Seri Dialog Kebijakan Terkait Keberlanjutan Pendanaan Program Penanggulangan AIDS – September 2013

Seri Dialog Kebijakan Terkait Keberlanjutan Pendanaan Program Penanggulangan AIDS – September 2013

“Penanggulangan AIDS Butuh Kemandirian Pendanaan”
25 September 2013

Latar Belakang

Pada beberapa daerah, penanggulangan HIV dan AIDS yang ada belum begitu menjadi komitmen yang mendatangkan dukungan alokasi pendanaan yang cukup dari pemerintah daerah setempat.Peningkatan kemandirian pendanaan program penanggulangan HIV dan AIDS adalah indikator penting keberhasilan program pencegahan. Pada seri dialog kali ini membahas mengenai potensi pendanaan dari APBD untuk program penanggulangan HIV dan AIDS.

Download – CSO_TOR (September).pdf

Waktu Acara
10.00 – 10.10 Pembukaan oleh Octavery Kamil sebagai moderator
10.00 – 10.30 Pemaparan keadaan pendanaan program penanggulangan HIV dan AIDS di NTT oleh Agustinus Brewon (KPAP NTT)

Download – Mekanisme Pendanaan APBD Untuk CSO – Pak Gusti (KPAP NTT)

10.30 – 10.50 Pemaparan pengalaman Yayasan Flobamora dalam memperoleh pendanaan APBD oleh Mateus Da Silva

Download – Dukungan APBD NTT – Pak Mateus (Flobamora NTT)

10.50 – 11.10 Pemaparan keadaan pendanaan program penanggulangan HIV dan AIDS di Sulawesi Selatan oleh Sri Endang Sukarsih (Biro Napza dan HIV & AIDS Sulawesi Selatan)

Download – Mekanisme Pendanaan APBD Bagi CSO – Ibu Sri Endang (Biro Napza Sulsel)

11.10 – 11.30 Pemaparan pengalaman Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya dalam memperoleh pendanaan APBD oleh Sitti Salmah

Download – Mengakses APBD – Mbak Sitti (YPKDS Sulsel)

11.30 – 12.00 Pemaparan pemetaan potensi sumber daya program penanggulangan HIV & AIDS di Indonesia oleh Valentina Sri Wijiyati (IDEA)

Download – Peta Potensi SD HIV & AIDS – Mbak Wiji (IDEA)

12.00 – 12.30 Pemaparan potensi APBN dan APBD untuk program penanggulangan HIV & AIDS oleh Arif R. Iryawan (KPAN)

Download – Potensi APBN & APBD utk Penanggulangan AIDS – Mas Arif (KPAN)

12.30 – 13.30 Makan siang
13.30 – 15.00 Diskusi rencana tindak lanjut (Octavery Kamil)
Kesimpulan:

Ada beberapa potensi pendanaan dari pemerintah yang bisa diakses oleh CSO, namun kurangnya sosialisasi mengenai potensi, syarat, batas waktu dan jumlah menyebabkan CSO tidak mengetahui informasi tersebut. Berdasarkan pengalaman kedua CSO dalam dialog ini, mereka mengetahui informasi pendanaan karena menjalin relasi personal dengan pihak pemerintah (KPAP dan Biro Napza).

Download – Notulensi CSO Forum Dialogue 2 (September)