Mengenal Gejala HIV/AIDS Stadium Awal, Anda Termasuk?

Mengenal Gejala HIV/AIDS Stadium Awal, Anda Termasuk?

Jakarta – Jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dihimpun dari kemenkes, Selasa (11/10) dalam 5 tahun terakhir, ternyata DKI Jakarta masih menempati urutan pertama diikuti Jawa Timur.

Dalam data tersebut diketahui penderita HIV/AIDS periode 2005-2015 dan tahun berjalan ini sebanyak 184.929 yang didapat dari laporan layanan konseling dan tes HIV. Jumlah kasus HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (38.464 kasus), diikuti Jawa Timur (24.104kasus), Papua (20.147 kasus), Jawa Barat (17.075 kasus) dan Jawa Tengah (12.267 kasus).

Perlu diketahui, penyebaran HIV/AIDS diibaratkan seperti fenomena gunung es yaitu 1 penderita bisa menularkan ke 1.000 orang. Virus ini juga dapat ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, misalnya menggunakan jarum suntik bersama-sama, mesin tato yang terkontaminasi, dan sebagainya.

Selain itu, bisa juga ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan atau menyusui. Ketika virus HIV masuk ke tubuh manusia, ia akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melemahkan sistem kekebalan tubuh sampai akhirnya menjadi penyakit AIDS. Jika Anda curiga telah terpapar segeralah berkunjung ke dokter sebelum gejala muncul karena ada upaya preventif untuk mencegah terkena HIV.

Selanjutnya, diperlukan pemeriksaan atau tes untuk menentukan positif HIV atau tidak, Sampai saat ini belum ditemukan obat HIV / AIDS, tetapi ada obat yang dapat secara dramatis memperlambat perkembangan penyakit dan meringankan gejala HIV AIDS.

Obat ini telah mengurangi kematian AIDS di banyak negara maju. Tahapan-Tahapan Gejala HIV AIDS Gejala HIV Fase Primer atau Akut Banyak orang tidak mengalami gejala apapun setelah terinfeksi HIV. Sedangkan sebagian lainnya mengalami gejala HIV yang mirip flu dalam satu atau dua bulan setelah virus masuk ke dalam tubuh. Pada fase ini disebut sebagai infeksi HIV primer atau akut, bisa berlangsung selama beberapa minggu.

Tanda-tanda dan gejala HIV primer atau akut antara lain:

  • Demam atau panas. Menyerupai demam pada umumnya, yaitu suhu tubuh yang tinggi bisa berkisaar antara 38-40 derajat selsius. Demam terjadi ketika tubuh membentuk antibodi dalam melawan virus.
  • Sakit kepala. Adalah efek dari timbulnya demam, ketika demam muncul maka disusul dengan sakit kepala, namun gejala ini tidak selalu ada.
  • Nyeri otot. Sakit atau pegal-pegal pada badan merupakan kondisi umum yang bisa disebabkan oleh penyakit HIV tahap awal, bedakan dengan pegal-pegal akibat kelelahan. Nyeri otot di sini dipengaruhi oleh kondisi tubuh yang meriyang bersamaan dengan demam.
  • Memang ini ciri-ciri HIV yang tidak selalu ada dan kehadirannya pun seringkali diabaikan lantaran ruam yang muncul hanya samar-samar, tidak seperti pada campak yang tampak jelas. Menggigil. Ketika suhu tubuh naik tinggi dibanding dengan lingkungan atau suhu ruangan, maka seseorang bisa mengalami menggigil
  • Sakit tenggorokan. Rasa mirip dengan ketika terkena radang tenggorokan. Sariawan pada Mulut atau alat kelamin Pembesaran Kelenjar getah bening, terutama pada leher.
  • Nyeri sendi
  • Keringat malam
  • Diare

Meskipun gejala HIV primer ini mungkin cukup ringan, namun jumlah virus dalam aliran darah (viral load) sangat tinggi. Sebagai akibatnya, infeksi HIV akan menyebar lebih efisien selama infeksi primer daripada selama tahap berikutnya.

Apakah anda sudah memeriksa kesehatan anda?

(Ern/vay)

http://www.deliknews.com/2016/10/11/mengenal-gejala-hivaids-stadium-awal-anda-termasuk/