Workhsop: Melakukan Survei Offline Menggunakan KoBoToolbox

Di era digital sekarang ini, metode pengambilan data mulai beralih dari paper and pencil menuju metode online. Sejumlah platform pengambilan data seperti google form, microsoft form, survey monkey, lime survey, telah banyak digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat untuk beragam kebutuhan. Meskipun demikian, akses internet seringkali menjadi potensi hambatan dalam melakukan pengambilan data secara online, khususnya jika pengambilan data dilakukan di daerah yang memiliki sinyal yang kurang baik. Oleh karena itu dikembangkan platform pengambilan data yang dapat membantu pengambilan data secara luring (offline) read more

[Friday Coffee Break] Lecture Series Paham dan Peduli AiDS, HIV: Infeksi Oportunistik dan Ko-Infeksi

Pusat Penelitian HIV/AIDS UNIKA Atma Jaya mengadakan Lecture Series ketiga yang bekerja sama dengan Friday Coffee Break UNIKA Atma Jaya, pada Lecture Series yang diadakan pada tanggal 3 Mei 2019 ini, mengundang Dr. med. Abraham Simatupang, dr., Mkes yang merupakan lulusan fakultas kedokteran dari Universitas Kristen Indonesia, untuk membahas tentang Infeksi Oportunistik dan Ko-Infeksi pada ODHA.

Ia sedikit mengingatkan para hadirin dengan sesi Lecture Series pertama, yaitu informasi dasar mengenai HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), bahwa HIV merupakan virus yang menyebabkan AIDS, tidak semua orang yang terinfeksi HIV itu terinfeksi AIDS, tetapi orang yang terinfeksi AIDS pasti terinfeksi HIV. Tidak hanya itu, diingatkan kembali tentang gejala – gejala AIDS yang pernah dibahas pada lecture series pertama. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai infeksi oportunistik yang merupakan infeksi yang dapat menyerang orang yang terinfeksi AIDS dan ko-infeksi yang merupakan infeksi yang datangnya bersamaan dengan HIV. read more

Lecture Series Partisipasi Remaja yang Bermakna dalam Program Kesehatan Reproduksi

Menurut WHO, remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi Antara masa kanak-kanak dan dewasa, dengan batasan usia 12-24 tahun. Pada masa remaja seseorang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual, hal ini menyebabkan remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar, menyukai tantangan serta cenderung berani mengambil risiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang. Risiko untuk terjerumus pada perilaku berisiko menjadi lebih besar ketika keputusan yang diambil tidak tepat, bahkan mungkin akan menanggung akibat dalam bentuk berbagai masalah kesehatan fisik dan psikologis. Salah satu masalah yang bisa timbul akibat perilaku tersebut adalah masalah kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksi sering disalahartikan secara sempit hanya sebagai hubungan seksual saja, sehingga banyak orang tua yang merasa bahwa topik pembicaraan ini tidak pantas untuk dibicarakan dengan remaja. Padahal, kesehatan reproduksi merupakan keadaan kesehatan fisik, mental, dan sosial yang sangat penting untuk dimengerti oleh remaja, sehingga tidak melulu membahas mengenai hubungan seksual. Oleh karena itu remaja perlu mendapatkan informasi dan pengetahuan yang benar mengenai kesehatan reproduksi ini.  Pemahaman yang masih rendah mengenai kesehatan reproduksi tentunya akan berdampak pada aktivitas seksual remaja dan risiko-risiko yang menyertainya seperti kehamilan di luar nikah, aborsi, infeksi menular seksual, dan lain sebagainya. Selain informasi dan pengetahuan yang benar, remaja juga membutuhkan pelayanan kesehatan reproduksi yang dapat memenuhi kebutuhan remaja. Upaya-upaya untuk mengembangkan program-program kesehatan reproduksi bagi remaja telah banyak dilakukan, salah satunya adalah dengan melibatkan remaja itu sendiri dalam pengembangan program. read more

[Friday Coffee Break] Lecture Series HIV: Penularan dan Pencegahannya

                Pusat Penelitian HIV/AIDS Unika Atma Jaya bekerja sama dengan UNIKA Atma Jaya dalam kegiatan Friday Coffee Break, yaitu Lecture Series yang akan diadakan sebulan sekali setiap hari Jumat di Kampus Atma Jaya Semanggi. Lecture Series X Friday Coffee Break ini merupakan satu rangkaian kegiatan yang terdiri dari 6 Lecture Series.

                Lecture Series pertama, yaitu HIV: Penularan dan Pencegahannya, yang dibawakan oleh dokter Alegra Wolter yang merupakan salah satu alumni dari FK UAJ, dan mengatakan bahwa HIV  tidak dapat menginfeksi orang lain melalui gigitan serangga, berbagi makanan, batuk, bersin, berpelukan, keringat dan lain lain. HIV dapat menginfeksi orang lain melalui hubungan seks bebas, transfusi darah dan penggunaan jarum suntik. read more

Lecture Series HIV: Infeksi Oportunistik dan Ko-Infeksi

Lecture Series X Friday Coffee Break

Paham dan Peduli HIV/AIDS

HIV: Infeksi Oportunistik & Ko-Infeksi

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Seseorang yang telah ditulari virus HIV, lama kelamaan daya tahan tubuhnya akan menurun, terlebih apabila tidak dilakukan pengobatan secara dini. Dengan kekebalan tubuh yang kurang kuat ini, maka orang dengan HIV sering mengalami berbagai Infeksi oportunistik (IO), yaitu infeksi yang sering terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Karena infeksi ini mengambil keuntungan dari sistem kekebalan tubuh seseorang yang lemah tersebut, maka ia dinamakan infeksi oportunistik. Infeksi ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur atau parasit. Infeksi oportunistik yang sering terjadi pada orang dengan HIV adalah candidiasis, infeksi pheumonia, diare, herpes simpleks, toksoplasmosis, dan lain sebagainya. Tentunya bagi orang dengan HIV perlu mengenal berbagai IO yang berkemungkinan menyerang mereka, supaya dapat mencegahnya ataupun apabila terkena IO tersebut dapat segera mencari bantuan untuk pengobatannya. read more