[Friday Coffee Break] Lecture Series Paham dan Peduli AiDS, HIV: Infeksi Oportunistik dan Ko-Infeksi

Pusat Penelitian HIV/AIDS UNIKA Atma Jaya mengadakan Lecture Series ketiga yang bekerja sama dengan Friday Coffee Break UNIKA Atma Jaya, pada Lecture Series yang diadakan pada tanggal 3 Mei 2019 ini, mengundang Dr. med. Abraham Simatupang, dr., Mkes yang merupakan lulusan fakultas kedokteran dari Universitas Kristen Indonesia, untuk membahas tentang Infeksi Oportunistik dan Ko-Infeksi pada ODHA.

Ia sedikit mengingatkan para hadirin dengan sesi Lecture Series pertama, yaitu informasi dasar mengenai HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), bahwa HIV merupakan virus yang menyebabkan AIDS, tidak semua orang yang terinfeksi HIV itu terinfeksi AIDS, tetapi orang yang terinfeksi AIDS pasti terinfeksi HIV. Tidak hanya itu, diingatkan kembali tentang gejala – gejala AIDS yang pernah dibahas pada lecture series pertama. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai infeksi oportunistik yang merupakan infeksi yang dapat menyerang orang yang terinfeksi AIDS dan ko-infeksi yang merupakan infeksi yang datangnya bersamaan dengan HIV.

Dokter Bram juga menjelaskan tanda – tanda TB (Tuberculosis), seperti batuk dan demam yang berkelanjutan, keringat berlebih di malam hari, kehilangan berat badan diatas 3kg dalam sebulan. Orang dengan tanda – tanda seperti itu dapat segera memeriksakan diri di klinik, VCT, PMTCT, Puskesmas dan lain lain. Dokter Bram juga menganjurkan kepada seluruh pasien HIV untuk periksa TB dan begitu juga sebaliknya.

Selain TB, Dokter Bram menjelaskan mengenai jenis – jenis hepatitis beserta cara penularannya. Berdasarkan materi yang dijelaskan oleh Dokter Bram, hepatitis A dapat ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, hepatitis B dapat ditularkan melalui hubungan seks, penggunaan jarum seperti transfusi darah atau tato, dan juga dari ibu ke anak, sedangkan pada hepatitis C, jarang ditemukan kasus penularan dari ibu ke anak ataupun hubungan seks, yang memiliki risiko paling besar untuk menularkan adalah melalui kontak darah.

Pada akhir sesi, Dokter Bram menekankan lagi beberapa hal seperti, HIV yang tidak segera diberi ARV dapat berujung pada AIDS, AIDS merupakan pintu masuk terjadinya infeksi oportunistiik, dan infeksi oportunistik ini dapat diterapi sesuai jenis penyakitnya. Selain itu, ko-infeksi merupakan infeksi yang datangnya bersamaan dengan HIV dan ko-infeksi yang sering muncul adalah hepatitis B dan hepatitis C, dan dikatakan bahwa terapi ko-infeksi tidak mudah, terkait interaksi obat dan juga efek samping obat.

Materi Lecture Sereis ini dapat diunduh di link berikut:

HIV: Infeksi Oportunistik dan Ko-Infeksi