PBB meluncurkan inisiatif ‘All In’ untuk mengakhiri AIDS pada remaja

PBB meluncurkan inisiatif ‘All In’ untuk mengakhiri AIDS pada remaja

Peer educator Arafat speaks with a group of school children and distribute HIV/AIDS awareness materials, in a community in Khartoum, Sudan. Photo: UNICEF/SUDA2014-XX166/Noorani  Dalam memerangi HIV/AIDS, kemajuan untuk remaja telah tertinggal, para pemimpin dunia telah berkumpul di suatu pertemuan PBB di Nairobi, Kenya, dan menekankan pada hari Selasa (17/2), saat mereka meluncurkan inisiatif global yang bertujuan untuk mengakhiri penyebab utama kedua kematian di antara kaum muda di seluruh dunia.

Sementara kemajuan besar telah dicapai di hampir setiap bidang respon terhadap virus penurun kekebalan tubuh manusia, hanya satu dari empat anak dan remaja di bawah usia 15 tahun memiliki akses terhadap pengobatan yang dapat menyelamatkan jiwa. Dan kematian mulai menurun pada semua kelompok umur, kecuali di antara usia 10-19 tahun, menurut PBB. read more

Peneliti Belgia Temukan Strain HIV Baru yang Lebih Agresif di Kuba

Peneliti Belgia Temukan Strain HIV Baru yang Lebih Agresif di Kuba

ilustrasi   Leuven, Belgia, Baru-baru ini peneliti dari Belgia mengklaim menemukan strain virus penyebab AIDS yang baru di Amerika Tengah. Masalahnya, strain ini konon lebih agresif dari strain HIV yang pernah ada.

Tim peneliti dari University of Leuven, Belgia mendapatkan fakta ini setelah mempelajari sejumlah kasus HIV (Human Imunodeficiency Virus) di Kuba. Di negara yang terletak di kawasan Amerika Tengah ini dilaporkan terjadi peningkatan jumlah pasien AIDS hanya dalam kurun tiga tahun setelah terpapar HIV untuk pertama kali. read more

Kemenkes Pastikan HIV Tidak Menular Melalui Pakaian Bekas

Kemenkes Pastikan HIV Tidak Menular Melalui Pakaian Bekas

ilustrasi indonewstoday  Jakarta, HIV (Human Imunodeficiency Virus) bisa menular melalui tiga cara yakni lewat darah, cairan kelamin, dan dari ibu ke anak. Sehingga tidak tepat jika HIV disebut-sebut bisa menular melalui pakaian bekas.

“Sampai saat ini penularan HIV hanya melalui tiga cara tersebut. Selain itu, virus HIV hanya bisa hidup di tubuh manusia, jadi begitu keluar dari tubuh manusia dia akan mati,” tegas dr Endang Budi Hartuti dari Subdit AIDS dan PMS Kemenkes RI.

“Virus tersebut punya survival yang tidak begitu bagus ketika sudah berada di luar tubuh manusia,” imbuh dr Endang saat dihubungi detikHealth, Rabu (4/2/2015). read more

Soal Baju Bekas Bisa Tularkan HIV, Menteri Gobel Sampaikan Klarifikasi

Soal Baju Bekas Bisa Tularkan HIV, Menteri Gobel Sampaikan Klarifikasi

ilustrasi krjogja  Jakarta, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menulai kecaman karena menyebut HIV (Human Imunodeficiency Virus) bisa menular lewat baju bekas impor. Melalui akun twitter, Menteri Gobel segera menyampaikan maaf dan klarifikasi.

“Mohon maaf, saya klarifikasi: mengenai pemakaian pakaian bekas bisa menularkan berbagai macam penyakit. Thanks atas koreksi berbagai pihak,” tulis Menteri Gobel melalui akun @RachmatGobel, seperti dikutip pada Rabu (4/2/2015).

Sebelumnya, dalam wawancara dengan media Menteri Gobel menyebut pakaian bekas impor bisa menularkan berbagai penyakit termasuk penyakit kulit dan infeksi HIV. Selama ini Indonesia memang melarang impor pakaian bekas karena membuat industri tekstil beskala kecil di dalam negeri tidak berkembang. read more

Wow! Aplikasi Smartphone Ini Mampu Cek HIV dan Raja Singa dalam 15 Menit

Wow! Aplikasi Smartphone Ini Mampu Cek HIV dan Raja Singa dalam 15 Menit

ilustrasi sodtwarehiv  Jakarta, Aplikasi pengecek denyut jantung, asisten diet hingga penghitung kalori menjadi aplikasi kesehatan yang ramai digunakan oleh pemakai smartphone. Kini seiring berkembangnya teknologi, tes darah untuk mengecek HIV dan penyakit raja singa juga sudah bisa dilakukan dengan smartphone.

Adalah para peneliti dari Columbia University yang mengembangkan aplikasi ini. Dengan menempelkan alat sensor darah di smartphone Anda, dalam 15 menit status HIV dan penyakit raja singa atau sifilis dapat segera Anda ketahui. read more

Hasil Riset Ilmuwan Prancis; Kode Genetik HIV Diubah, Pasien AIDS Bisa Sembuh

Hasil Riset Ilmuwan Prancis; Kode Genetik HIV Diubah, Pasien AIDS Bisa Sembuh

Foto Ilustrasi AFP  PARIS – Penderita HIV/AIDS punya harapan baru untuk bisa sembuh dari penyakit mematikan tersebut. Para ilmuwan di Prancis menemukan rekayasa genetika yang mengakibatkan virus penyebab HIV/AIDS itu tidak bisa berkembang biak. Penemuan tersebut mereka tuangkan dalam jurnal Mikrobiologi Klinik dan Infeksi. Jika dikembangkan, hal itu bisa menjadi strategi yang baru untuk memerangi penyebaran penyakit tersebut.

’’Penemuan ini ibarat sebuah jalan besar untuk penyembuhan,’’ ujar salah seorang penulis jurnal Didier Raoult dari Institut Kesehatan dan Penelitian Medis Prancis kemarin (4/11). read more

Studi: Penggunaan Craiglist Tingkatkan Risiko Mengidap HIV

Studi: Penggunaan Craiglist Tingkatkan Risiko Mengidap HIV

Ilustrasi virus HIV/Aids (Shutterstock).  Suara.com – Sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan hubungan antara penggunaan Craiglist dengan meningkatnya jumlah penderitah HIV Aids. Penelitian yang digelar Universitas Minnesota itu menunjukkan bahwa untuk tiap orang yang baru mengenal situs iklan baris personal itu, maka risiko munculnya kasus HIV baru naik sebesar 16 persen.

Dalam penelitian itu para ilmuwan menganalisis data Craiglist dari 33 negara bagian di AS selama 1999 sampai 2008.

Meningkatnya kasus HIV tampak ketika membandingkan penggunaan Craiglist di wilayah-wilayah yang belum mengenal situs layanan iklan baris itu dengan daerah lain yang sudah aktif menggunakannya selama setidaknya satu tahun. read more

MENKES SAMPAIKAN DUA UPAYA PENTING PENGENDALIAN HIV-AIDS

MENKES SAMPAIKAN DUA UPAYA PENTING PENGENDALIAN HIV-AIDS

ilustrasi nichd.nih.gov  Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang mengalami perkembangan epidemi HIV yang cepat. Meski prevalensi HIV di antara orang dewasa secara umum masih rendah, kecuali di Tanah Papua, namun prevalensi HIV pada kelompok populasi tertentu masih tinggi, seperti pada pengguna Napza Suntik atau pengguna narkoba suntik (Penasun), pekerja seks komersial (PSK) dan lelaki suka seks dengan lelaki (LSL).

Upaya pengendalian HIV-AIDS dan infeksi menular seksual (IMS) dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penularan dan penyebaran HIV-AIDS dan IMS di kalangan masyarakat. Salah satu pendekatan pengendalian HIV-AIDS dan IMS adalah perubahan perilaku berisiko. Di samping itu, bagi mereka yang sudah tertular HIV atau disebut orang dengan HIV-AIDS (ODHA), diberikan terapi antiretroviral (ARV) untuk mencegah kematian atau mortalitas, memperpanjang umur, dan meningkatkan kualitas hidupnya. read more

Mendag Gobel Dikritik Aktivis HIV-AIDS Karena Baju Bekas Impor

Mendag Gobel Dikritik Aktivis HIV-AIDS Karena Baju Bekas Impor

ilustrasi ngonoodotcom  Jakarta -Dalam sebuah kesempatan, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menyebut pakaian bekas impor berbahaya karena bisa menularkan HIV (Human Imunodeficiency Virus). Pernyataan tersebut menuai kecaman dari Indonesia AIDS Coalition (IAC).

Dalam keterangan tertulisnya, IAC menyebut pernyataan Menteri Gobel menyesatkan dan ‘berbau hoax’ karena HIV hanya menular melalui kontak cairan tubuh. Salah paham tentang cara penularan virus mematikan tersebut, dikhawatirkan akan menciptakan stigma negatif terhadap upaya penanggulangan HIV. read more

Tenaga Rehabilitasi Korban Narkoba Kurang

Tenaga Rehabilitasi Korban Narkoba Kurang

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Sosial masih kekurangan tenaga rehabilitasi penyalahguna narkotika dan obat-obatan berbahaya. Penyediaan tenaga untuk rehabilitasi itu penting karena dalam enam bulan ke depan Kementerian Sosial menargetkan penanganan 10.000 penyalahguna narkoba.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Samsudi mengatakan, untuk merehabilitasi 10.000 penyalahguna narkoba dibutuhkan 700 pekerja sosial (peksos) dan 500 konselor adiksi dengan rasio yaitu 1 peksos menangani 7 orang penyalahguna narkoba dan 1 orang konselor adiksi menangani 10 penyalahguna narkoba. Namun, saat ini, baru tersedia 117 peksos dan 113 konselor adiksi sehingga Kemensos masih kekurangan 583 peksos dan 387 konselor adiksi. read more