Diseminasi Hasil Penelitian

Diseminasi Hasil Penelitian

Pada 31 Maret 2016 di Unika Atma Jaya dilaksanakan diseminasi hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Pebelitian HIV (PPH) Atma Jaya. Acara ini dihadiri sebanyak hamper 50 orang dari stake holder dan LSM yang terkait dengan isu HIV AIDS. Ada tiga hasil penelitian yang dipresentasikan oleh para peneliti PPH Atma Jaya. Peneltian pertama; Intergrasi Respon HIV AIDS ke dalam system kesehatan dan efektifitas program layanan alat suntik steril (LASS) di DKI Jakarta yang dipresentasikan. Penelitian kedua oleh Anindita Gabriella. Peneltian kedua; Perilaku Beresiko HIV, Relasi Sosial dan Relasi Seksual Pengguna Sabu di Indosia, dibawakan oleh Lette. Peneltian terakhir; Survei Awal Akses Waria ke Layanan Publik di presentasikan oleh Theresia Arum. Acara diakhiri dengan tanya jawab dan diskusi. read more

Pentingnya Tes Viral Load Untuk Orang Dengan HIV AIDS (ODHA)

Pentingnya Tes Viral Load Untuk Orang Dengan HIV AIDS (ODHA)

Pada hari Senin tanggal 29 Febuari 2016, PPH Atma Jaya mengadakan diskusi yang membahas permasalahan tes Viral Load (VL) Untuk Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) dengan menghadirkan narasumber Eky dari Positif Hope Indonesia dan Antonio ODHA yang bekerja di Unit Carlo RS. Carolus Jakarta. Positif Hope Indonesia sedang memperjuangakan agar ODHA dapat mengkases layanan tes Viral Load gratis. Walaupun sudah ada pernyataan dari pejabat berwenang yang mengatakan tes VL gratis tapi pada kenyataan di lapangannya belum terlaksana. read more

Pelibatan Bidan dalam Penanggulangan HIV  Melalui Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak

Pelibatan Bidan dalam Penanggulangan HIV Melalui Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak

Jakarta. Dalam penularan HIV dari ibu ke bayi selama masa kehamilan dapat terjadi melalui hubungan transplasenta dengan risiko 5 sampai 10%. Plasenta merupakan sumber bagi bayi untuk mendapatkan nutrisi selama berada di dalam kandungan. Jika plasenta telah terinfeksi virus HIV, darah ibu yang sudah terinfeksi tersebut akan bercampur dengan darah bayi sehingga resiko tertular HIV pada bayi sangat besar. Oleh karena itu, asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil trimester I, II dan III dengan status HIV + sangat diperlukan. read more

Workshop Analisa Data Kuantitatif: Mengotimalkan data mentah untuk bahan advokasi

Workshop Analisa Data Kuantitatif: Mengotimalkan data mentah untuk bahan advokasi

   Analisa data menjadi salah satu komponen penting dalam program kesehatan. Pengolahan data yang akurat dapat digunakan untuk mengevaluasi program, memetakan situasi kesehatan terkini dan juga mengetahui perilaku dan respon penerima manfaat program. Selain itu, data yang akurat juga dapat menjadi salah satu bukti penting dalam melakukan advokasi. Sayangnya, kemampuan untuk melakukan analisa data di komunitas penggiat HIV masih terbatas.

Pusat Penelitian HIV/AIDS Atma Jaya (PPH) berkomitmen untuk mendukung peningkatan kapasitas komunitas HIV melalui program serial pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan penanggulangan HIV di Indonesia. Setelah sebelumnya mengangkat topic analisa data kualitatif, topik peningkatan kapasitas yang akan dilakukan pada periode dua adalah analisa data kuantitatif. Pengolahan data secara kuantitatif memiliki beberapa manfaat; data yang dihasilkan sangat objektif dan dapat diandalkan; dapat melihat hubungan antara variable dan menegakan hubungan relasai dan penyebab; mengetes teori dan hipotesa. read more

PERLUKAH KRIMINALISASI DALAM PENCEGAHAN HIV?

PERLUKAH KRIMINALISASI DALAM PENCEGAHAN HIV?

  Jakarta. Perkembangan penanganan HIV/AIDS kini tidak hanya mendapatkan tantangan di bidang penanganan secara medis, persamaan hak-hak dan kewajiban sipil dan sosial ekonomi namun juga peluang adanya kriminalisasi kepada mereka yang hidup dengan HIV/AIDS terkait adanya aturan hukum di beberapa negara dan wilayah atas perbuatan terkait risiko penularan HIV.

Peneliti Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Siradj Okta, SH., LL.M mengemukakan putusan pengadilan di Inggris, Amerika Serikat, dan Peraturan Daerah provinsi prevalensi tinggi di Indonesia telah memuat sanksi pidana atas perbuatan terkait risiko penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus). read more

Pelaksanaan Kegiatan Integrasi Penemuan Kasus TB Aktif ke Dalam Kegiatan Penjangkauan  pada Populasi Kunci dalam Penanggulangan HIV dan AIDS

Pelaksanaan Kegiatan Integrasi Penemuan Kasus TB Aktif ke Dalam Kegiatan Penjangkauan pada Populasi Kunci dalam Penanggulangan HIV dan AIDS

   Jakarta. Secara global TB merupakan penyebab kematian yang utama dan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang tidak kunjung tuntas di negara-negara berkembang (WHO, 2013). Meski sudah ada upaya untuk meningkatkan penyediaan layanan kesehatan untuk TB yang meluas dan berupaya untuk membuka berbagai hambatan bagi masyarakat untuk mengakses layanan tersebut tetapi pada kenyataannya masih banyak orang yang tidak terdeteksi, tidak terdiagnosis, tidak memperoleh perawatan secara paripurna atau bahkan angka kematian yang disebabkan oleh TB hingga 1,6 juta pertahun (WHO, 2008). Meski sudah ada program DOTS yang diperkenalkan sejak tahun 1995, di Indonesia hingga saat ini kematian yang diakibatkan oleh TB masih berkisar 64,000 orang per tahun, prevalensi TB berkisar 680,00 orang dan kasus TB baru berkisar 460,000 orang (WHO, 2014). read more

Perayaan 6 Tahun Lentera Anak Pelangi

Perayaan 6 Tahun Lentera Anak Pelangi

  Program pengurangan dampak terburuk dan pendampingan pada anak terinfeksi HIV harus dilakukan dengan pendekatan multidisiplin. Lentera Anak Pelangi (LAP) sejak tahun 2009 telah mengembangkan sebuah program pendampingan anak terinfeksi HIV di DKI Jakarta melalui berbagai pendekatan yaitu pendampingan dari segi kesehatan, psikososial dan advokasi. Tahun ini tepatnya bulan Februari ini, LAP telah mencapai tahun keenamnya dalam mendampingi anak terinfeksi HIV dan keluarganya.

Salah satu dampak HIV dan AIDS pada anak adalah pada masalah kesehatannya. Berkurangnya sistem kekebalan tubuh pada anak terinfeksi HIV dapat mengakibatkan anak mudah terserang penyakit. Hal ini tentu erat kaitannya dengan sanitasi baik dirinya sendiri maupun lingkungan di mana Ia tinggal. Dalam melakukan pendampingannya, LAP berusaha untuk menyampaikan pesan akan pentingnya sanitasi ini kepada anak dan orangtua/pelaku rawat. Kebanyakan dari dampingan LAP tinggak di lingkungan yang memang sudah buruk kondisi sanitasinya dan tidak layak untuk ditinggali, namun dengan mengetahui pentingnya hidup bersih dan sehat, harapannya paling tidak mereka dapat menciptakan rumah yang bersih dan layak untuk ditinggali. read more

Diseminasi Hasil Penelitian Evaluasi dan Intervensi Terapi Rumatan Metadon (PRTM) di DKI Jakarta

Diseminasi Hasil Penelitian Evaluasi dan Intervensi Terapi Rumatan Metadon (PRTM) di DKI Jakarta

  Pengguna napza suntik (penasun) adalah salah satu kelompok yang rentan terhadap infeksi HIV. Menurut hasil Survei Terpadu Biologi dan Perilaku (STBP) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2011, prevalensi HIV pada penasun sebesar 41% dan belum semua penasun mengikuti program pengurangan dampak buruk (harm reduction). Misalnya, hanya 53% yang mengakses layanan PTRM dan 50% yang mengakses Layanan Alat Suntik Steril (LASS).

Program PTRM diluncurkan secara resmi pada tahun 2006. Di propinsi DKI Jakarta terdapat 18 layanan PTRM yang tersebar di 5 wilayah dengan 1.193 penasun yang mengakses layanan tersebut secara aktif. Program PTRM diluncurkan mengingat gangguan adiksi memerlukan penanganan komprehensif, berproses, dan bersifat jangka panjang. read more

Kios Atma Jaya: Anual Report 2014 Banten

Kios Atma Jaya: Anual Report 2014 Banten

Tahun 2014 baru saja berlalu. Namun kesan yang dirasakan begitu kuat. Ada banyak cerita yang tersimpan dan dibukukan dalam selembar cerita lapangan yang mudah-mudahan dapat berguna bagi kita semua terutama para pembaca dan pemerhati masalah epidemi HIV dan AIDS.

Cerita Kios hanyalah serpihan kecil dari banyaknya cerita Program Harm Reduction yang ada di ujung Barat pulau Jawa. Dengan segala kondisi dan topografi wilayah yang terbentang Luas, kota dan kabupaten Tangerang selalu menarik untuk melihat rentetan cerita lapangan, mulai dari mobiltas para pecandu narkotika, karakteristik, topografi wilayah hingga ketimpangan antara idealisme dan realita di lapangan yang sering berbenturan dengan idealisme dengan yang sebenarnya. read more

Metode PrEP Dapat Mencegah HIV

Metode PrEP Dapat Mencegah HIV

Jakarta. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan beberapa kebijakan dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS, termasuk perluasan pengobatan ARV melalui “Strategic use of ARV (SUFA)” atau juga yang lebih dikenal dengan “test and treat”. Saat ini, salah satu alternative strategi dalam upaya penanggulangan HIV pada kelompok populasi kunci adalah intervensi biomedis yaitu ‘pengobatan sebagai pencegahan”, atau yang lebih dikena dengan istilah ilmiah Pre-exposure prophylaxis (PrEP ). read more