Tes HIV? Siapa takut!

14 Maret 2014

Pernahkan terlintas di kepalamu, ketakutan-ketakutan akan kemungkinan dirimu terkena HIV? Normal jika kamu khawatir tentang HIV, tapi untuk apa membiarkan diri kita takut pada hal yang tidak pasti? Kita bisa menghilangkan kekhawatiran kita dengan pengujian awal.

Melalui pengujian awal atau tes HIV, kita dapat mengetahui apakah kita terinfeksi atau tidak. Antibodi kita akan di cek untuk mengetahui keberadaan virus HIV dalam darah. Setiap antibodi dalam diri kita bersifat unik dan bertugas untuk menyerang kuman tertentu. Jadi, bila ditemukan antibodi terhadap virus HIV pada saat kita melakukan tes HIV, maka dapat dikatakan kalau kita mengidap virus HIV.

Ada sejumlah alasan mengapa kita perlu untuk tes HIV. Selain sebagai langkah awal untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai HIV, salah satu yang utama adalah tentunya kita bisa mendapatkan deteksi dini, sehingga dapat dilakukan pertolongan, pencegahan, serta pengendalian penyebaran virus HIV.

Tes HIV tentu akan memberikan keuntungan tertentu untuk kita. Jika ternyata kita positif HIV, maka para tenaga medis dapat melakukan tindak lanjut agar virus HIV yang ada dalam tubuh kita tidak berlanjut kepada fase AIDS (informasi lebih lanjut mengenai bagaimana HIV bisa menjadi AIDS lihat informasi dasar kami sebelumnya di ‘HIV-AIDS’). Dan yang paling penting, kita dapat berpartisi pasi dalam memutus rantai penyebaran AIDS!

Proses tes HIV tidak menakutkan, kok. Prosesnya cukup sederhana, di sebagian besar tempat, proses tes dimulai dengan pemberian informasi dasar mengenai HIV/AIDS, manfaat dan kerugian dari mengikuti tes, serta bagaimana kita sebaiknya bereaksi jika hasilnya positif. Setelah itu kita akan diambil darahnya, kemudian setelah hasilnya sudah ada, kita kan dibimbing lagi oleh petugas terkait. Proses pemberian informasi sebelum tes, dan proses pemberian arahan setelah tes hampir serupa dengan proses konseling, atau sering disebut dengan Voluntary Counselling and Testing (VCT).

Jangan khawatir, hasil tes benar-benar terjaga kerahasiaannya. Hasil tes hanya boleh diberikan kepada kita yang menjalani tes, dan tidak boleh dibeirkan ke siapa pun tanpa persetujuan dari kita. Bahkan, ada tempat yang tidak mewajibkan kita untuk memberikan nama atau identitas. Hal ini biasa disebut tes anonim atau tanpa nama.

Sekarang mungkin kamu bertanya, di mana kita bisa menjalani tes HIV? Banyak pilihan. Tes HIV dapat dilakukan di sejumlah rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, serta klinik dan lab yang menyediakan jasa pemeriksaan HIV. Bahkan, di beberapa rumah sakit, tes HIV dapat dilakukan dengan menggunakan layanan BPJS. Tes HIV jadi semakin mudah dijangkau, ya.

Jadi bagaimana, apakah kamu masih ragu untuk tes HIV? Lebih baik untuk tahu statusmu dari pada terus menerus khawatir. Setuju?