Tahap 2 : Pelatihan Reflektif

Proyek Yes, I Can! yang didukung oleh VOICE Indonesia, memiliki tujuan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi pada kelompok sasaran Yes, I Can! yang merupakan pekerja seks, transpuan muda, dan anak jalanan melalui peningkatan status ekonomi dan status sosial.

Tahap pelatihan reflektif ini merupakan tahap lanjutan dari tahap sebelumnya,  sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan status ekonomi dan status sosial dari kelompok sasaran tersebut. Kegiatan ini terdiri dari 6 batch yang diikuti oleh seluru para peserta program Yes,I Can!. Tujuannya agar peserta pelatihan memahami potensi dirinya sendiri dan mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia sehingga para peserta dapat belajar untuk mengembangkan diri agar dapat mencapai target pekerjaan yang mereka inginkan, yang diharapkan akan mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap pekerja seks, transpuan muda, dan anak jalanan. read more

Workhsop: Melakukan Survei Offline Menggunakan KoBoToolbox

Di era digital sekarang ini, metode pengambilan data mulai beralih dari paper and pencil menuju metode online. Sejumlah platform pengambilan data seperti google form, microsoft form, survey monkey, lime survey, telah banyak digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat untuk beragam kebutuhan. Meskipun demikian, akses internet seringkali menjadi potensi hambatan dalam melakukan pengambilan data secara online, khususnya jika pengambilan data dilakukan di daerah yang memiliki sinyal yang kurang baik. Oleh karena itu dikembangkan platform pengambilan data yang dapat membantu pengambilan data secara luring (offline) read more

[Friday Coffee Break] Lecture Series Paham dan Peduli AiDS, HIV: Infeksi Oportunistik dan Ko-Infeksi

Pusat Penelitian HIV/AIDS UNIKA Atma Jaya mengadakan Lecture Series ketiga yang bekerja sama dengan Friday Coffee Break UNIKA Atma Jaya, pada Lecture Series yang diadakan pada tanggal 3 Mei 2019 ini, mengundang Dr. med. Abraham Simatupang, dr., Mkes yang merupakan lulusan fakultas kedokteran dari Universitas Kristen Indonesia, untuk membahas tentang Infeksi Oportunistik dan Ko-Infeksi pada ODHA.

Ia sedikit mengingatkan para hadirin dengan sesi Lecture Series pertama, yaitu informasi dasar mengenai HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), bahwa HIV merupakan virus yang menyebabkan AIDS, tidak semua orang yang terinfeksi HIV itu terinfeksi AIDS, tetapi orang yang terinfeksi AIDS pasti terinfeksi HIV. Tidak hanya itu, diingatkan kembali tentang gejala – gejala AIDS yang pernah dibahas pada lecture series pertama. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai infeksi oportunistik yang merupakan infeksi yang dapat menyerang orang yang terinfeksi AIDS dan ko-infeksi yang merupakan infeksi yang datangnya bersamaan dengan HIV. read more

Lecture Series Partisipasi Remaja yang Bermakna dalam Program Kesehatan Reproduksi

Menurut WHO, remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi Antara masa kanak-kanak dan dewasa, dengan batasan usia 12-24 tahun. Pada masa remaja seseorang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual, hal ini menyebabkan remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar, menyukai tantangan serta cenderung berani mengambil risiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang. Risiko untuk terjerumus pada perilaku berisiko menjadi lebih besar ketika keputusan yang diambil tidak tepat, bahkan mungkin akan menanggung akibat dalam bentuk berbagai masalah kesehatan fisik dan psikologis. Salah satu masalah yang bisa timbul akibat perilaku tersebut adalah masalah kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksi sering disalahartikan secara sempit hanya sebagai hubungan seksual saja, sehingga banyak orang tua yang merasa bahwa topik pembicaraan ini tidak pantas untuk dibicarakan dengan remaja. Padahal, kesehatan reproduksi merupakan keadaan kesehatan fisik, mental, dan sosial yang sangat penting untuk dimengerti oleh remaja, sehingga tidak melulu membahas mengenai hubungan seksual. Oleh karena itu remaja perlu mendapatkan informasi dan pengetahuan yang benar mengenai kesehatan reproduksi ini.  Pemahaman yang masih rendah mengenai kesehatan reproduksi tentunya akan berdampak pada aktivitas seksual remaja dan risiko-risiko yang menyertainya seperti kehamilan di luar nikah, aborsi, infeksi menular seksual, dan lain sebagainya. Selain informasi dan pengetahuan yang benar, remaja juga membutuhkan pelayanan kesehatan reproduksi yang dapat memenuhi kebutuhan remaja. Upaya-upaya untuk mengembangkan program-program kesehatan reproduksi bagi remaja telah banyak dilakukan, salah satunya adalah dengan melibatkan remaja itu sendiri dalam pengembangan program. read more

[Friday Coffee Break] Lecture Series Paham dan Peduli HIV: Tes dan Pengobatan HIV

Tes dan Pengobatan HIV merupakan lecture series kedua dari rangkaian 6 lecture series yang direncanakan oleh Pusat Penelitian HIV-AIDS, Unika Atma Jaya bekerja sama dengan program Friday Coffee Break – UNIKA Atma Jaya. Pada lecture series ini dibahas mengenai pentingnya melakukan tes HIV, bagaimana dan dimana melakukan tes HIV serta terapi apa yang dapat dilakukan setelah mengetahui seseorang terinfeksi HIV. Sesi ini dibawakan oleh dr. Eldaa Prisca Refianti Sutanto yang merupakan salah satu alumni dari Fakultas Kedokteran UNIKA Indonesia Atma Jaya. read more

Lecture Series “Risiko Penularan HIV pada Pasangan Populasi Kunci”


Lecture Series yang diadakan pada tanggal 26 Maret 2019 lalu membahas tentang Risiko Penularan HIV pada Pasangan Populasi Kunci yang dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian HIV/AIDS UAJ, Ibu Evi Sukmaningrum, dan dihadiri oleh 4 pembicara, yaitu Lydia Verina Wongso dari PPH UAJ, Oldri Sherli Manukuan dari UNFPA, Ibu Posma Ida Manulu dari PKVHI, dr. Lanny Luhukay dari Subdit AIDS, Kemenkes RI.

Lydia Verina Wongso (PPH UAJ), memaparkan hasil kajian di 6 kota yang dilakukan oleh PPH Atma Jaya mengenai “Faktor Risiko dan Perlindungan Penularan HIV pada Pasangan Tetap Heteroseksual di Indonesia”. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa potensi penularan HIV dari populasi kunci ke pasangan tetap  meningkat, dan faktor-faktor yang meningkatkan potensi penularan HIV antara lain, kekerasan, ketergantungan emosi dan finansial, praktek poligami, perkawinan dini, dan kawin kontrak. Beberapa hambatan layanan yang ditemui dari hasil kajian lapangan ini adalah: enggannya klien menceritakan faktor risikonya ketika menerima konseling di fasilitas layanan kesehatan, tidak dilakukannya Konseling sebelum dan sesudah tes HIV, sulitnya menjangkau pelanggan pekerja seks perempuan sebagai kelompok ‘jembatan penularan HIV’ serta mobilitas Penasun dan WPS yang cukup tinggi. read more

Lecture Series HIV: Infeksi Oportunistik dan Ko-Infeksi

Lecture Series X Friday Coffee Break

Paham dan Peduli HIV/AIDS

HIV: Infeksi Oportunistik & Ko-Infeksi

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Seseorang yang telah ditulari virus HIV, lama kelamaan daya tahan tubuhnya akan menurun, terlebih apabila tidak dilakukan pengobatan secara dini. Dengan kekebalan tubuh yang kurang kuat ini, maka orang dengan HIV sering mengalami berbagai Infeksi oportunistik (IO), yaitu infeksi yang sering terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Karena infeksi ini mengambil keuntungan dari sistem kekebalan tubuh seseorang yang lemah tersebut, maka ia dinamakan infeksi oportunistik. Infeksi ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur atau parasit. Infeksi oportunistik yang sering terjadi pada orang dengan HIV adalah candidiasis, infeksi pheumonia, diare, herpes simpleks, toksoplasmosis, dan lain sebagainya. Tentunya bagi orang dengan HIV perlu mengenal berbagai IO yang berkemungkinan menyerang mereka, supaya dapat mencegahnya ataupun apabila terkena IO tersebut dapat segera mencari bantuan untuk pengobatannya. read more