di Depok’. Media-media yang menyebarkan berita ini adalah media-media yang cukup dikenal sebagai media yang kredibel, alias bukan media abal-abal. Penelurusan via Google menunjukkan bahwa media online seperti Tempo, Republika, Vivanews, JPNN, Detik, Indopos dan lain-lain mempublikasikan artikel-artikel dengan tema ini (peningkatan jumlah kaum gay/homoseksual di Depok) dengan pengemasan judul yang bervariasi. read more

Apa itu SOGIE (Sexual Orientation Gender Identity and Expression) ?

Apa itu SOGIE (Sexual Orientation Gender Identity and Expression) ?

Orientasi seksual adalah ketertarikan emosi, romantik dan atau seksual kepada lawan jenis (disebut heteroseksual), kepada jenis kelamin yang sama (disebut homoseksual) atau keduanya (disebut biseksual). Istilah homoseksual mempunyai istilah lain yang lebih spesifik untuk laki-laki dan perempuan yaitu gay dan lesbian.

Istilah lesbian menjelaskan perempuan yang secara romantik, emosional dan seksual tertarik kepada perempuan lainnya. Istilah gay menjelaskan laki-laki yang secara romantik, seksual atau emosional tertarik pada laki-laki lainnya, dan biseksual menjelaskan individu yang secara romantik, seksual dan emosional tertarik pada laki-laki dan perempuan. read more

Menjadi Pengguna Narkoba: Tinjauan Lifecourse Pada Penggunaan Narkoba

Menjadi Pengguna Narkoba: Tinjauan Lifecourse Pada Penggunaan Narkoba

Menjadi Pengguna Narkoba: Tinjauan Lifecourse Pada Penggunaan Narkoba[1]

Ignatius Praptoraharjo[2]

Abstrak

Ketergantungan napza selama ini dilihat hanya merupakan sebuah episode dalam kehidupan seseorang sehingga harapan masyarakat bahwa seseorang yang telah melakukan perawatan ketergantungan narkoba juga merupakan satu episode lain yang harus dilakukan agar orang bisa kembali ‘sehat’. Namun kenyataan dalam komunitas medis dan ilmiah semakin membuktikan bahwa ketergantungan napza merupakan sebuah ‘penyakit kronis’ yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Dalam artikel ini digambarkan tentang pola dinamis dari penggunaan narkoba yang mencakup awal penggunaan, penggunaan secara teratur, berhenti, menggunakan kembali termasuk pengalaman perawatan dan keterpaparannya terhadap penegakan hukum. Kebijakan tentang perawatan narkoba hendaknya mampu mengakomodasi pola dinamis ini jika mengharapkan sebuah kebijakan yang efektif. Jika tidak, maka kebijakan ini hanya akan merefleksikan kepentingan dominan (penegakan hukum, harapan masyarakat, kepentingan program) dengan mengabaikan pengalaman bagi mereka yang hidup dalam dan mengalami ketergantungan narkoba. read more

Diskriminasi Terhadap Anak Dengan HIV

Diskriminasi Terhadap Anak Dengan HIV

Ilustrasi npzahivaids.sulselprov.go.idMata Nenek Arni berkaca-kaca. Perlakuan diskriminatif terhadap cucunya, Rahmat, yang ditolak bersekolah karena berstatus HIV positif, selalu membuat ia menangis. Padahal kejadian itu sudah enam tahun berlalu. “Nenek selalu dihantui rasa bersalah karena menceritakan penyakit Rahmat waktu itu kepada kepala sekolah. Sejak itu, Nenek sebisa mungkin merahasiakan status HIV-nya kepada siapa pun,” tuturnya.

Nenek Arni tidak sendirian. Saya percaya ada banyak kasus diskriminasi lainnya di lingkungan sekolah akibat status pengidap HIV. Ke depan, kasus semacam ini bisa lebih banyak lagi karena orang dengan HIV positif terus meningkat. Saat ini saja jumlah anak dengan HIV yang dilaporkan di Indonesia mencapai 3.408 orang, sedangkan jumlah orang dewasa dengan HIV positif adalah 134.042 orang (Ditjen P2PL, 2014). read more

Antiretroviral (ARV) untuk anak dengan HIV di Indonesia : Sudah siapkah?

Antiretroviral (ARV) untuk anak dengan HIV di Indonesia : Sudah siapkah?

Ilustrasi ARV | womenshealthency.comLebih dari dua dekade sudah program penanggulangan HIV dan AIDS hadir di Indonesia. Sayangnya, program penanggulangan HIV dan AIDS yang cukup komprehensif masih difokuskan hanya pada kelompok beresiko tinggi seperti pengguna napza suntik (penasun), pekerja seks (PS), waria, laki-laki yang melakukan hubungan seks dengan laki-laki (LSL), warga binaan pemasyarakatan (WBP), dan laki-laki beresiko tinggi (LBT). Ada kelompok-kelompok yang kemudian tidak dianggap cukup rentan seperti ibu rumah tangga dan anak. Sementara itu sudah sejak tahun 2006 pemerintah Indonesia menyediakan obat ARV gratis bagi ODHA dalam rangka menekan jumlah kematian karena AIDS. Sayangnya lagi, ARV dengan jenis yang cukup beragam baru tersedia bagi ODHA dewasa, sementara ARV khusus anak masih sangat sedikit jumlah dan jenisnya. read more