Lecture Series Partisipasi Remaja yang Bermakna dalam Program Kesehatan Reproduksi

Menurut WHO, remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi Antara masa kanak-kanak dan dewasa, dengan batasan usia 12-24 tahun. Pada masa remaja seseorang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual, hal ini menyebabkan remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar, menyukai tantangan serta cenderung berani mengambil risiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang. Risiko untuk terjerumus pada perilaku berisiko menjadi lebih besar ketika keputusan yang diambil tidak tepat, bahkan mungkin akan menanggung akibat dalam bentuk berbagai masalah kesehatan fisik dan psikologis. Salah satu masalah yang bisa timbul akibat perilaku tersebut adalah masalah kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksi sering disalahartikan secara sempit hanya sebagai hubungan seksual saja, sehingga banyak orang tua yang merasa bahwa topik pembicaraan ini tidak pantas untuk dibicarakan dengan remaja. Padahal, kesehatan reproduksi merupakan keadaan kesehatan fisik, mental, dan sosial yang sangat penting untuk dimengerti oleh remaja, sehingga tidak melulu membahas mengenai hubungan seksual. Oleh karena itu remaja perlu mendapatkan informasi dan pengetahuan yang benar mengenai kesehatan reproduksi ini.  Pemahaman yang masih rendah mengenai kesehatan reproduksi tentunya akan berdampak pada aktivitas seksual remaja dan risiko-risiko yang menyertainya seperti kehamilan di luar nikah, aborsi, infeksi menular seksual, dan lain sebagainya. Selain informasi dan pengetahuan yang benar, remaja juga membutuhkan pelayanan kesehatan reproduksi yang dapat memenuhi kebutuhan remaja. Upaya-upaya untuk mengembangkan program-program kesehatan reproduksi bagi remaja telah banyak dilakukan, salah satunya adalah dengan melibatkan remaja itu sendiri dalam pengembangan program.

Keterlibatan remaja dalam program-program kesehatan reproduksi, merupakan wujud implementasi dari hak remaja untuk berpartisipasi secara bermakna di masyarakat. Hak partisipasi ini sebagaimana yang termaktub dalam Konvensi PBB mengenai Hak Anak –United Nation Convention on the Rights of the Child – CRC pada tahun 1989, berkaitan dengan hak untuk berekspresi, kebebasan berpikir, kebebasan untuk berkumpul, dan akses terhadap informasi yang dimiliki oleh semua manusia. Menurut Van Reeuwijik & Nahar (2013), partisipasi remaja berguna untuk meningkatkan pembelajaran program, efektifitas program, dan keberlanjutan. Selanjutnya, Cahill & Coffey (2016) menambahkan bila partisipasi remaja dilakukan dengan seksama maka dapat membawa transformasi positif dalam kehidupan seseorang. Hal ini terjadi karena ruang untuk mengidentifikasi lingkungan, pengetahuan lokal, bernegosiasi ulang, dan meningkatkan komunikasi terkait HIV mejadi lebih terbuka. Alekseeva, Krasnopolskaya, & Skokova (2015) menyatakan bahwa agar dapat berpartisipasi secara bermakna maka remaja harus diberdayakan sehingga dapat memiliki peran aktif dalam membuat keputusan dalam berbagai tingkatan dalam organisasi dan berbagai tahapan program.

Untuk melihat gambaran program kesehatan reproduksi remaja serta bagaimana peran remaja dalam implementasi program tersebut, maka Pusat Penelitian HIV-AIDS (PPH) Unika Atma Jaya akan mengadakan lecture series dengan mengusul tema Partisipasi Remaja dalam Program Kesehatan Reproduksi. 

TUJUAN

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemaparan mengenai gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi, upaya-upaya yang telah dilakukan dalam program pelayanan kesehatan reproduksi remaja, serta melihat peran remaja yang bermakna dalam program kesehatan reproduksi.

WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan ini akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal   : Selasa / 14 Mei 2019

Waktu              : 12.00 – 16.30

Tempat            : Ruang Y14.08, Gedung Yustinus Lt. 14, Kampus UNIKA Atma Jaya Semanggi

  Jl. Jend. Sudirman No. 51, Jakarta

PESERTA

Sasaran peserta lecture series ini adalah LSM, pelaksana program layanan kesehatan reproduksi remaja serta stakeholder yang terkait.

SUSUNAN KEGIATAN

Waktu Kegiatan
11:45 – 12:00 Pendaftaran Peserta
12:00 – 12:30 Makan siang bersama
12:30 – 13:15 Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Remaja tentang kesehatan reproduksi oleh UNICEF
13:15 – 14:00 Upaya Kementerian Kesehatan dalam Pelayanan Kespro Remaja oleh Direktorat Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan
14:00 – 14:10 Break
14:10  – 15:00 Pengalaman Implementasi Program Partisipasi Remaja yang Bermakna dalam Program Kesehatan Reproduksi  oleh Aliansi Satu Visi
15:00 – 15:45 Paparan hasil penelitian PPH:  Kajian Situasi Partisipasi Bermakna Remaja-Orang Dewasa dalam Program Kesehatan Reproduksi oleh Tim Peneliti PPH
15:45 – 16:30 Diskusi Tanya jawab

Jika Anda memiliki pertanyaan, silahkan hubungi:

Sari Lenggogeni | WA: 0812-8961-3557
development-pph@atmajaya.ac.id
atau datang ke PPH di Kampus UNIKA Atma Jaya Semanggi, Gedung K2, Ruang K21.08