Program Positif Bagi Drug User, Sebuah Refleksi Mengenai Harm Reduction

Program Positif Bagi Drug User, Sebuah Refleksi Mengenai Harm Reduction

Oleh: Luthfi Mardhiansyah

Refleksi saya dalam mengikuti mata kuliah harm reduction adalah saya dipaparkan tentang jenis-jenis obat narkotika. Satu hal yang menarik adalah narkotika jenis terbaru yakni “NPS” New Psychoactive Substance yakni narkotika jenis terbaru seperti Flaka,metilon dan juga narkotika yang berbentuk sintetis yang bisa menyebabkan halusinogenik. Pada pelajaran lain yang telah didapat adalah epidemology, epidemology yakni ilmu yang mempelajari tentang penyebaran penyakit, bagaimana saat jarum suntik itu berganti-ganti dari satu individu ke individu lain bisa menularkan penyakit HIV. Selain itu penyebaran HIV bisa melalui free sex dan kemungkinan untuk sakit hepatitis juga besar,  saya juga berusaha untuk memahami bagaimana sulitnya dinamika kehidupan drug user dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Jika sudah terkena narkoba terlebih sampai jarum suntik, selama hidupnya hanya mencari dan menggunakan narkoba, apapun yang terjadi pada dirinya “barang” tersebut harus didapatkan. Drug user tidak bisa melakukan aktivitas yang  normal seperti pada orang umumnya, maka dari itu banyak waktu yang terbuang hanya untuk mencari zat tersebut. Saya juga diajarkan bagaimana pengaruh dunia farmasi pada drug users. Dari berbagai ilmu yang telah pembicara jelaskan bahwa ada terapi obat yang bisa digunakan seperti Metadon & Suboxone untuk menggantikan obat-obatan yang sering drug user gunakan. Akan tetapi efek dari Metadon & Subuxone tidak terlalu optimal seperti narkotika yang sehari-hari mereka gunakan. Dari kursus Harm Reduction yang telah saya dapat selama 3 hari, bagaimana treatment  psikologis CBT/BDRRC, yakni treatment untuk mengubah perilaku pada drug user.  Terapi ini lebih menekankan pada perilaku drug user untuk kembali ke aktivitas sehari-hari, memberikan jadwal yang rutin yang harus dilakukan pada pengguna untuk kembali melakukan aktivitasnya. Lalu jika drug user terlihat sudah pulih, psikolog harus menanyakan jika sudah keluar dari treatment apa yang akan dilakukan, jika ingin kerja, kerja apa? Kejar terus pertanyaan tersebut hingga jelas tujuanya agar tidak kembali ke narkotika.

Kontribusi saya sebagai calon psikolog kepada pengguna narkoba atau drug user adalah saya akan menyarankan pada pengguna narkoba yakni teknik CBT, saya akan membuat suatu program yang bersifat positif, hal ini dimaksudkan agar klien tidak mengalami Craving atau hasrat yang kuat untuk menggunakan kembali Napza.

Oleh karena itu pengguna narkoba akan saya buatkan suatu program hal-hal positif yang bisa dilakukan pada drug user:

  1. Melakukan olahraga (futsal, gym, yoga,dll)
  2. Mengerjakan keterampilan yang produktif
  3. Melakukan hobi yang klien sukai secara teratur
  4. Curhat tentang kondisi klien pada orang yang mendukung kesembuhan klien
  5. Mengajak klien untuk kembali ke agama yakni dengan berdoa dan sembahyang

 

Kelima hal tersebut perlu dirancang agar klien tetap beraktivitas dan terus sibuk dan klien tidak mengalami nganggur. Jika klien tidak mempunyai aktivitas/nganggur, pemikiran untuk menggunakan kembali napza sangat besar. Maka dari itu kelima hal ini perlu dilakukan agar klien terhindar dari munculnya pikiran – pikiran untuk kembali menggunakan Napza.

 

Catatan: Tulisan ini merupakan refleksi penulis setelah mengikuti kegiatan “Kursus Harm Reduction 2017” oleh Program Magister Fakultas Psikologi Klinis Unika Atma Jaya Dan Pusat Penelitian HIV-AIDS Unika Atma Jaya.  Penulis adalah mahasiswa Program Magister Psikologi Profesi Unika Atma Jaya.

Artikel mengenai Kursus Harm Reduction 2017 dapat dibaca melalui tautan ini: Mengenalkan Konsep Harm Reduction dalam Pelayanan Kesehatan