Menengok Kembali Sejarah Penutupan Lokalisasi Kramat Tunggak

JAKARTA, KOMPAS.com– Wacana penutupan lokalisasi di Kalijodo masih hangat dibicarakan. Dari perkembangan terakhir, surat edaran yang memuat informasi soal penertiban dan penutupan Kalijodo telah diberikan kepada warga di sana.

Jika menengok kembali puluhan tahun yang lalu, pada masa kepemimpinan Gubernur Sutiyoso, lokalisasi Kramat Tunggak di Jakarta Utara juga resmi ditutup, digantikan dengan Jakarta Islamic Centre, lembaga pengkajian Islam di Jakarta.

Dari sisi luas wilayah dan jumlah pekerja, Kramat Tunggak jauh lebih besar ketimbang Kalijodo. Lokalisasi Kramat Tunggak eksis pada zamannya dan menjadi lokalisasi terbesar di Asia Tenggara tahun 1970-1999. read more

Tertinggi Positif HIV, Subang Bentuk Warga Peduli AIDS

Berdasarkan data terakhir yang dikeluarkan oleh badan PBB untuk HIV dan AIDS, yaitu UNAIDS di Indonesia terdapat 690 ribu penduduk yang sebenarnya telah terinfeksi HIV.

Namun, dari angka estimasi, tersebut menurut Kementerian Kesehatan pada 2016, jumlah ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) yang saat ini menerima terapi pengobatan baru sekitar delapan persen, atau sekitar 65.825 ODHA.

Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki angka penderita HIV/AIDS yang cukup tinggi adalah Subang, Jawa Barat.

Menurut data Dinas Kesehatan Subang, terdapat 1.564 positif HIV, namun baru 480-an yang mau diobati. Karena itu, penting dilakukannya penyuluhan untuk mengurangi angka penderita HIV/AIDS di daerah tersebut. read more

Mobilitas Pekerja Seks Sulitkan Penanganan HIV di Jakarta Utara

Mobilitas Pekerja Seks Sulitkan Penanganan HIV di Jakarta Utara

Jakarta, Mengendalikan infeksi HIV (Human Imunodeficiency Virus) di kalangan pekerja seks masih menjadi salah satu pekerjaan rumah KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Jakarta Utara. Banyak tantangan yang dihadapi, termasuk soal administrasi.

“Ini dilematis, karena kebanyakan pengidap bukan dari DKI,” kata Edi Supriadi dari KPA Jakarta Utara, ditemui di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Wilayah Kerja Pelabuhan Sunda Kelapa, Rabu (29/3/2017).

Masalah administratif ini banyak ditemukan, antara lain pada para wanita pekerja seks. Edi menyebut, KPA Jakarta Utara banyak menemukan pekerja seks dengan HIV positif yang terdata di wilayahnya tetapi bukan warga setempat. read more

Ibu Positif HIV Bisa Melahirkan Normal dan ASI Eksklusif

Ibu Positif HIV Bisa Melahirkan Normal dan ASI Eksklusif

ilustrasiJAKARTA, KOMPAS.com – Seorang ibu hamil dengan HIV positif tetap bisa melahirkan normal dan memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Ketua Program Yayasan AIDS Indonesia dr. Sarsanto W Sarwono mengatakan, selama hamil ibu tetap harus rutin konsumsi obat ARV (antiretroviral) untuk menekan jumlah virus. Jika terapi pengobatan dilakukan secara disiplin, risiko penularan HIV dari ibu ke bayi bisa ditekan sampai tinggal 7 persen.

Proses persalinan normal pun harus dilakukan dengan kondisi tertentu. “Bisa melahirkan normal asal proses melahirkannya harus secepat mungkin, jangan lama-lama. Bayi kemudian segera dibersihkan,” kata Sarsanto di Jakarta, Kamis (1/12/2016). read more

Mengapa Banyak Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV?

Mengapa Banyak Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV?

Ilustrasi | Doc. www.examiner.comJAKARTA, KOMPAS.com – Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan infeksi HIV lebih banyak ditemui pada ibu rumah tangga, yakni 10.626 kasus.

Kemudian disusul oleh tenaga non professional/karyawan (9.603 kasus), wiraswasta (9.439 kasus), petani/peternak/nelayan (3.674 kasus), buruh kasar (3.191 kasus), penjaja seks (2.578 kasus), PNS (1.819 kasus), dan anak sekolah/ mahasiswa (1.764 kasus).

Selama ini, ibu rumah tangga dianggap paling tidak berisiko dibanding penjaja seks. Ibu rumah tangga dinilai lebih banyak menghabiskan waktu di dapur dan mengurus anak. Lalu, mengapa kasus HIV-AIDS tertinggi di Indonesia ada pada ibu rumah tangga? read more

No Baby Should Be Born With HIV. What Will It Take to Save Them All?

No Baby Should Be Born With HIV. What Will It Take to Save Them All?

In the fall of 2010, Masonia Traylor’s life changed overnight. Then 23, she was living with her new boyfriend in Atlanta and working as a pharmacy technician at a nearby drugstore. She took good care of herself, always went for an annual checkup, and ever since she graduated from high school, she had made it a practice to get tested for HIV and other sexually transmitted diseases. Every year, her tests would come back negative. Until one didn’t.

“At first I felt like the test was a lie, that the labs got mixed up,” she says. “Then I started to feel guilt. I felt like I was being punished for not waiting to have sex until I was married.” read more

Masalah yang Dihadapi Anak dengan HIV

Masalah yang Dihadapi Anak dengan HIV

JAKARTA, KOMPAS.com – Anak-anak dapat terinfeksi HIV dari orangtuanya. Mereka pun harus konsumsi obat ARV dan juga mendapat nutrisi yang baik. Sayangnya, stigma dan diskriminasi masih ada.

Inisiator Lentera Anak Pelangi (LAP) Prof. Irwanto, Ph.D mengungkapkan, 80 persen anak di LAP sudah tak lagi memiliki orangtua. Lalu masalahnya, keluarga biasanya menolak untuk merawat mereka.

“Karena keluarga takut mengasuh anak yang terinfeksi HIV,” kata Irwanto dalam acara Pameran Foto LAP: One Child One Life Project di Jakarta, Sabtu (4/3/2017). read more

6.000 Obat Hepatitis C Sofosbuvir Tersedia Gratis

6.000 Obat Hepatitis C Sofosbuvir Tersedia Gratis

JAKARTA, KOMPAS — Tahun ini, obat hepatitis C sofosbuvir dan kombinasinya, yakni ledivaspir dan declatasvir, tersedia gratis di layanan pengobatan hepatitis C di rumah sakit. Pada tahap awal, obat tersedia untuk 6.000 pasien. Ke depan, diharapkan obatnya bertambah.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Samsuridjal Djauzi, Jumat (6/1), di Jakarta, mengatakan, sofosbuvir adalah obat yang sangat dinantikan pasien hepatitis C, baik yang monoinfeksi maupun yang koinfeksi dengan HIV. read more

Pasien HIV/AIDS Ragu Berobat

Pasien HIV/AIDS Ragu Berobat

MANADO — 2016 ini sudah 37 pasien HIV/AIDS yang melapor di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Tikala Baru. Sayangnya, dari jumlah tersebut, hanya 21 yang mengambil obat anti retro virus (ARV). Hal ini diungkapkan Olga Sondakh, petugas di bagian Infeksi Saluran Reproduksi PKM Tikala Baru. “Belum datang semua. Alasannya bisa karena mereka belum siap berkomitmen untuk pengobatan. Karena itu seumur hidup, tidak boleh berhenti. Setiap hari harus mengonsumsi obat. Jadi, harus sudah siap benar,” ujarnya. read more

Mengenal Gejala HIV/AIDS Stadium Awal, Anda Termasuk?

Mengenal Gejala HIV/AIDS Stadium Awal, Anda Termasuk?

Jakarta – Jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dihimpun dari kemenkes, Selasa (11/10) dalam 5 tahun terakhir, ternyata DKI Jakarta masih menempati urutan pertama diikuti Jawa Timur.

Dalam data tersebut diketahui penderita HIV/AIDS periode 2005-2015 dan tahun berjalan ini sebanyak 184.929 yang didapat dari laporan layanan konseling dan tes HIV. Jumlah kasus HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (38.464 kasus), diikuti Jawa Timur (24.104kasus), Papua (20.147 kasus), Jawa Barat (17.075 kasus) dan Jawa Tengah (12.267 kasus). read more