ODHA, Strategi 90:90:90, dan Peran Focal Point dalam Pemantauan ARV

ODHA, Strategi 90:90:90, dan Peran Focal Point dalam Pemantauan ARV

Strategi 90:90:90 sudah mulai dicanangkan pada tahun 2016 dalam rangka penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan strategi 90:90:90? 90 pertama artinya 90% masyarakat terutama populasi kunci mengetahui status HIV-nya. 90 kedua artinya 90% orang dengan HIV AIDS (ODHA) sudah diterapi. 90 ketiga artinya 90% yang sudah menjalani Antiretroviral Therapy (ART) sudah mengalami viral suppression atau virus sudah tidak terdeteksi lagi. Dalam mewujudkan cita-cita ini, maka pemantauan terhadap ARV menjadi hal penting yang perlu dilakukan.

Gambit dari PPH memberikan paparan mengenai proses monitoring ARV

Dalam praktiknya, beberapa perbaikan pada supply chain ARV masih perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan ARV yang efektif dan efisien. Menanggapi situasi ini, Indonesia AIDS Coalition (IAC) bekerja sama dengan Kementerian  Kesehatan Republik Indonesia dan Pusat Penelitian HIV AIDS Atma Jaya (PPH Atma Jaya) mengadakan sebuah workshop (11-14 Oktober 2017) yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan publik dengan melibatkan komunitas (Focal Point ) dalam program penanggulangan HIV-AIDS.

 

 

 

 

Focal Point dari Jakarta memaparkan Rencana Tindak Lanjut yang akan dilaksanakan 

Dalam workshop ini, Focal Point (FP) di setiap kota (Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Makassar) dibekali dengan informasi mengenai cara atau metode yang dapat mendukung analisis data terkait ARV, serta hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam pemantauan ARV itu sendiri. Selain itu, setiap Focal Point juga diajak untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen terhadap pemantauan ARV yang lebih baik. Satu hal yang menjadi catatan adalah  FP tidak hanya berperan sebagai pencatat stok obat, tapi merefleksikan/mengorganisir berbagai informasi/sesuatu dari berbagai lembaga/instansi/komunitas yang digunakan untuk tujuan awal, yaitu meningkatkan kualitas hidup ODHA.

Workshop ini menghasilkan rencana intervensi yang disepakati oleh Dinas Kesehatan Kota dan Focal Point di masing-masing kota. Intervensi yang akan dilakukan antara lain, penguatan database supply chain dan pemakaian ARV, serta pembentukan forum komunikasi ARV antara Dinas Kesehatan dan Focal Point. Mari kita bersama-sama pantau usaha ini demi kualitas hidup ODHA yang lebih baik.

Tunjukkan bahwa kita datang untuk membantu, bukan dilayani, lambat laun akan

terbangun kepercayaan dengan para pemangku kepentingan di masing-masing daerah, jangan

menjadi seseorang yang diistimewakan/dibutuhkan, tunjukkan rasa kita ingin membantu. (Praptoraharjo)

 

(ES)