Catatan Seminar: Menyikapi Determinan Sosial dalam Penanggulangan HIV AIDS di Indonesia (1)

Catatan Seminar: Menyikapi Determinan Sosial dalam Penanggulangan HIV AIDS di Indonesia (1)

Pada tanggal 16 Maret 2017, Pusat Penelitian HIV AIDS Unika Atma Jaya menyelenggarakan seminar dengan topik “Menyikapi Determinan Sosial dalam Penanggulangan HIV AIDS di Indonesia” Seminar ini menghadirkan pembicara dari jaringan populasi kunci, LSM, Kementrian Kesehatan, profesional dan akademisi.

Kegiatan seminar ini akan dirangkum dalam empat artikel catatan seminar yang disusun sesuai sesi materi seminar.

Sesi 1: Permasalahan sosial dan struktural untuk mewujudkan pemenuhan hak atas kesehatan bagi populasi kunci read more

Peranan Masyarakat Sipil dalam Advokasi Revisi UU Narkotika

Peranan Masyarakat Sipil dalam Advokasi Revisi UU Narkotika

Pada 30 Agustus 2016. Pusat Penelitian HIV (PPH) Unika Atmaja mengadakan acara bulanan Lecture Series yang mengangkat topik Peranan Masyarakat Sipil dalam Advokasi Revisi UU Narkotika. Acara yang diadakan di Unika Atma Jaya dihadiri oleh 23 orag dari LSM HIV AIDS dan mahasiswa Unika Atma Jaya menghadirkan narasumber; Simplexisius Asa, Patri Handoyo, Asmin Fransiska, dan Darmawel Aswar dari BNN.

Perkembangan Revisi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

Perkembangan tentang wacana perevisian UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika mulai menguat ketika pada tahun 2013, rehabilitasi menjadi tolak ukur perlunya melakukan perevisi tersebut. Bahkan hal tersebut sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (proleknas). Ketika RUU masuk dalam proleknas, maka RUU tersebut perlu diutamakan. Pada tahun 2014, DPR Komisi 3 melakukan inisiasi untuk melakukan revisi UU tersebut. Pada proses isiasi tersebut, terjadi perubahan Kepala BNN, dari bapak Anang ke bapak Budi Waseso. Pada tahun 2015, Pak Budi Waseso, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan statement terkait niatnya untuk merevisi UU tersebut. Niat itu juga direstui oleh DPR lewat rapat yang diadakan oleh Badan Lesgislasi (Baleg) Komisi 3 DPR dengan menyetujui perevisian UU No. 35 tahun 2009. Dalam rapat selanjutnya, terdapat sepuluh RUU yang dijadikan sebagai proleknas prioritas yang seharusnya harus siap pada tahun 2016, namun tidak dapat dicapai pada tahun ini. Waktu yang dibutuhkan untuk membahas UU beserta NA adalah enam bulan. read more

Catatan Penelitian Dampak Penutupan Lokalisasi

Catatan Penelitian Dampak Penutupan Lokalisasi

Pada acara Lecture Series yang dilakukan secara rutin setiap bulanya, pada bulan ini membahas mengenai Catatan Penelitian Dampak Penutupan Lokalisasi. Acara ini dilaksanakan pada 24 Juni 2016 bertempat di Unika Atma Jaya, Jakarta dengan narasumber Ignatius Praptoraharjo – Peneliti Senior PPH Unika Atma Jaya dan Liana dari Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI). Dihadiri oleh 19 orang dari berbagai lembaga peduli HIV AIDS.

Pada sesi pertama presentasi dibawakan oleh Ignatius Praptoraharjo yang biasa dipanggil mas Gambit, menjelaskan bahwa Studi ini akan digunakan sebagai bahan untuk workshop perubahan strategi Program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) pasca penutupan lokalisasi. Penelitian ini ingin menilai aktivitas kebijakan penutupan lokalisasi , itu dilakukan di empat lokalisasi di tempat yang berbeda, yaitu Keramat Tunggak di Jakarta, Saritem di Bandung, Dolly di Surabaya, dan Tanjung Elmo di Papua. read more

Jumpa Pers Hasil Penelitian Awal Kekerasan Seksual pada Anak Jalanan

Jumpa Pers Hasil Penelitian Awal Kekerasan Seksual pada Anak Jalanan

Jakarta. Menurut statistik pemerintah Indonesia, pada tahun 1998 sebesar 2,8 juta anak-anak usia 10 sampai dengan 14 dinegara ini telah putus sekolah, bekerja untuk mendapatkan uang dan / atau menjual koran, pedagang asongan, menyemir sepatu, tukang parkir, pengamen, pemulung dan pengemis. Sementara pesentase remaja jalanan yang benar-benar menjadi tunawisma dan tinggal di stasiun bus, stasiun kereta dan tempat fasilitas umum tidak diketahui. Komisi Nasional Indonesia untuk Perlindungan Anak memperkirakan bahwa ada sekitar 1,7 juta anak jalanan yang rentan di seluruh 26 provinsi di Indonesia. read more

Understanding HIV Risk in Transgender Youth

Understanding HIV Risk in Transgender Youth

Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah waria yang cukup banyak. Menurut data statistik yang dimiliki Persatuan Waria Republik Indonesia, jumlah waria yang terdata dan memiliki Kartu Tanda Penduduk mencapai 3.887.000 jiwa pada tahun 2007. Saat ini menurut Kementerian Sosial Republik Indonesia bahwa belum adanya data yang akurat dan mutakhir tentang gambaran atau profil waria. Pada umumnya, seseorang disebut remaja jika usianya antara 18 sampai 21 tahun. Namun berbeda untuk waria atau kaum transgender. Sampai usia 30 tahun, mereka masih disebut remaja. Waria remaja ini biasanya masih mencari jati diri keputusan mejadi seorang transgender. read more

Pentingnya Tes Viral Load Untuk Orang Dengan HIV AIDS (ODHA)

Pentingnya Tes Viral Load Untuk Orang Dengan HIV AIDS (ODHA)

Pada hari Senin tanggal 29 Febuari 2016, PPH Atma Jaya mengadakan diskusi yang membahas permasalahan tes Viral Load (VL) Untuk Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) dengan menghadirkan narasumber Eky dari Positif Hope Indonesia dan Antonio ODHA yang bekerja di Unit Carlo RS. Carolus Jakarta. Positif Hope Indonesia sedang memperjuangakan agar ODHA dapat mengkases layanan tes Viral Load gratis. Walaupun sudah ada pernyataan dari pejabat berwenang yang mengatakan tes VL gratis tapi pada kenyataan di lapangannya belum terlaksana. read more

PERLUKAH KRIMINALISASI DALAM PENCEGAHAN HIV?

PERLUKAH KRIMINALISASI DALAM PENCEGAHAN HIV?

Perkembangan penanganan HIV/AIDS kini tidak hanya mendapatkan tantangan di bidang penanganan secara medis, persamaan hak-hak dan kewajiban sipil dan sosial ekonomi namun juga peluang adanya kriminalisasi kepada mereka yang hidup dengan HIV/AIDS terkait adanya aturan hukum di beberapa negara dan wilayah atas perbuatan terkait risiko penularan HIV.

Peneliti Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Siradj Okta, SH., LL.M mengemukakan putusan pengadilan di Inggris, Amerika Serikat, dan Peraturan Daerah provinsi prevalensi tinggi di Indonesia telah memuat sanksi pidana atas perbuatan terkait risiko penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus). read more

Pelaksanaan Kegiatan Integrasi Penemuan Kasus TB Aktif ke Dalam Kegiatan Penjangkauan  pada Populasi Kunci dalam Penanggulangan HIV dan AIDS

Pelaksanaan Kegiatan Integrasi Penemuan Kasus TB Aktif ke Dalam Kegiatan Penjangkauan pada Populasi Kunci dalam Penanggulangan HIV dan AIDS

Secara global TB merupakan penyebab kematian yang utama dan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang tidak kunjung tuntas di negara-negara berkembang (WHO, 2013). Meski sudah ada upaya untuk meningkatkan penyediaan layanan kesehatan untuk TB yang meluas dan berupaya untuk membuka berbagai hambatan bagi masyarakat untuk mengakses layanan tersebut tetapi pada kenyataannya masih banyak orang yang tidak terdeteksi, tidak terdiagnosis, tidak memperoleh perawatan secara paripurna atau bahkan angka kematian yang disebabkan oleh TB hingga 1,6 juta pertahun (WHO, 2008). Meski sudah ada program DOTS yang diperkenalkan sejak tahun 1995, di Indonesia hingga saat ini kematian yang diakibatkan oleh TB masih berkisar 64,000 orang per tahun, prevalensi TB berkisar 680,00 orang dan kasus TB baru berkisar 460,000 orang (WHO, 2014). read more

Metode PrEP Dapat Mencegah HIV

Metode PrEP Dapat Mencegah HIV

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan beberapa kebijakan dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS, termasuk perluasan pengobatan ARV melalui “Strategic use of ARV (SUFA)” atau juga yang lebih dikenal dengan “test and treat”. Saat ini, salah satu alternative strategi dalam upaya penanggulangan HIV pada kelompok populasi kunci adalah intervensi biomedis yaitu ‘pengobatan sebagai pencegahan”, atau yang lebih dikena dengan istilah ilmiah Pre-exposure prophylaxis (PrEP ). read more

PENGOBATAN BAGI ANAK DENGAN HIV/AIDS HADAPI MASALAH

PENGOBATAN BAGI ANAK DENGAN HIV/AIDS HADAPI MASALAH

Pengobatan bagi anak yang hidup dengan HIV/AIDS masih menghadapi dilema, disatu sisi pengobatan dengan menggunakan Antiretroviral (ARV) harus dilakukan namun di sisi lain pola pengobatan yang ada masih banyak mengalami hambatan dan permasalahan sehinggi penanganan anak yang hidup dengan HIV/AIDS masih belum optimal.

Pusat Penelitian HIV AIDS (PPH) Atma Jaya memberikan informasi terkait dengan isu pengobatan bagi anak HIV/AIDS hadapi masalah pada acara Temu Media, 8 Januari 2015 di Jakarta dengan narasumber Chris W. Green – Yayasan Spiritia. dr. Nia Kurniawati – Kepala Poli Imuno Alergi Anak RSCM. dr. Nadya – Kasubdit AIDS Kemenkes RI. Natasya Evalyne Sitourus – Advokasi dan Psikososial Manager Lentera Anak Pelangi. read more