Media Sosial: Menjangkau Kaum Muda?

Media Sosial: Menjangkau Kaum Muda?

Social Media | thedrum.comAkses masyarakat terhadap informasi semakin meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi, terutama internet. Semua orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi apa pun hanya dengan mencarinya di internet. Tidak hanya informasi, adanya internet juga memermudah seseorang untuk berjejaring dengan sesamanya melalui dunia maya atau lebih tepatnya melalui situs media sosial (facebook, twitter, you tube, dll). Adanya smartphone juga semakin mempermudah seseorang untuk mengakses situs media sosial tersebut. read more

Kebutuhan Program Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi Orang Muda

Kebutuhan Program Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi Orang Muda

Ilustrasi | tempo.coSaat ini isu kesehatan seksual dan reproduksi semakin dilihat sebagai isu kesehatan yang perlu diperhatikan dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di kalangan orang muda. Hasil penelitian lintas negara menunjukkan adanya peningkatan kecenderungan perilaku berisiko pada remaja. Hal ini ditandai dengan semakin mudanya usia pertama kali berhubungan seksual, tingkat penggunaan kondom yang masih rendah, dan tingginya proporsi orang muda yang melakukan hubungan seks pranikah.

Hasil studi dan data dari layanan kesehatan di Indonesia menunjukkan tingginya tingkat kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, dan infeksi HIV serta penyakit menular seksual lainnya di kalangan orang muda. Meningkatnya kecenderungan melakukan perilaku seks berisiko, penggunaan obat-obatan, serta akses tak terbatas pada materi pornografi yang lebih mempromosikan hubungan seks rekreasional telah menempatkan remaja Indonesia dalam kerentanan untuk terinfeksi berbagai penyakit menular seksual dan HIV. Kelompok ini juga memiliki akses yang rendah terhadap pelayanan sosial, kesehatan reproduksi, serta informasi mengenai HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS). read more

Pembekalan Pengetahuan Harm Reduction untuk Mahasiswa Magister Profesi Psikologi Unika Atma Jaya Jakarta

Ilustrasi | www.kchc.caPada 19-21 Mei 2014 lalu Pusat Penelitian HIV & AIDS Atma Jaya (PPH Atma Jaya) mengadakan suatu kegiatan pelatihan harm reduction untuk mahasiswa magister profesi psikologi Unika Atma Jaya Jakarta. Kegiatan yang sudah berlangsung sejak tahun 2009 ini diadakan sebagai suatu bentuk tanggung jawab PPH Atma Jaya untuk menyampaikan pengetahuan dan informasi yang benar kepada masyarakat –civitas akademika Atma Jaya pada khususnya. Mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika dan kelompok masyarakat sipil juga diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan dan pengelolaan program penanggulangan HIV & AIDS. Kegiatan ini diharapkan dapat memerluas wawasan dan meningkatkan kesadaan, sebagai langkah awal pelibatan mahasiswa dalam isu HIV dan AIDS. read more

Manajemen SDM dalam Organisasi Masyarakat untuk Penanggulangan HIV & AIDS

Manajemen SDM dalam Organisasi Masyarakat untuk Penanggulangan HIV & AIDS

IlustrasiPara petugas lapangan memiliki peran penting dalam program penanggulangan HIV & AIDS. Mereka menjadi ujung tombak untuk berbagai informasi di lapangan. Informasi mengenai jumlah populasi kunci berasal dari petugas lapangan karena mereka yang melakukan penjangkauan. Tingkat pengetahuan populasi kunci juga tergantung pada petugas lapangan yang menjadi sumber informasi bagi mereka.

Pada kenyataannya, apa sebenarnya indikator keberhasilan dari kinerja petugas lapangan? Sampai saat ini pengetahuan komprehensif dari populasi kunci cenderung tidak meningkat. Bagaimana dengan penjangkauan? Apakah penjangkauan yang dilakukan berjalan dengan efektif? Bagaimana sebenarnya manajemen sumber daya manusia dalam program penanggulangan HIV & AIDS, organisasi masyarakat pada khususnya? read more

Peran Komunitas dalam Layanan Komprehensif HIV – IMS Berkesinambungan

Semakin berkembangnya epidemi HIV menuntut adanya bentuk layanan yang beragam, mulai dari pencegahan, perawatan, dan pengobatan dengan harapan penanggulangan HIV & AIDS menjadi lebih efektif. Terkait kebutuhan ini maka diperlukan adanya layanan yang komprehensif dan berkesinambungan dengan melibatkan masyarakat yang terkait. Layanan komprehensif yang dimaksud adalah adanya upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Sedangkan yang dimaksud dengan layanan berkesinambungan adalah pemberian layanan mulai dari rumah/komunitas ke penyedia layanan (puskesmas, rumah sakit, dll), sampai kembali lagi ke rumah/komunitas. Pada tahun 2012 Kementerian Kesehatan mengeluarkan Pedoman Layanan Komprehensif HIV & IMS Berkesinambungan untuk menjamin ketersediaan layanan. read more

Menilik Kembali Posisi dan Peran Komisi Penanggulangan AIDS

Menilik Kembali Posisi dan Peran Komisi Penanggulangan AIDS

Komisi Penanggulangan AIDSSeiring dengan semakin meluasnya epidemi HIV dan AIDS di Indonesia, maka Komisi Penanggulangan AIDS Nasional pertama kali dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden No. 36 tahun 1994. Baru di tahun 2006 muncul Peraturan Presiden No. 75 tentang KPAN. Salah satu latar belakang munculnya Peraturan Presiden ini adalah untuk meningkatkan upaya penanggulangan HIV & AIDS serta menyempurnakan tugas, fungsi, dan keanggotaan KPAN.

Pendanaan Program Penanggulangan HIV dan AIDS

Pendanaan Program Penanggulangan HIV dan AIDS

Ilustrasi | Doc. www.davidmixner.comSemakin mendekati akhir tahun pendanaan Global Fund, topik pendanaan program penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia semakin hangat dibicarakan. Semua pihak masih mempertanyakan bagaimana kelanjutan pendanaan untuk program penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia. Sebagian besar program intervensi masih sangat bergantung pada pendaanan dari luar dan belum memersiapkan diri jika nantinya lepas dari pendanaan luar.

Perempuan dalam HIV & AIDS

Perempuan dalam HIV & AIDS

Ilustrasi | Doc. www.examiner.comTanpa adanya dukungan untuk perempuan, visi global pengendalian HIV & AIDS (nol penularan, nol diskriminasi, dan nol kematian terkait HIV & AIDS) tidak akan tercapai. Populasi yang rawan terinfeksi HIV sebagian besar adalah pelanggan penjaja seks dan pasangan tetapnya (pacar/istri). Perempuan – ibu rumah tangga – masih dianggap tidak rentan terhadap infeksi HIV dan AIDS. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa jumlah ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV semakin meningkat. Sebagian pasangan tetap dari pelanggan penjaja seks tidak mengetahui status HIV pasangannya, sehingga mereka juga tidak sadar jika mereka sudah terinfeksi. Akibatnya mereka bisa saja melahirkan anak yang juga kemungkinan terinfeksi HIV jika tidak memperoleh penanganan yang tepat. read more

HIV-AIDS dan Hukum

HIV-AIDS dan Hukum

HIV and The Law | www.cvccoalition.orgPelaksanaan program penanggulangan HIV & AIDS di Indonesia sudah berlangsung selama kurang lebih 25 tahun, tetapi belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Stigma, diskriminasi, dan pelanggaran HAM adalah halangan utama terhadap respon yang efektif terhadap program penanggulangan HIV & AIDS.

Lingkup hukum dirasa tidak berkaitan langsung dengan isu HIV & AIDS, namun pada kenyataannya hukum memiliki peran untuk mendukung kesejahteraan bagi orang dengan HIV & AIDS ataupun yang rentan terhadap HIV & AIDS. Lingkup hukum memegang peran utama dalam memberikan perlindungan terhadap hak asasi orang dengan HIV & AIDS. Adanya perlindungan terhadap hak asasi orang dengan HIV & AIDS maupun yang rentan terhadap HIV & AIDS, dapat membantu menciptakan lingkungan sosial dan hukum yang mendorong orang-orang untuk mengakses dan memanfaatkan layanan yang ada. Lingkungan tersebut dapat tercipta ketika produk hukum yang ada, mampu untuk memfasilitasi perlindungan hak asasi. Produk hukum yang ada juga harus didukung oleh penegakan hukum yang baik. Penegakan hukum yang baik juga bergantung pada aktor yang memiliki wewenang untuk melaksanakannya (kepolisian, kehakiman, kejaksaan, dll). Hal lain yang tidak kalah penting adalah semua orang perlu memiliki akses terhadap keadilan. read more

Assessing the effects of HIV/AIDS and TB disease control programmes on health systems in low- and middle-income countries of Southeast Asia: a semi-systematic review of the literature

Assessing the effects of HIV/AIDS and TB disease control programmes on health systems in low- and middle-income countries of Southeast Asia: a semi-systematic review of the literature

A. Conseil, S. Mounier-Jack, J.W. Rudge, R. Coker

Public Health JournalObjective: To systematically review the literature on if and how HIV/AIDS and TB programmes have impacted on general healthcare systems in Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) countries.

Methods: Medline, Embase, Global Health and CINHAL were searched for English language literature published between 1st January 2003 and 31st March 2011. Papers included had to focus on: HIV and/or TB control programmes; the low- and-middle-income ASEAN countries; and factors related to any health systems functions. The effects were examined along six system functions: Stewardship and Governance; Financing; Planning; Service Delivery; Monitoring and Evaluation; and Demand Generation. A comprehensive thematic analytical tool aligned with the above six health systems functions was developed to support data extraction and analysis. read more