Memperkuat Penggunaan Media Sosial Dalam Advokasi Kebijakan Penanggulangan HIV dan AIDS yang Lebih Baik

oleh Gracia V. Simanullang

PESAN POKOK

Praktik-praktik penggunaan media sosial mulai banyak digunakan tidak hanya oleh pemerintah atau pembuat kebijakan melainkan juga di tataran organisasi masyarakat sipil (OMS). Media sosial digunakan untuk mengubah cara pandang masyarakat dan pemerintah sampai pada perubahan kebijakan. Bagi OMS, agar bisa memanfaatkan media sosial sebagai media yang mempengaruhi kebijakan maka beberapa hal yang harus diperhatikan adalah (1) memperkuat komitmen lembaga untuk melakukan advokasi tanpa tergantung ada atau tidaknya dukungan dana dari lembaga donor sehingga secara sistematik dan terencana bisa merencanakan agenda advokasinya dan sekaligus bisa mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan; (2) perlu meningkatkan kapasitas dalam penggunaan media sosial; (3) perlu membuat daftar sumber daya apa saja yang diperlukan dalam penggunaan media sosial dan mengusahakan pemenuhannya dalam mendukung kerja advokasi OMS; (4) membangun jejaring dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak baik pemerintah, donor maupun organisasi masyarakat lainnya agar bisa mencapai perubahan yang diinginkan secara bersama; (5) perlu membangun mekanisme monitoring dan evaluasi yang efisien dan konsisten dalam pemanfaatan media sosial.

PENGANTAR

Berbagai permasalahan sosial yang timbul di beberapa tahun terakhir diikuti pula dengan berkembangnya penggunaan beberapa platform media sosial untuk berbagai kepentingan advokasi. Perubahan sosial yang terjadi mendorong berbagai pihak pembuat kebijakan untuk lebih mempertimbangkan penggunaan ilmu pengetahuan dan ide-ide kreatif untuk membuat kebijakan dengan melibatkan partisipasi masyarakat atau “citizen-centric”1. Organisasi masyarakat sipil (OMS) menggunakan media sosial untuk tujuan membantu upaya-upaya advokasi dengan cara menjangkau tokoh-tokoh komunitas melalui jejaring yang ada dan dengan memobilisasi jaringan yang ada untuk suatu rencana aksi bersama. 2 Dalam mendorong terciptanya kebijakan penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia, media sosial dipersepsikan memiliki peranan yang penting dan efektif dalam mendukung kerja advokasi yang dilakukan OMS HIV di Indonesia baik untuk mencapai tujuan jangka pendek (perubahan cara pandang masyarakat dan pembuat kebijakan) maupun jangka panjang (sampai pada perubahan kebijakan). 3 Meski demikian, sejauh ini penggunaannya belum maksimal sehingga belum ada perubahan kebijakan yang berhasil didorong oleh OMS HIV melalui media sosial.

(Versi lengkap Policy Brief ini dapat diperoleh melalui tautan ini: http://arc-atmajaya.org/seri-policy-brief-2-tahun-2017/)