Editorial Minggu Ini

Pada edisi ini, kami menyajikan artikel dengan tema Anak dengan HIV. Pada artikel utama penulis dari Lentera Anak Pelangi, menceritakan satu babak kehidupan Fikri, seorang anak berumur sembilan tahun yang ternfeksi HIV. Fikri, salahsatu anak dampingan Lentera Anak Pelangi yang pada Januari lalu meninggal dunia.

Fikri sudah berada pada lini kedua pengobatan HIV karena virus dalam tubuhnya sudah resisten terhadap kombinasi obat-obat lini pertama. Untuk minum obat lini dua, Fikri mengalami kesulitan dalam menelan obat secara utuh, lebih sering keluar lagi karena obatnya terlalu besar untuk anak seusianya dan bila obatnya harus digerus, ketika ditelan akan sangat lengket di tenggorokan karena itulah Fikri, menjadi tidak teratur mengkonsumsi obat antiretroviral (ARV). Sangat disayangkan, obat lini kedua di Indonesia belum tersedia dalam formula khusus anak.

Yang istimewa pada minggu ini, kami juga menyajikan dua artikel berbahasa Inggris ditulis oleh Anne-Marie dan Chevaun. Mereka adalah dua orang Australia yang sedang magang di PPH Atma Jaya selama sebulan (18 Januari – 18 Febuari 2016). Mereka menuliskan pengalamannya bertemu dengan anak-anak HIV dampingan Lentera Anak Pelangi. Untuk mengenal lebih dekat Anne-Marie dan Chevaun dapat melihat profil mereka dimenu Tentang Kami, disub menu Intership.

Dengan membaca edisi kali ini, Anda dapat mengetahui dan lebih memahami lika-liku pengobatan HIV pada anak di Indonesia.

Akhir kata, selamat membaca.