Keberpihakan Bagi Mereka Yang Terpinggirkan

Dalam rangka memperingati International Day Against Homophobia, Transphobia, & Biphobia 2018

International Day Against Homophobia, Transphobia, & Biphobia (IDAHOTB) merupakan suatu gerakan yang dibentuk pada tahun 2004 untuk menarik perhatian pimpinan negara, pembuat kebijakan, gerakan-gerakan sosial, media, serta masyarakat terkait dengan isu kekerasan dan diskriminasi yang dialami oleh anggota komunitas LGBTI. Tanggal 17 Mei secara spesifik dipilih untuk memperingati keputusan dari World Health Organization (WHO) yang mengeluarkan homoseksualitas dari kategori gangguan mental. Dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, 17 Mei telah terbangun dengan sendirinya sebagai tanggal paling penting bagi komunitas-komunitas LGBT untuk bergerak dalam skala internasional untuk mendukung pengakuan hak-hak setiap orang, terlepas dari orientasi seksual, identitas dan ekspresi gender yang dimiliki.

Sebagai salah satu lembaga penelitian di Universitas yang peduli dengan hak-hak azasi manusia, termasuk hak-hak komunitas LGBT, maka Pusat Penelitian HIV (PPH) AIDS Unika Atma Jaya melihat pentingnya peran Perguruan Tinggi dalam memberikan akses pendidikan yang sama untuk mereka.  Sementara,  isu stigma dan diskriminasi terhadap orang-orang LGBT banyak terjadi di lingkungan pendidikan. Tantangan berat tersebut pada akhirnya  menimbulkan masalah kesehatan mental yang serius pada diri mereka.

Dengan memegang prinsip keberpihakan bagi kaum yang termarjinalkan, maka PPH hendak melakukan diskusi internal dalam bentuk Lecture Series dengan mengundang mahasiswa LGBT untuk membagi pengalaman mereka melalui perspektif kemanusiaan. Diharapkan diskusi ini bisa menjadi awal untuk mempertimbangkan langkah-langkah positif untuk membantu mereka dalam mendapatkan rasa aman dan hak yang sama dalam akses pendidikan di manapun mereka berada serta memberikan kualitas hidup yang lebih baik.

Tujuan

Mendiskusikan pengalaman dan pengetahuan terkait dengan:

  1. Dukungan yang telah diterima dari orang sekitar untuk membantu individu dalam melalui masa sulit maupun hal-hal yang tidak menyenangkan.
  2. Apa saja sumber kekuatan individu ketika mereka menerima stigma dan diskriminasi
  3. Bagaimana individu menyikapi tantangan dan beban tersebut
  4. Apa saja yang dibutuhkn individu dalam konteks mahasiswa, anak, dan teman untuk melewati proses yang sulit
  • Merupakan sebuah langkah awal untuk menciptakan kampus sebagai wahana belajar yang aman, nyaman dan saling menghargai untuk seluruh individu.

 Pembicara & Peserta

Pembicara diskusi terdiri dari:

  • 3 Mahasiswa yang sudah membuka diri tentang status LGBT
  • Moderator : Danny I. Yatim, M.A., Ed.M.
  • MC : dr. Eldaa Prisca

Peserta diskusi hanya untuk kalangan internal Unika Atma Jaya

 Agenda & Jadwal Kegiatan

Kegitan diskusi ini akan diselenggarakan pada tanggal 23 Mei 2018 dan bertempat di Unika Atma Jaya Kampus Semanggi dengan agenda:

Waktu Proses PIC
13.00 – 13.30 Registrasi Ulang Panitia
13.30 – 13.35 Pembukaan Ketua LPPM: Dr. Asmin Fransiska
13.35 – 15.10 Sharing & Diskusi Pembicara & Moderator
15.10 – 15.55 Diskusi dan tanya jawab
15.55 – 16.00 Penutup MC