“Kualitas melalui inklusi”: Evaluasi pelatihan dan advokasi layanan kesehatan oleh komunitas di Indonesia

“Kualitas melalui inklusi”: Evaluasi pelatihan dan advokasi layanan kesehatan oleh komunitas di Indonesia

Penelitian terhadap populasi minoritas seksual dan gender (atau LGBTI) seringkali membuktikan bahwa populasi ini lebih rentan untuk memiliki kondisi kesehatan yang terganggu. Penelitian dari Institute of Medicine (IOM,2011) misalnya, menemukan bahwa minoritas seksual dan gender lebih rentan untuk dilecehkan, menjadi korban viktimisasi, menderita depresi hingga kecenderungan bunuh diri, dan cenderung memiliki prevalensi konsumsi rokok dan alkohol yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan populasi heteroseksual. Hal ini bisa jadi ada hubungannya dengan kenyataan bahwa populasi tersebut masih hidup dalam stigma, marjinalisasi, dan diskriminasi. Kondisi hidup tersebut, secara langsung atau tidak langsung, kemudian mempengaruhi kondisi kesehatan populasi minoritas seksual dan gender. read more

Sumbangan untuk Permenkes RI No 21 Tahun 2013 yang Lebih Baik

Sumbangan untuk Permenkes RI No 21 Tahun 2013 yang Lebih Baik

Permenkes RI No 21 Tahun 2013 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS sudah digunakan selama lima tahun terakhir sebagai payung hukum yang menjadi fondasi dari seluruh program HIV-AIDS di Indonesia dalam semua level. Program-program yang diatur mencakup program individual dan keluarga, promosi kesehatan komunitas, pencegahan, diagnosa, perawatan, maupun rehabilitasi. Meskipun begitu, dalam lima tahun terakhir, banyak pula perubahan dan perkembangan terkait program HIV-AIDS yang mungkin belum dipertimbangkan dan dicantumkan dalam pembuatan Permenkes tersebut. Perkembangan terbaru tersebut mencakup ketersediaan akses pengobatan bagi ODHA tanpa mempedulikan tingkat keparahan dan CD4, promosi ARV, monitoring & evaluasi, dan lain sebagainya. Selain itu, perpindahan fungsi Komite Penanggulangan AIDS Nasional menjadi Program AIDS Nasional juga belum tercantum dalam peraturan tersebut. Padahal, peraturan tersebut selama ini sudah menjadi panduan dalam pembagian tugas antar distrik, provinsi, dan pemerintah pusat agar program HIV yang ada dapat dijalankan secara berkesinambungan. read more

Meningkatkan Strategi HIV Early Testing & Treatment lewat HATI (Inject)

Meningkatkan Strategi HIV Early Testing & Treatment lewat HATI (Inject)

HATI Inject (HIV Awal (Early) Testing & Treatment Indonesia for People Who Inject Drugs) merupakan proyek penelitian dan intervensi pilot kepada Penasun (pengguna napza suntik) dengan HIV di Indonesia, khususnya Jakarta dan Bandung. Penasun sendiri merupakan populasi  dengan prevalensi HIV tertinggi, yaitu pada angka 40-55%. HATIinject merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Penelitian HIV/AIDS UNIKA Atma Jaya, Universitas Padjajaran Bandung, RS Hasan Sadikin Bandung, Kirby Institute UNSW Australia, dan World Health Organization (WHO) Indonesia. Tujuan dari proyek ini ada dua, yaitu : read more

Pelibatan Bidan dalam Penanggulangan HIV  Melalui Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak

Pelibatan Bidan dalam Penanggulangan HIV Melalui Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak

Jakarta. Dalam penularan HIV dari ibu ke bayi selama masa kehamilan dapat terjadi melalui hubungan transplasenta dengan risiko 5 sampai 10%. Plasenta merupakan sumber bagi bayi untuk mendapatkan nutrisi selama berada di dalam kandungan. Jika plasenta telah terinfeksi virus HIV, darah ibu yang sudah terinfeksi tersebut akan bercampur dengan darah bayi sehingga resiko tertular HIV pada bayi sangat besar. Oleh karena itu, asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil trimester I, II dan III dengan status HIV + sangat diperlukan. read more

Perayaan 6 Tahun Lentera Anak Pelangi

Perayaan 6 Tahun Lentera Anak Pelangi

Program pengurangan dampak terburuk dan pendampingan pada anak terinfeksi HIV harus dilakukan dengan pendekatan multidisiplin. Lentera Anak Pelangi (LAP) sejak tahun 2009 telah mengembangkan sebuah program pendampingan anak terinfeksi HIV di DKI Jakarta melalui berbagai pendekatan yaitu pendampingan dari segi kesehatan, psikososial dan advokasi. Tahun ini tepatnya bulan Februari ini, LAP telah mencapai tahun keenamnya dalam mendampingi anak terinfeksi HIV dan keluarganya.

Salah satu dampak HIV dan AIDS pada anak adalah pada masalah kesehatannya. Berkurangnya sistem kekebalan tubuh pada anak terinfeksi HIV dapat mengakibatkan anak mudah terserang penyakit. Hal ini tentu erat kaitannya dengan sanitasi baik dirinya sendiri maupun lingkungan di mana Ia tinggal. Dalam melakukan pendampingannya, LAP berusaha untuk menyampaikan pesan akan pentingnya sanitasi ini kepada anak dan orangtua/pelaku rawat. Kebanyakan dari dampingan LAP tinggak di lingkungan yang memang sudah buruk kondisi sanitasinya dan tidak layak untuk ditinggali, namun dengan mengetahui pentingnya hidup bersih dan sehat, harapannya paling tidak mereka dapat menciptakan rumah yang bersih dan layak untuk ditinggali. read more

Kios Atma Jaya: Anual Report 2014 Banten

Kios Atma Jaya: Anual Report 2014 Banten

Tahun 2014 baru saja berlalu. Namun kesan yang dirasakan begitu kuat. Ada banyak cerita yang tersimpan dan dibukukan dalam selembar cerita lapangan yang mudah-mudahan dapat berguna bagi kita semua terutama para pembaca dan pemerhati masalah epidemi HIV dan AIDS.

Cerita Kios hanyalah serpihan kecil dari banyaknya cerita Program Harm Reduction yang ada di ujung Barat pulau Jawa. Dengan segala kondisi dan topografi wilayah yang terbentang Luas, kota dan kabupaten Tangerang selalu menarik untuk melihat rentetan cerita lapangan, mulai dari mobiltas para pecandu narkotika, karakteristik, topografi wilayah hingga ketimpangan antara idealisme dan realita di lapangan yang sering berbenturan dengan idealisme dengan yang sebenarnya. read more

Inilah Kami KIOS: Laporan Kegiatan Program Tahun 2014

Inilah Kami KIOS: Laporan Kegiatan Program Tahun 2014

Tidak Kenal Lelah…….

Itulah gambaran kerja kerja kios selama peri- ode 9 bulan ini, meskipun banyak tantangan di sana sini, pergulatan dengan segala per- masalahan di lapangan rupanya menjadi bagian dalam sejarah pribadi dan kelompok kerja.
Banyaknya persoalan di lapangan mulai dari mixing drugs, penggerebekan bahkan kekerasan yang mewarnai perjalanan HR di Jakarta Barat menjadi cerita yang menarik. Belum lagi beban pekerjaan yang bertambah karena pemerintah lewat KPA menginplementasikan program mereka kepada LSM. Se- but saja penjangkauan VCT, bulan bakti VCT, SUFA dan lain sebagainya.
Namun hal yang menarik bahwa semua kegi- atan di atas tidak mengurangi standar Kios da- lam bekerja, terlihat capaian yang cukup signi- fikan. Hal itu lebih karena semua kegiatan da- pat di kelola dan dimonitor dengan baik.
Mudah-mudahan ini tidak membuat kita jadi bangga, tetapi terus menjaga kualitas kerja dengan maximal. By John read more

Teratur Minum Obat untuk Anak-Anak Terinfeksi HIV

Teratur Minum Obat untuk Anak-Anak Terinfeksi HIV

Orang yang hidup dengan HIV, termasuk anak-anak, harus mengkonsumsi obat anti retroviral (ARV) seumur hidup. Dikarenakan Virus HIV selalu mencari kesempatan untuk berkembangbiak dan merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Perkembangan virus bisa dicegah dengan meminum obat ARV. Bukan sekedar meminumnya setiap hari, ARV harus diminum secara teratur. Apa itu teratur? Teratur berarti meminum obat yang tepat, di waktu yang tepat, dan dengan cara yang tepat. Banyak orang yang tidak terlalu peduli dengan keteraturan ini sehingga mereka bukan tak mungkin melewatkan satu atau dua obat dalam setiap bulannya. Bahkan bagi mereka yang sudah mengkonsumi ARV sekian tahun, bukan tak mungkin merasa bosan dan jenuh sehingga keteraturannya menurun. read more

Evaluasi SUFA di Tingkat Komunitas

Pada 10 Februari 2014 lalu PKBI berinisiatif untuk mengadakan kegiatan untuk membahas mengenai SUFA di antara komunitas. Pertemuan ini direncanakan akan dihadiri oleh beberapa CSO nasional, namun yang hadir pada pertemuan kali ini adalah PKBI, GWL-INA, dan PPH Unika Atma Jaya. Diskusi ini diawali dengan membahas secara singkat mengenai teknis pelaksanaan SUFA dari kelompok komunitas. Pada pilot project SUFA yang sudah dimulai tahun lalu, 9 CSO nasional diminta untuk memfasilitasi persiapan pelaksanaan SUFA di Kabupaten/Kota yang terpilih. read more

Penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia Ditinjau dari Perspektif Struktur Sosial dan Kesehatan Masyarakat

Penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia Ditinjau dari Perspektif Struktur Sosial dan Kesehatan Masyarakat

Kamis, 16 Januari 2014, PKBI mengadakan suatu diskusi yang membahas penanggulangan HIV & AIDS di Indonesia namun belum ada hasil yang menggembirakan dari pekerjaan yang sudah dilakukan selama 25 tahun ini. Tidak terlihatnya manfaat dari hasil kerja selama ini karena kurang adanya koordinasi antara para aktor yang terlibat di dalamnya. Lembaga donor menuntut penurunan epidemi HIV, pemerintah membuat berbagai kebijakan, para pakar dan akademisi memberikan berbagai rekomendasi, sedangkan organisasi masyarakat sipil berada di tengah-tengah dalam menghadapi masyarakat dan tuntutan dari pemegang peranan lainnya. Masing-masing pihak disibukkan dengan peranannya dan melakukan koordinasi seperlunya. read more