Kehidupanku Sebagai Mahasiswa: Bayang-bayang HIV AIDS

Kasus HIV/AIDS di Indonesia pertama kali dilaporkan di Provinsi Bali pada tahun 1987. Sejak pertama kali ditemukan sampai dengan Desember 2017, kasus HIV/AIDS telah dilaporkan oleh 421 (81,9%) dari 514 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia, di mana DKI Jakarta memiliki jumlah infeksi HIV tertinggi. Dalam laporan Kemenkes (2017) dinyatakan bahwa jumlah kasus HIV yang dilaporkan dari tahun 2005 sampai dengan 2017 mengalami kenaikan tiap tahunnya, dengan persentase kumulatif AIDS tertinggi pada kelompok usia 20-29 tahun (32,5%). Selain itu, laporan ini juga menjelaskan bahwa faktor risiko penularan terbanyak adalah melalui hubungan seksual berisiko heteroseksual.

Jika dilihat dari rentang usianya, maka kelompok mahasiswa termasuk dalam kelompok usia dengan persentase kumulatif AIDS tertinggi. Pada saat usia tersebut, informasi terkait pornografi dan pergaulan bebas juga sangat mudah untuk diperoleh atau diakses, yang secara tidak langsung dapat menjadi faktor pendukung dari kemunculan perilaku berisiko dan IMS.  Melihat situasi ini, maka pengetahuan mahasiswa seputar IMS khususnya HIV AIDS menjadi penting untuk dimiliki, agar mahasiswa memahami secara utuh penyebab, konsekuensi atau dampak dari perilaku berisiko yang berpotensi untuk dilakukan. Selain itu, pemahaman ini juga penting untuk ditanamkan untuk mengurangi stigma dan diskirminasi berkelanjutan terhadap ODHA, melihat bahwa salah satu akar penyebab stigma dan diskriminasi adalah ketidahpahaman terhadap suatu isu.

Lecture series Pusat Penelitian HIV dan AIDS Unika Atma Jaya di bulan April 2018 akan membahas mengenai isu-isu terkait HIV dan AIDS yang sebenarnya sangat relevan bagi kelompok mahasiswa. Proses diskusi ini akan memberikan pemaparan mengenai faktor pendukung dan risiko yang berpengaruh terhadap penularan HIV AIDS, dampak dari HIV AIDS itu sendiri di dalam kehidupan mahasiswa, serta stigma dan diskirminasi terhadap kelompok ODHA. Dua narasumber yang merupakan ODHA akan menjadi pemantik dari diskusi bersama ini yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pembelajaran berharga bagi pendengar, khususnya mahasiswa. Diharapkan diskusi ini bisa menjadi awal untuk mempertimbangkan aspek-aspek sosial yang bersifat protektif terhadap penularan HIV AIDS. Selain itu, lecture series ini bisa menjadi wahana bagi para pegiat dan pemerhati pendidikan, serta mahasiswa untuk berbagi pengalaman terkait HIV AIDS.

Tujuan

  • Mendiskusikan pengalaman dan pengetahuan terkait dengan HIV AIDS. Beberapa pengalaman yang dapat dibagikan oleh pembicara adalah sebagai berikut:
  • Awal mula terinfeksi HIV hingga menjadi AIDS.
  • Tantangan dan beban yang dihadapi sebagai ODHA.
  • Bagaimana menyikapi tantangan dan beban tersebut.
  • Pesan singkat untuk mahasiswa: Hal yang penting diketahui dan dipahami oleh mahasiswa.
  • Menjadi forum bagi bagi para pegiat, pemerhati pendidikan, serta mahasiswa untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.
  • Menghasilkan berbagai rekomendasi yang bisa ditawarkan kepada mahasiswa untuk mengoptimalkan faktor protektif yang mereka miliki dalam mencegah penularan HIV AIDS.

Pembicara & Peserta

Pembicara diskusi terdiri dari:

  • Chantika (Dewan Penasihat “Fokus Muda”)
  • Davi (Koordinator Nasional “Fokus Muda”)
  • Moderator: Evi Sukmaningrum Ph.D. (kepala PPH Unika Atma Jaya)

Peserta diskusi terbuka untuk umum (khususnya mahasiswa)

Agenda & Jadwal:

Kegitan diskusi ini akan diselenggarakan pada tanggal 26 April 2018 dan bertempat di Aula BKS, Unika Atma Jaya Kampus Semanggi dengan agenda:

Waktu Proses PIC
12.30 – 13.00 Registrasi Panitia
13.00 – 13.15 1) Pengantar; 2) Kata pembuka dari Kepala PPH; 3) Perkenalan pembicara Evi Sukmaningrum
13.15 – 14.30 Sharing pengalaman dan diskusi

(Masing-masing pembicara ± 35 menit)

Pembicara 1 & Pembicara 2
Moderator: Evi Sukmaningrum
14.30 – 15.00 Diskusi dan tanya jawab Panel Pembicara
15.00 – 15.15 Penutup Panitia

Proses pelaksanaan Lecture Series ini juga dibantu oleh mahasiswa UKK Tim Peduli AIDS Unika Atma Jaya.