Survei: Ada 5.791 Pria Gay di Depok

Survei: Ada 5.791 Pria Gay di Depok

VIVA.co.id – Sebagai salah satu penyanggah Ibu Kota Jakarta, Depok pun kian menjadi kota yang terus mengalami perkembangan. Seperti kota metropolis pada umumnya, Depok pun menjadi sasaran empuk kaum urban.Ironisnya, di tengah perkembangan tersebut, angka perilaku seks menyimpang di kota ini pun ikut mengalami peningkatan.

Data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Depok bahkan mencatat, sekitar 5.791 lelaki terlibat cinta sejenis alias lelaki suka lelaki (LSL) atau yang biasa disebut gay.

“Angka ini cenderung meningkat dari jumlah sebelumnya sebanyak 4.932 LSL pada tahun 2014 lalu. Meningkatnya angka ini tidak terlepas dari posisi Depok sebagai penyanggah ibu kota. Untuk tahun ini sampai dengan bulan Agustus, estimasi angkanya sekitar 5.791,” kata Sekretaris KPA Kota Depok, Herry Kuntowo pada VIVA.co.id, Senin 16 November 2015. read more

Kisah Penderita AIDS Jadi Instruktur Rehabilitasi Narkoba

Kisah Penderita AIDS Jadi Instruktur Rehabilitasi Narkoba

Oleh : Suryanta Bakti Susila, Nur Faishal (Surabaya)     

“Jangan nama asli, panggil saja saya Mayong.”

VIVA.co.id – Mayong namanya. Jakarta tempat lahirnya, Desember 1961 silam. Tubuhnya jangkung, tapi tak tegak. Rambutnya pendek, tapi tak cepak. Bolongan kecil bekas tindikan tampak di dua telinganya. Sorot matanya tak fokus. Giginya banyak yang tanggal. Tato naga menghiasi hampir seluruh kedua lengannya.

“Jangan nama asli, panggil saja saya Mayong,” katanya membuka obrolan saat VIVA.co.id menemuinya di kantor Yayasan Orbit, tempat dia direhabilitasi sekaligus mendampingi pecandu narkotika yang ingin pulih, di kompleks perumahan Jalan Rungkut Pandugo, Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu sore, 28 November 2015. read more

Majalah Jerman Cetak Edisi dengan Tinta Darah HIV Positif

Majalah Jerman Cetak Edisi dengan Tinta Darah HIV Positif

Ilustrasi HIV positif. (ANTARA FOTO/Siswowidodo)Jakarta, CNN Indonesia– HIV, tiga huruf yang sederhana tapi mengandung persoalan besar. Sebuah majalah pria di Jerman menggunakan tinta yang dicampur dengan darah HIV positif untuk mencetak tiga ribu eksemplar majalah edisi terbarunya.

Edisi musim semi majalah Vangardist itu menggunakan darah yang disumbangkan oleh tiga orang yang terinfeksi virus HIV positif. Ini adalah upaya untuk memulai percakapan tentang HIV, menurut Saatchi Swiss, Humas perusahaan yang memimpin kampanye tersebut.

Setiap salinan majalah dibungkus di dalam plastik. Pesan sarat makna tertulis di sana, “Robek segelnya, dan bantu robek stigma.” read more

Aplikasi Kencan Dijadikan Pendorong Tes HIV

Aplikasi Kencan Dijadikan Pendorong Tes HIV

Jakarta, CNN Indonesia — Penasihat kesehatan Amerika Serikat kini memanfaatkan cara ‘modern’ untuk menjangkau para laki-laki yang berorientasi homoseksual tentang pentingnya tes HIV. Mereka menggunakan aplikasi kencan yang tersedia di ponsel pintar.

“Orang-orang yang kami coba raih semuanya berada di situs itu,” ujar Jen Hecht dari organisasi San Francisco AIDS Foundation (SFAF), mengutip laporan kantor berita Bloomberg.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penularan HIV baru untuk lelaki homoseksual dan biseksual pada usia 24 tahun atau lebih muda mengalami lonjakan sebesar 22 persen dari tahun 2008 ke 2010. read more

Penerapan PPIA Terkendala Stigma

Penerapan PPIA Terkendala Stigma

 Foto ANTARA / M Agung Rajasa  “Do we want to kill them or save them? Because the easiest thing is to kill them.” Begitu salah satu petikan kalimat yang disampaikan Menteri Kesehatan RI saat itu, dr Nafsiah Mboi dalam International Conference on AIDS 2014 di Australia. Apresiasi luar biasa mengalir dari para peserta pertemuan internasional yang digelar pada Juli 2014 tersebut.
 
Hanya saja, seorang perempuan pengidap HIV merasa didiskriminasi oleh RS Fatmawati. Pasalnya, dia mendapat pengalaman yang bertolak belakang dengan pemikiran Nafsiah Mboi, khususnya dalam merealisasikan keinginannya melahirkan anak ketiganya secara normal dan menyusui sang bayi. Padahal,  untuk merealisasikan keinginannya itu  sudah ada program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA).
 
” Ibu Nafsiah mengatakan, sesuai dengan pedoman WHO (World Health Organization) yang terbaru, ibu positif HIV yang sehat dan secara pemeriksaan laboratorium memenuhi syarat, untuk memberikan ASI dan melahirkan secara normal itu sangat diperbolehkan, malah disarankan,” kenangnya. Direktur Medis dan Perawatan (Director of Medical and Nursing) RSUP Fatmawati dr Lia G Partakusuma, SpK(K), MM, menjelaskan ada tiga faktor yang berperan dalam penentuan kelahiran bayi dari ibu pengidap HIV, yakni faktor ibu, bayi, dan obstetrik. read more

ODHA Merasa masih Didiskriminasi

ODHA Merasa masih Didiskriminasi

 Foto ANTARA/ Jefri Aries  PASANGAN suami istri itu tidak dapat menutupi kekecewaan terhadap RS Fatmawati yang memberi pelayanan berbeda dari rumah sakit sebelumnya. Di mana, para tim kesehatan dianggap belum mengetahui perkembangan terbaru dunia kesehatan terkait HIV/AIDS seusuai aturan WHO.  “Kalaupun mereka tahu, mereka tetap mengikuti standar rumah sakit walau itu merugikan pasien HIV positif. Kalaupun RS Fatmawati mengklaim sudah tidak melakukan diskriminasi atau stigma kepada ODHA, menurut saya itu masih omong kosong,” ujar sang istri. read more

Pasien B20 itu Diperlakukan Berbeda

Pasien B20 itu Diperlakukan Berbeda

Foto ANTARA Jefri Aries  KEKECEWAAN perempuan dengan HIV itu terus bertambah. Selain melarang menjalani persalinan normal, dia juga tidak bisa memberi ASI kepada sang bayi. Selain itu, papar dia, RS Fatmawati menempatkan dirinya dan sang bayi di ruangan khusus dan langsung diberikan susu formula. “Kenapa bayi saya ditaruh di ruangan yang seharusnya bukan ruangan bayi, sendirian,” ungkap dia.

Ruangan yang terletak paling ujung itu tidak berisi boks bayi. Kotak tempat bayinya adalah satu-satunya di ruangan itu dan dikelilingi berbagai peralatan yang sudah tidak terpakai seperti lampu sorot dan sebagainya. “Mungkin seharusnya itu ruangan untuk barang, tapi anak saya ditaruh di sana,” tuturnya lirih. read more

Belum Seluruh Rumah Sakit Paham Penanganan ODHA

Belum Seluruh Rumah Sakit Paham Penanganan ODHA

(dok. Media Indonesia)  Sudah satu windu Indonesia berupaya mengendalikan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV), atau sejenis virus yang menyerang sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah bentuk lanjut dari infeksi HIV, yang merupakan kumpulan gejala menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, HIV AIDS yang pertama kali ditemukan di Provinsi Bali pada 1987 sudah menyebar hampir di seluruh kabupaten/kota di setiap provinsi di Indonesia. read more

Obat HIV pada orang sehat efektif membunuh virus

Obat HIV pada orang sehat efektif membunuh virus

Obat antiretroviral yang diberikan kepada orang sehat akan membunuh virus HIV.    Pemberian obat HIV pada orang sehat atau sebelum terinfeksi dipandang sebagai cara yang sangat efektif dalam mencegah penyebaran virus HIV. Obat akan menunggu kedatangan virus dan membunuhnya, jika memang sampai memasuki tubuh seseorang. Pendekatan ini bergantung pada salah satu terobosan terbesar – obat antiretroviral, lapor wartawan BBC James Gallagher.

Penelitian yang dilakukan Medical Research Council and Public Health Inggris memperlihatkan bahwa pemberian obat HIV sementara orang masih sehat menyebabkan penurunan infeksi baru sebesar 86%. read more

Kampanye WHO untuk akhiri jarum suntik bekas

Kampanye WHO untuk akhiri jarum suntik bekas

Jarum suntik yang terkontimnasi menyebabkan jutaan kasus HIV dan Hepatitis setiap tahun.   Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan kampanye besar-besaran untuk mengurangi infeksi yang disebabkan oleh jarum suntik bekas.

Jarum suntik yang kotor dan terkontaminasi menjadi penyebab jutaan kasus HIV dan Hepatitis setiap tahun.

Di satu desa di Kamboja lebih dari 270 orang diyakini terkena HIV -virus yang menyebabkan AIDS- karena seorang pekerja kesehatan tidak resmi menggunakan jarum-jarum suntik bekas, yang kemudian menyebarkan penyakit tersebut.

WHO mendesak penggunaan jarum suntik sekali pakai (single-use syringe) yang mereka harapkan menjadi praktik baku pada 2020. read more