LECTURE SERIES RISIKO PENULARAN HIV PADA PASANGAN POPULASI KUNCI

Jumlah kasus penularan HIV di Indonesia mulai bergeser dari pengguna napza suntik (penasun) ke penularan melalui hubungan seksual yang tidak aman. Data Kementerian Kesehatan (2016) menyatakan penularan HIV melalui hubungan seksual secara heteroseksual mendominasi sekitar 61% dari seluruh kasus HIV dan AIDS yang dilaporkan akibat dari perilaku seks yang tidak aman terutama ditemukan pada pasangan intim. Risiko penularan HIV pada pasangan intim dipengaruhi oleh faktor sosial dan ekonomi. Perilaku penggunaan kondom, relasi gender, perilaku penggunaan alkohol, merupakan beberapa faktor yang termasuk faktor sosial yang berkontribusi pada risiko penularan HIV pada pasangan. Penggunaan napza suntik (penasun) disebutkan sebagai salah satu perilaku yang berkontribusi pada penularan HIV pada pasangan (Sylversten et al, 2013; Nadol et al, 2015; Murthy, 2012; Gilbert 2010). Terdapat beberapa faktor yang berkontribusi pada tingginya penularan HIV pada pasangan intim di kelompok penasun, seperti penggunaan kondom yang rendah (El Bassel et al, 2014; Chakrapani, 2012) dan pasangan penasun yang tidak mengetahui status HIV pasangannya (Manaf et al, 2013). read more

WORKSHOP: Pengantar Analisis dan Visualisasi Data menggunakan Excel

Seringkali kita mendapat kesulitan dalam mengolah dan menganalisa data. Banyaknya data yang dimiliki membuat kita bingung akan bagaimana data-data tersebut dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pekerjaan, penelitian atau dalam hal tugas kuliah. Sebenarnya cukup banyak software-software untuk pengolahan data yang dapat dimanfaatkan, misalnya SPSS, STATA, Minitab, SAS, dan lain sebagainya. Namun masing-masing software memiliki kelebihan/kekurangan serta kerumitan tersendiri, terlebih lagi sebagian besar dari software tersebut memiliki harga yang cukup mahal. read more

LECTURE SERIES PAHAM DAN PEDULI HIV/AIDS 2019

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Penularan virus HIV dapat terjadi melalui cairan tubuh seperti darah, cairan vagina, sperma, dan ASI, namun tidaklah semudah yang dibayangkan atau mitos-mitos yang berkembang di masyarakat. Ada beberapa persyaratan atau kondisi yang harus dipenuhi  sehingga virus HIV dari seseorang dapat menulari orang lain, yang kita kenal dengan 4 prinsip penularan HIV, yaitu Exit, Survive, Sufficient dan Enter. Harus ada virus HIV yang keluar melalui cairan tubuh penginap HIV yang dapat bertahan hidup sampai virus tersebut masuk ke cairan tubuh orang lain dengan jumlah yang memadai dan masuk ke dalam tubuh seseorang, jika keempat prinsip ini terpenuhi barulah seseorang tersebut berisiko untuk tertular virus HIV. read more

“Kualitas melalui inklusi”: Evaluasi pelatihan dan advokasi layanan kesehatan oleh komunitas di Indonesia

“Kualitas melalui inklusi”: Evaluasi pelatihan dan advokasi layanan kesehatan oleh komunitas di Indonesia

Penelitian terhadap populasi minoritas seksual dan gender (atau LGBTI) seringkali membuktikan bahwa populasi ini lebih rentan untuk memiliki kondisi kesehatan yang terganggu. Penelitian dari Institute of Medicine (IOM,2011) misalnya, menemukan bahwa minoritas seksual dan gender lebih rentan untuk dilecehkan, menjadi korban viktimisasi, menderita depresi hingga kecenderungan bunuh diri, dan cenderung memiliki prevalensi konsumsi rokok dan alkohol yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan populasi heteroseksual. Hal ini bisa jadi ada hubungannya dengan kenyataan bahwa populasi tersebut masih hidup dalam stigma, marjinalisasi, dan diskriminasi. Kondisi hidup tersebut, secara langsung atau tidak langsung, kemudian mempengaruhi kondisi kesehatan populasi minoritas seksual dan gender. read more

Sumbangan untuk Permenkes RI No 21 Tahun 2013 yang Lebih Baik

Sumbangan untuk Permenkes RI No 21 Tahun 2013 yang Lebih Baik

Permenkes RI No 21 Tahun 2013 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS sudah digunakan selama lima tahun terakhir sebagai payung hukum yang menjadi fondasi dari seluruh program HIV-AIDS di Indonesia dalam semua level. Program-program yang diatur mencakup program individual dan keluarga, promosi kesehatan komunitas, pencegahan, diagnosa, perawatan, maupun rehabilitasi. Meskipun begitu, dalam lima tahun terakhir, banyak pula perubahan dan perkembangan terkait program HIV-AIDS yang mungkin belum dipertimbangkan dan dicantumkan dalam pembuatan Permenkes tersebut. Perkembangan terbaru tersebut mencakup ketersediaan akses pengobatan bagi ODHA tanpa mempedulikan tingkat keparahan dan CD4, promosi ARV, monitoring & evaluasi, dan lain sebagainya. Selain itu, perpindahan fungsi Komite Penanggulangan AIDS Nasional menjadi Program AIDS Nasional juga belum tercantum dalam peraturan tersebut. Padahal, peraturan tersebut selama ini sudah menjadi panduan dalam pembagian tugas antar distrik, provinsi, dan pemerintah pusat agar program HIV yang ada dapat dijalankan secara berkesinambungan. read more

Meningkatkan Strategi HIV Early Testing & Treatment lewat HATI (Inject)

Meningkatkan Strategi HIV Early Testing & Treatment lewat HATI (Inject)

HATI Inject (HIV Awal (Early) Testing & Treatment Indonesia for People Who Inject Drugs) merupakan proyek penelitian dan intervensi pilot kepada Penasun (pengguna napza suntik) dengan HIV di Indonesia, khususnya Jakarta dan Bandung. Penasun sendiri merupakan populasi  dengan prevalensi HIV tertinggi, yaitu pada angka 40-55%. HATIinject merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Penelitian HIV/AIDS UNIKA Atma Jaya, Universitas Padjajaran Bandung, RS Hasan Sadikin Bandung, Kirby Institute UNSW Australia, dan World Health Organization (WHO) Indonesia. Tujuan dari proyek ini ada dua, yaitu : read more

Pelibatan Bidan dalam Penanggulangan HIV  Melalui Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak

Pelibatan Bidan dalam Penanggulangan HIV Melalui Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak

Jakarta. Dalam penularan HIV dari ibu ke bayi selama masa kehamilan dapat terjadi melalui hubungan transplasenta dengan risiko 5 sampai 10%. Plasenta merupakan sumber bagi bayi untuk mendapatkan nutrisi selama berada di dalam kandungan. Jika plasenta telah terinfeksi virus HIV, darah ibu yang sudah terinfeksi tersebut akan bercampur dengan darah bayi sehingga resiko tertular HIV pada bayi sangat besar. Oleh karena itu, asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil trimester I, II dan III dengan status HIV + sangat diperlukan. read more

Perayaan 6 Tahun Lentera Anak Pelangi

Perayaan 6 Tahun Lentera Anak Pelangi

Program pengurangan dampak terburuk dan pendampingan pada anak terinfeksi HIV harus dilakukan dengan pendekatan multidisiplin. Lentera Anak Pelangi (LAP) sejak tahun 2009 telah mengembangkan sebuah program pendampingan anak terinfeksi HIV di DKI Jakarta melalui berbagai pendekatan yaitu pendampingan dari segi kesehatan, psikososial dan advokasi. Tahun ini tepatnya bulan Februari ini, LAP telah mencapai tahun keenamnya dalam mendampingi anak terinfeksi HIV dan keluarganya.

Salah satu dampak HIV dan AIDS pada anak adalah pada masalah kesehatannya. Berkurangnya sistem kekebalan tubuh pada anak terinfeksi HIV dapat mengakibatkan anak mudah terserang penyakit. Hal ini tentu erat kaitannya dengan sanitasi baik dirinya sendiri maupun lingkungan di mana Ia tinggal. Dalam melakukan pendampingannya, LAP berusaha untuk menyampaikan pesan akan pentingnya sanitasi ini kepada anak dan orangtua/pelaku rawat. Kebanyakan dari dampingan LAP tinggak di lingkungan yang memang sudah buruk kondisi sanitasinya dan tidak layak untuk ditinggali, namun dengan mengetahui pentingnya hidup bersih dan sehat, harapannya paling tidak mereka dapat menciptakan rumah yang bersih dan layak untuk ditinggali. read more

Kios Atma Jaya: Anual Report 2014 Banten

Kios Atma Jaya: Anual Report 2014 Banten

Tahun 2014 baru saja berlalu. Namun kesan yang dirasakan begitu kuat. Ada banyak cerita yang tersimpan dan dibukukan dalam selembar cerita lapangan yang mudah-mudahan dapat berguna bagi kita semua terutama para pembaca dan pemerhati masalah epidemi HIV dan AIDS.

Cerita Kios hanyalah serpihan kecil dari banyaknya cerita Program Harm Reduction yang ada di ujung Barat pulau Jawa. Dengan segala kondisi dan topografi wilayah yang terbentang Luas, kota dan kabupaten Tangerang selalu menarik untuk melihat rentetan cerita lapangan, mulai dari mobiltas para pecandu narkotika, karakteristik, topografi wilayah hingga ketimpangan antara idealisme dan realita di lapangan yang sering berbenturan dengan idealisme dengan yang sebenarnya. read more

Inilah Kami KIOS: Laporan Kegiatan Program Tahun 2014

Inilah Kami KIOS: Laporan Kegiatan Program Tahun 2014

Tidak Kenal Lelah…….

Itulah gambaran kerja kerja kios selama peri- ode 9 bulan ini, meskipun banyak tantangan di sana sini, pergulatan dengan segala per- masalahan di lapangan rupanya menjadi bagian dalam sejarah pribadi dan kelompok kerja.
Banyaknya persoalan di lapangan mulai dari mixing drugs, penggerebekan bahkan kekerasan yang mewarnai perjalanan HR di Jakarta Barat menjadi cerita yang menarik. Belum lagi beban pekerjaan yang bertambah karena pemerintah lewat KPA menginplementasikan program mereka kepada LSM. Se- but saja penjangkauan VCT, bulan bakti VCT, SUFA dan lain sebagainya.
Namun hal yang menarik bahwa semua kegi- atan di atas tidak mengurangi standar Kios da- lam bekerja, terlihat capaian yang cukup signi- fikan. Hal itu lebih karena semua kegiatan da- pat di kelola dan dimonitor dengan baik.
Mudah-mudahan ini tidak membuat kita jadi bangga, tetapi terus menjaga kualitas kerja dengan maximal. By John read more