Infeksi Menular Seksual (IMS)

10 Juni 2013

IMS adalah gangguan kesehatan pada organ-organ reproduksi. Selain mengancam kondisi fisik penderita, ims berpotensi mengancam kemampuan seseorang untuk memperoleh keturunan atau mengancam janin yang telah dikandung. Terdapat 31 jenis patogen yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual. Patogen ini mencakup bakteri, virus, protozoa, jamur, & ektoparasit. Aktivitas seksual biasanya berarti kontak antar anggota tubuh dan-atau ada pertukaran cairan tubuh.

Jalur Transmisi

Kontak seksual penal-vaginal, penal-anal, kontak organ seksual dengan mulut yang memungkinkan :
• Pertukaran cairan seksual – lendir vagina dan sperma
• Kontak kulit
• Kontak selaput lendir

Transfusi Darah

Dari ibu ke anak sebelum atau saat melahirkan

IMS merupakan…
• Infeksi yang banyak ditemui kasusnya
• Kebanyakan menyerang individu berusia 15 – 30 tahun
• Sering tidak menunjukkan tanda-tanda / gejala-gejala
• Bisa mengidap lebih dari satu jenis ims pada waktu yang sama
• Selalu melibatkan lebih dari satu orang dalam penularannya
• Seringkali penderita mengobati diri sendiri & tidak tuntas
• Gejala pingpong : infeksi ulang sering terjadi karena pasangan seksual tidak tahu dan pengobatan sendiri-sendiri

Bagian tubuh mana yang dapat terpengaruh ?

Pada Perempuan Pada Laki-laki
Indung Telur Kandung Kencing
Saluran Indung Telur Vas Deferens
Rahim Prostat
Kandung Kencing Penis
Leher Rahim Epididymis
Vagina Testicle
Saluran Kencing Saluran Kencing
Anus Kantung Zakar
Seminal Vesicle
Anus

 

Gejala-gejala

• Cairan yang keluar dari organ seks (vagina, penis, anus) – berwarna keruh dan bau
• Rasa sakit ketika kencing atau berhubungan seks
• Benjolan atau bisul/borok yang tidak biasa pada bagian luar atau dalam kemaluan
• Rasa sakit di perut bagian bawah, khususnya bagi perempuan
• Rasa sakit di buah zakar
• Timbul sesuatu yang tidak biasa di sekitar daerah kemaluan, misalnya gatal-gatal dan bintik-bintik

Apa hubungan antara IMS dan HIV-AIDS?

Bagaimana mencegahnya?

Mengapa penting untuk diketahui?

• Dampak fisik maupun psikologisnya besar (pribadi dan relasi dengan pasangan)
• IMS yang tidak diobati bisa mengarah pada kondisi parah sampai kemandulan, dan masalah lain terkait dengan kehamilan, kelahiran dan bayi
• Dapat menimbulkan kematia
• Beban sakit yang dipanggul oleh perempuan :
– Biologis : sakit pelvic kronis pada perempuan
– Kerentanan sosial : stigmatisasi terhadap perempuan
– IMS meningkatkan resiko penularan hiv !
– Dapat dicegah dan diobati!

Kaitan IMS & HIV

• Perilaku seksual beresiko yang sama bisa menularkan ims & hiv
• Seseorang yang menderita ims lebih beresiko terinfeksi hiv (borok/bisul 40x & cairan 10x) dari pasangannya yang +hiv
• Seseorang yang mengidap hiv & ims lebih cenderung menularkan hiv ke pasangan yang negatif
• Seseorang yang mengidap ims lebih beresiko tertular hiv sebesar 3 – 10x (bukan penderita ims 1:1000; penderita ims 1:10)

Jika (merasa) tertular…

• Jangan mengobati sendiri – tidak tuntas dan resisten antibiotik
• Pergi ke dokter untuk diobati secara tuntas
• Minta pasangan seksual memeriksakan diri dan diobati