Penguatan Layanan Deteksi Dini pada Bayi dan Balita

Penguatan Layanan Deteksi Dini pada Bayi dan Balita

Pusat Penelitian HIV & AIDS (PPH) Unika Atma Jaya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan penelitian operasional “Penguatan Layanan Deteksi Dini pada Bayi dan Balita dalam Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) di DKI Jakarta”.

Tujuan dari penelitian operasional ini adalah:

(1) Mengidentifikasi berbagai faktor yang menjadi pendukung dan penghambat pelaksanaan layanan PPIA pada puskesmas sebagai layanan primer sebagai penyedia layanan deteksi dini tes HIV pada balita dan sejauh mana program MTBS (Manajemen terpadu Balita Sakit) dan MTBM (Manajemen Terpadu Bayi Muda) bisa diintegrasikan dengan layanan PPIA;

(2) Melaksanakan uji coba upaya penyempurnaan prosedur dalam layanan deteksi dini tes HIV pada balita untuk menilai kelayakan dan aksesibilitas layanan tersebut sebagai strategi untuk meningkatkan deteksi dini pada tes HIV pada anak dari ibu yang mengikuti program PPIA dalam penelitian ini;

(3) Mendokumentasikan proses evaluasi dan uji coba sebagai bentuk pembelajaran pelaksanaan program yang diharapkan bisa menjadi rekomendasi kebijakan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat program PPIA secara lebih komprehensif.

Penelitian ini dibagi menjadi lima tahap yaitu: tahap asesmen, pengembangan intervensi, pelaksanaan intervensi, monitoring intervensi, dan evaluasi intervensi. Pada Rabu tanggal 26 April 2017 dilakukan Diseminasi Hasil Asesmen sebagai penanda selesainya tahap satu penelitian ini. Kegiatan ini melibatkan penyedia layanan kesehatan, pembuat kebijakan serta peneliti sebagai fasilitator. Diseminasi ini bertujuan untuk mendiskusikan dan mengembangkan bentuk intervensi yang akan dilakukan

Pada kegiatan diseminasi ini, disampaikan hal-hal yang ditemukan pada tahap asesmen penelitian. Beberapa temuan tersebut antara lain belum adanya petunjuk teknis untuk pelaksanaan diagnosis dini HIV pada bayi atau EID (Early Infant Diagnosis). Selain itu, sosialisasi EID belum maksimal baik kepada penyedia layanan ataupun kepada ibu-ibu yang datang ke layanan (Puskesmas). Akan tetapi dalam pelaksanaan program EID ini sebenarnya tidak terdapat kendala terhadap pendanaan maupun kendala logistik.

Pertemuan lanjutan akan diadakan untuk membahas bentuk intervensi yang akan dilakukan sebagai tahap kedua pada penelitian ini.

Evi Sukmaningrum peneliti dari PPH Unika Atma Jaya menjelaskan hasil asesmen penelitian.
dr. Devy menjelaskan alur EID di Puskesmas Cengkareng
Bu Ida menjelaskan alur layanan EID di Puskesmas Kramat Jati. Bu Ida mengatakan bahwa Puskesmas Kramat Jati sudah siap memberikan profilaksis sehingga cukup percaya diri untuk melaksanakan layanan PPIA