Workhsop: Melakukan Survei Offline Menggunakan KoBoToolbox

Di era digital sekarang ini, metode pengambilan data mulai beralih dari paper and pencil menuju metode online. Sejumlah platform pengambilan data seperti google form, microsoft form, survey monkey, lime survey, telah banyak digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat untuk beragam kebutuhan. Meskipun demikian, akses internet seringkali menjadi potensi hambatan dalam melakukan pengambilan data secara online, khususnya jika pengambilan data dilakukan di daerah yang memiliki sinyal yang kurang baik. Oleh karena itu dikembangkan platform pengambilan data yang dapat membantu pengambilan data secara luring (offline) read more

WORKSHOP: Pengantar Analisis dan Visualisasi Data menggunakan Excel

Seringkali kita mendapat kesulitan dalam mengolah dan menganalisa data. Banyaknya data yang dimiliki membuat kita bingung akan bagaimana data-data tersebut dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pekerjaan, penelitian atau dalam hal tugas kuliah. Sebenarnya cukup banyak software-software untuk pengolahan data yang dapat dimanfaatkan, misalnya SPSS, STATA, Minitab, SAS, dan lain sebagainya. Namun masing-masing software memiliki kelebihan/kekurangan serta kerumitan tersendiri, terlebih lagi sebagian besar dari software tersebut memiliki harga yang cukup mahal.

Microsoft Excel merupakan program aplikasi pada Microsoft Office yang digunakan dalam pengolahan angka. Program ini sering lebih sering dikenal dalam pencatatan dan pembuatan laporan keuangan. Namun ternyata dengan menggunakan Excel kita juga dapat membuat rangkuman, menganalisis dan mengeksplorasi data, serta mempresentasikannya dalam bentuk visual yang menarik. Salah satu keuntungan bekerja dengan Excel untuk analisis dan visualisasi data adalah hampir semua orang yang bekerja dengan komputer mempunyai aplikasi ini di dalam komputer/laptopnya, serta sebagian besar dari mereka juga lebih terbiasa dalam menggunakan aplikasi ini. Oleh karena itu, Pusat Penelitian HIV dan AIDS (PPH) Atma Jaya, merancang seri pelatihan pengolahan data dengan menggunakan Excel, yaitu mulai dari tingkat dasar (pengantar), Intermediate, hingga tingkat Advance.

TUJUAN

Kursus ini bertujuan membantu peserta untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar di dalam menghadapi tantangan pengolahan data agar dapat menjadi seorang data analis mandiri.

 WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan ini akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal   : Kamis / 28 Maret 2019

Waktu              : 09.00 – 16.00

Tempat            : Ruang Seminar K2.203, Kampus UNIKA Atma jaya Semanggi,   Jl. Jend. Sudirman No. 51, Jakarta

SILABUS

Kursus ini akan disampaikan sesuai dengan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam analisis data.

  1. Introduction: Peserta akan diperkenalkan mengenai struktur dan sistematika kursus serta tujuan akhir yang akan dicapai.
  • Data Exploration: Pada bagian ini peserta akan diperkenalkan pada cara melakukan impor data dari berbagai sumber menjadi data Excel spreadsheet yang akan dilanjutkan dengan eksplorasi data dalam bentuk konsistensi format, menghilangkan duplikasi data dan mengatasi data yang hilang (missing value)
  • read more

    ODHA, Strategi 90:90:90, dan Peran Focal Point dalam Pemantauan ARV

    ODHA, Strategi 90:90:90, dan Peran Focal Point dalam Pemantauan ARV

    Strategi 90:90:90 sudah mulai dicanangkan pada tahun 2016 dalam rangka penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan strategi 90:90:90? 90 pertama artinya 90% masyarakat terutama populasi kunci mengetahui status HIV-nya. 90 kedua artinya 90% orang dengan HIV AIDS (ODHA) sudah diterapi. 90 ketiga artinya 90% yang sudah menjalani Antiretroviral Therapy (ART) sudah mengalami viral suppression atau virus sudah tidak terdeteksi lagi. Dalam mewujudkan cita-cita ini, maka pemantauan terhadap ARV menjadi hal penting yang perlu dilakukan.

    Gambit dari PPH memberikan paparan mengenai proses monitoring ARV

    Dalam praktiknya, beberapa perbaikan pada supply chain ARV masih perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan ARV yang efektif dan efisien. Menanggapi situasi ini, Indonesia AIDS Coalition (IAC) bekerja sama dengan Kementerian  Kesehatan Republik Indonesia dan Pusat Penelitian HIV AIDS Atma Jaya (PPH Atma Jaya) mengadakan sebuah workshop (11-14 Oktober 2017) yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan publik dengan melibatkan komunitas (Focal Point ) dalam program penanggulangan HIV-AIDS.

     

     

     

     

    Focal Point dari Jakarta memaparkan Rencana Tindak Lanjut yang akan dilaksanakan 

    Dalam workshop ini, Focal Point (FP) di setiap kota (Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Makassar) dibekali dengan informasi mengenai cara atau metode yang dapat mendukung analisis data terkait ARV, serta hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam pemantauan ARV itu sendiri. Selain itu, setiap Focal Point juga diajak untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen terhadap pemantauan ARV yang lebih baik. Satu hal yang menjadi catatan adalah  FP tidak hanya berperan sebagai pencatat stok obat, tapi merefleksikan/mengorganisir berbagai informasi/sesuatu dari berbagai lembaga/instansi/komunitas yang digunakan untuk tujuan awal, yaitu meningkatkan kualitas hidup ODHA.

    Workshop ini menghasilkan rencana intervensi yang disepakati oleh Dinas Kesehatan Kota dan Focal Point di masing-masing kota. Intervensi yang akan dilakukan antara lain, penguatan database supply chain dan pemakaian ARV, serta pembentukan forum komunikasi ARV antara Dinas Kesehatan dan Focal Point. Mari kita bersama-sama pantau usaha ini demi kualitas hidup ODHA yang lebih baik.

    Tunjukkan bahwa kita datang untuk membantu, bukan dilayani, lambat laun akan

    terbangun kepercayaan dengan para pemangku kepentingan di masing-masing daerah, jangan

    menjadi seseorang yang diistimewakan/dibutuhkan, tunjukkan rasa kita ingin membantu. (Praptoraharjo)

     

    (ES)