Understanding HIV Risk in Transgender Youth

Understanding HIV Risk in Transgender Youth

Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah waria yang cukup banyak. Menurut data statistik yang dimiliki Persatuan Waria Republik Indonesia, jumlah waria yang terdata dan memiliki Kartu Tanda Penduduk mencapai 3.887.000 jiwa pada tahun 2007. Saat ini menurut Kementerian Sosial Republik Indonesia bahwa belum adanya data yang akurat dan mutakhir tentang gambaran atau profil waria. Pada umumnya, seseorang disebut remaja jika usianya antara 18 sampai 21 tahun. Namun berbeda untuk waria atau kaum transgender. Sampai usia 30 tahun, mereka masih disebut remaja. Waria remaja ini biasanya masih mencari jati diri keputusan mejadi seorang transgender. read more

Pentingnya Tes Viral Load Untuk Orang Dengan HIV AIDS (ODHA)

Pentingnya Tes Viral Load Untuk Orang Dengan HIV AIDS (ODHA)

Pada hari Senin tanggal 29 Febuari 2016, PPH Atma Jaya mengadakan diskusi yang membahas permasalahan tes Viral Load (VL) Untuk Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) dengan menghadirkan narasumber Eky dari Positif Hope Indonesia dan Antonio ODHA yang bekerja di Unit Carlo RS. Carolus Jakarta. Positif Hope Indonesia sedang memperjuangakan agar ODHA dapat mengkases layanan tes Viral Load gratis. Walaupun sudah ada pernyataan dari pejabat berwenang yang mengatakan tes VL gratis tapi pada kenyataan di lapangannya belum terlaksana. read more

PERLUKAH KRIMINALISASI DALAM PENCEGAHAN HIV?

PERLUKAH KRIMINALISASI DALAM PENCEGAHAN HIV?

Perkembangan penanganan HIV/AIDS kini tidak hanya mendapatkan tantangan di bidang penanganan secara medis, persamaan hak-hak dan kewajiban sipil dan sosial ekonomi namun juga peluang adanya kriminalisasi kepada mereka yang hidup dengan HIV/AIDS terkait adanya aturan hukum di beberapa negara dan wilayah atas perbuatan terkait risiko penularan HIV.

Peneliti Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Siradj Okta, SH., LL.M mengemukakan putusan pengadilan di Inggris, Amerika Serikat, dan Peraturan Daerah provinsi prevalensi tinggi di Indonesia telah memuat sanksi pidana atas perbuatan terkait risiko penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus). read more

Pelaksanaan Kegiatan Integrasi Penemuan Kasus TB Aktif ke Dalam Kegiatan Penjangkauan  pada Populasi Kunci dalam Penanggulangan HIV dan AIDS

Pelaksanaan Kegiatan Integrasi Penemuan Kasus TB Aktif ke Dalam Kegiatan Penjangkauan pada Populasi Kunci dalam Penanggulangan HIV dan AIDS

Secara global TB merupakan penyebab kematian yang utama dan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang tidak kunjung tuntas di negara-negara berkembang (WHO, 2013). Meski sudah ada upaya untuk meningkatkan penyediaan layanan kesehatan untuk TB yang meluas dan berupaya untuk membuka berbagai hambatan bagi masyarakat untuk mengakses layanan tersebut tetapi pada kenyataannya masih banyak orang yang tidak terdeteksi, tidak terdiagnosis, tidak memperoleh perawatan secara paripurna atau bahkan angka kematian yang disebabkan oleh TB hingga 1,6 juta pertahun (WHO, 2008). Meski sudah ada program DOTS yang diperkenalkan sejak tahun 1995, di Indonesia hingga saat ini kematian yang diakibatkan oleh TB masih berkisar 64,000 orang per tahun, prevalensi TB berkisar 680,00 orang dan kasus TB baru berkisar 460,000 orang (WHO, 2014). read more

Metode PrEP Dapat Mencegah HIV

Metode PrEP Dapat Mencegah HIV

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan beberapa kebijakan dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS, termasuk perluasan pengobatan ARV melalui “Strategic use of ARV (SUFA)” atau juga yang lebih dikenal dengan “test and treat”. Saat ini, salah satu alternative strategi dalam upaya penanggulangan HIV pada kelompok populasi kunci adalah intervensi biomedis yaitu ‘pengobatan sebagai pencegahan”, atau yang lebih dikena dengan istilah ilmiah Pre-exposure prophylaxis (PrEP ). read more

PENGOBATAN BAGI ANAK DENGAN HIV/AIDS HADAPI MASALAH

PENGOBATAN BAGI ANAK DENGAN HIV/AIDS HADAPI MASALAH

Pengobatan bagi anak yang hidup dengan HIV/AIDS masih menghadapi dilema, disatu sisi pengobatan dengan menggunakan Antiretroviral (ARV) harus dilakukan namun di sisi lain pola pengobatan yang ada masih banyak mengalami hambatan dan permasalahan sehinggi penanganan anak yang hidup dengan HIV/AIDS masih belum optimal.

Pusat Penelitian HIV AIDS (PPH) Atma Jaya memberikan informasi terkait dengan isu pengobatan bagi anak HIV/AIDS hadapi masalah pada acara Temu Media, 8 Januari 2015 di Jakarta dengan narasumber Chris W. Green – Yayasan Spiritia. dr. Nia Kurniawati – Kepala Poli Imuno Alergi Anak RSCM. dr. Nadya – Kasubdit AIDS Kemenkes RI. Natasya Evalyne Sitourus – Advokasi dan Psikososial Manager Lentera Anak Pelangi. read more

Strategi Test and Treat dalam Penanggulangan HIV dan AIDS

Strategi Test and Treat dalam Penanggulangan HIV dan AIDS

Saat ini sedang banyak dibicarakan oleh para pakar, peneliti, pemegang kebijakan, penyedia layanan dan pemanfaat layanan khususnya populasi yang terdampak oleh HIV dan AIDS mengenai inisiasi dini terapi antiretroviral (ARV) untuk pencegahan dan pengobatan. Program ini sering disebut SUFA (Strategic Use of Antiretroviral) ataupun juga TasP (Treatment as Prevention).

Berkaitan dengan masih adanya perdebatan tentang efektivitas strategi test dan treat ini, Pusat Penelitian HIV dan AIDS (PPH), Universitas Katolik Atma Jaya mengadakan acara Lecture Series di @america Pasific Place Jakarta. Pada 28 Oktober 2014 dengan narasumber; dr. Siti Nadia – Subdit AIDS Kementerian Kesehatan RI, dr. M. Karyana, M.Kes. Ketua INA-RESPOND – Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI, Irawati – Divisi Penelitian Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, dr. Budiarto – HIV treatment specialist Deputy country director Clinton Health Access Initiative (CHAI), dr. Inda Mutiara – Pengelola Program HIV dan AIDS Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Dr. Arum Ambarsari Puskesmas Kalideres, Jakarta Barat. Hari Prabowo – Yayasan Inter Medika read more

Desk Review Peraturan Pemerintah  61 tahun 2014

Desk Review Peraturan Pemerintah 61 tahun 2014

Dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 61 tahun 2014 bulan Agustus yang lalu mengenai kesehatan seksual dan reproduksi telah menarik perhatian dan diskusi publik pada isu kesehatan reproduksi. Namun sayangnya, pembicaraan dan pembahasan di masyarakat cenderung menyempit pada isu aborsi.

Mengingat permasalahan kesehatan reproduksi tidak hanya terbatas pada isu aborsi, tapi juga mencakup berbagai agenda dan isu kesehatan seksual dan reproduksi yang tidak kalah pentingnya dan perlu dibahas serta ditangani secara komprehensif, maka muncul rekomendasi gerakan untuk mengawal PP 61/2014 sampai pada tingkat Peraturan Menteri. Untuk kepentingan tersebut para penggiat Hak Seksual dan Reproduksi (HKSR) mencoba menginisiasi diskusi-diskusi publik dengan memanfaatkan momentum World Sexual Health Day (WSHD) pada 4 September 2014. read more

Kendala Mengakses Layanan Jaminan Kesehatan Nasional Bagi Populasi Rentan Terdampak HIV dan AIDS

Kendala Mengakses Layanan Jaminan Kesehatan Nasional Bagi Populasi Rentan Terdampak HIV dan AIDS

Awal Juni 2014, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Permenkes RI No. 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pedoman ini bertujuan untuk memberikan acuan bagi Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan), Pemerintah dan Pemberi Layanan Kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan Peserta Program JKN serta pihak terkait dalam penyelenggaraan JKN. Dalam penyelenggaraannya JKN diselenggarakan dengan menggunakan prinsip bahwa dana yang terkumpul merupakan dana amanat dan nirlaba dengan manfaat untuk semata-mata penigkatan derajat kesehatan masyarakat. read more

Kebutuhan Akan Program Kesehatan Seksual dan Reproduksi yang Komprehensif Bagi Remaja: Informasi dan Layanan Seperti Apa yang Dibutuhkan?

Kebutuhan Akan Program Kesehatan Seksual dan Reproduksi yang Komprehensif Bagi Remaja: Informasi dan Layanan Seperti Apa yang Dibutuhkan?

Isu kesehatan seksual dan reproduksi remaja menjadi isu yang perlu diperhatikan dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di kalangan orang muda. Akses tak terbatas pada materi pornografi yang lebih mempromosikan hubungan seks rekreasional membuat remaja rentan tertular berbagai penyakit menular seksual dan HIV. Analisa di tahun 2012 menunjukkan bahwa kelompok ini memiliki akses yang rendah terhadap pelayanan sosial, kesehatan reproduksi, dan informasi mengenai HIV dan AIDS serta Infeksi Menular Seksual (IMS). read more